close
Nuga Sehat

Penyebab Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Saat menghirup udara yang cenderung berasap, Anda mungkin akan batuk sesekali. Ini normal terjadi karena batuk merupakan respon alami tubuh saat saluran pernapasan menerima gangguan dari luar.

Jadi, batuk juga bisa terjadi sekalipun tubuh Anda sehat dan fit.

Sebaliknya, jika batuk yang Anda rasakan cukup mengganggu, kemungkinan besar saluran pernapasan Anda sedang bermasalah. Yuk, ketahui apa saja penyebab batuk berdahak dan batuk kering sekaligus cara mengatasinya berikut ini.

Ada dua jenis batuk yang perlu Anda ketahui, yaitu batuk kering dan batuk berdahak. Batuk berdahak dikenal juga dengan batuk produktif karena menghasilkan lendir setiap Anda batuk.

Sementara batuk kering, sama sekali tidak menghasilkan lendir saat batuk.

Batuk berdahak paling sering disebabkan oleh infeksi dari bakteri, virus, atau jamur yang menyerang saluran pernapasan. Infeksi tersebut membuat produksi lendir jadi lebih banyak.

Untuk menyingkirkan lendir yang berlebihan pada paru dan saliran udara lainnya, tubuh akan merangsang batuk disertai keluarnya lendir.

Beberapa penyebab batuk berdahak yang mungkin terjadi, antara lain pilek atau flu.

Batuk menjadi salah satu gejala dari flu atau pilek. Biasanya sebelum Anda demam, nyeri tubuh, batuk dan sakit tenggorokan menjadi gejala awal dari dua kondisi tersebut.

Bronkitis. Peradangan pada saluran bronkus (saluran yang membawa udara ke paru) yang disebabkan oleh virus. Kondisi ini menyebabkan Anda sering batuk berdahak bahkan terjadi selama lebih dari beberapa minggu.

Pneumonia. Adanya bakteri, virus, atau jamur yang bersarang di paru dapat menyebabkan infeksi. Kondisi ini membuat lendir di sekitar paru jadi lebih banyak sehingga Anda akan terus mengalami batuk berdahak dalam waktu yang cukup lama.

Penyakit Paru Obstruktif Kronik. PPOK adalah sekelompok kondisi yang merusak paru dan saluran yang membawa udara ke paru.

Selain batuk yang lebih sering terjadi, lendir yang dihasilkan bisa berwarna putih, hijau, atau kekuningan disertai gejala napas pendek.

Merokok. Selain penyakit, orang yang memiliki kebiasaan merokok juga cenderung lebih sering mengalami batuk-batuk. Ini terjadi karena asap rokok yang terhirup merangsang tubuh untuk mencegah iritasi pada saluran pernapasan.

Merokok juga bisa meningkatkan risiko penyakit PPOK di kemudian hari.

Batuk kering memang tidak menghasilkan lendir, namun cenderung memburuk pada malam hari.

Kondisi ini tentu sangat mengganggu Anda, bukan?

Beberapa hal dan penyebab batuk kering yang perlu Anda ketahui, antara lain iritasi lingkungan dan alergi. Asap, polusi, debu, serta udara yang kering bisa merangsang tubuh untuk batuk.

Jika udara di sekitar lingkungan tempat tinggal atau kerja Anda cenderung kotor dan kering, batuk kering bisa terus terjadi. Apalagi jika Anda memiliki alergi, kualitas udara yang buruk bisa memicu batuk terus muncul.

Infeksi virus. Pilek atau flu memang bisa menimbulkan gejala batuk, biasanya hanya berlangsung selama seminggu.

Jika batuk tidak juga membaik, batuk yang mulanya berdahak bisa menjadi batuk kering dan terjadi bahkan hingga dua bulan. Kondisi ini disebabkan oleh saluran napas yang jadi sangat sensitif setelah terinfeksi virus.

Gastroesophageal reflux diseaseKondisi ini menandakan bahwa asam lambung diproduksi secara berlebihan dan mengalir ke esofagus. Saat asam lambung mengenai esofagus, ini bisa memicu tubuh untuk batuk.

Selain batuk kering, pasien akan mengalami heartburn, sakit tenggorokan, dan sakit dada.

Batuk memang tidak selalu menandakan penyakit.

Namun, jika kondisi tersebut sering terjadi dan mengganggu, tentu Anda harus mengobatinya. Caranya mudah, dimulai dengan mengetahui apa penyebab batuk yang Anda alami.

Jika disebabkan oleh iritasi lingkungan, maka gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara. Gunakan masker penutup mulut menghindari paparan udara kotor lebih banyak. Kemudian, Anda bisa meringankan batuk dengan minum obat batuk.

Pilih obat yang sesuai dengan jenis batuk yang Anda alami.

Jika Anda  mengalami batuk berdahak, pilih obat golongan expectoran yang biasanya mengandung bromhexine HCL, guaifenesin, atau ipecacuanha untuk mencairkan lendir sehingga lebih mudah dikeluarkan dan berkurang jumlahnya.

Sementara untuk batuk kering, Anda bisa memilih obat golongan antitussive, yang biasanya mengandung dextromethorphan, diphenhydramine HCL, atau Ammonium Chloride yang membantu menekan batuk sehingga nyeri saat batuk dapat berkurang.