Beda Gagal Jantung dan Serangan Jantung

Penulis: Darmansyah

Rabu, 28 Februari 2018 | 09:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Gagal jantung atau sering  disebut dengan cardiac arrest seringkali dianggap sebagai hal yang sama dengan serangan jantung atau heart attack

Padahal, keduanya berbeda.

Seperti ditulis dari laman kesehatan  The Quint, serangan jantung terjadi ketika aliran darah dalam pembuluh darah tersumbat.

Jika sumbatan tersebut tidak dapat terbuka kembali, bagian jantung yang tidak menerima aliran darah akan mengalami kerusakan.

Sedangkan gagal jantung terjadi ketika jantung tiba-tiba mengalami malfungsi dan berhenti berdetak secara tiba-tiba.

Hal ini terjadi karenya munculnya suatu gangguan yang menghambat kerja jantung dalam memompa darah.

Akhirnya, aliran darah ke bagian-bagian tubuh lainnya terhenti. Pasien pun lama-lama tidak bisa bernapas dan kehilangan kesadaran. Tanpa penanganan yang cepat, pasien bisa meninggal seketika.

Gagal jantung bisa terjadi kepada seseorang tanpa adanya penyumbatan apapun di pembuluh darah. Walau begitu, serangan jantung terkadang memang dapat memicu terjadinya gagal jantung.

“Ketika seseorang meninggal karena gagal jantung yang terjadi tiba-tiba, hal tersebut bisa disebabkan serangan jantung atau gangguan ritme tertentu di dalam jantung,” ujar Kepala Kardiologi dari Rumah Sakit Fortis dr. Ashok Seth.

Beberapa gejala gagal jantung di antaranya meliputi pusing, rasa lelah, napas yang pendek, jantung berdebar, dan sakit di bagian dada.

Sakit di bagian dada ini bisa terjadi paling cepat empat minggu sebelum gagal jantung terjadi.

Jika terkena gagal jantung, biasanya pasien akan diberi resusitasi jantung atau cardiopulmonary resuscitation

 

Dokter juga biasanya akan menggunakan alat defibrillator. Namun bila penanganan dokter belum dapat diraih, orang yang ada di sekitarnya bisa memberikan tekanan kepada bagian dada sementara.

Untuk menghindari penyakit jantung yang terjadi tiba-tiba, perubahan gaya hidup perlu dilakukan.

Perubahan gaya hidup ini diantaranya meliputi makan makanan yang sehat, olahraga secara rutin, dan perhatikan tingkat lemak dan kolesterol.

Pemeriksaan rutin ke dokter juga dapat membantu. Dengan memeriksakan diri ke dokter secara berkala, dokter akan dapat mengidentifikasi gejala-gejala yang tidak terlihat, sehingga masalah jantung di kemudian hari dapat dicegah.

Gagal jantung) merupakan suatu kondisi gangguan yang fatal dimana jantung berhenti berdetak secara tiba-tiba karena gangguan gaya listrik pada otot jantung, sehingga jantung tidak dapat berdetak dengan normal dan memicu kondisi aritmia.

Hal ini berdampak pada gangguan distribusi darah ke seluruh tubuh dan kematian dapat terjadi dalam hitungan menit karena organ dalam vital, terutama otak, tidak menerima darah yang cukup.

Sementara itu, serangan jantung adalah kondisi fatal yang terjadi saat jantung tidak menerima cukup aliran oksigen dari aliran darah yang menuju jantung.

Hal ini disebabkan adanya arterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah arteri, sehingga jantung mengalami kekurangan asupan darah yang mengandung oksigen.

Kondisi serangan jantung dapat terjadi dalam durasi hingga hitungan jam.

Selama durasi waktu ini tersebut bagian jantung yang tidak menerima oksigen terus mengalami kerusakan berupa kematian otot jantung, jika tidak ditangani dapat menyebabkan kematian.

Berbeda dengan henti jantung, jantung tidak berhenti berdetak selama mengalami serangan.

Sebagian besar kasus henti jantung disebabkan oleh aritmia yang berasal dari bilik jantung  akibat gangguan kelistrikan otot jantung sehingga aliran darah ke seluruh tubuh dan jantung dapat terhenti.

Namun gangguan aritmia juga dapat berasal dari serambi kanan jantung  yang menyebabkan gangguan sinyal untuk memompa darah pada otot bilik jantung dan berakibat terjadinya henti jantung.

Henti jantung lebih mungkin dialami seseorang yang memiliki jantung tidak sempurna akibat kelainan bawaan atau yang telah mengalami kerusakan serius, seperti pada penderita penyakit jantung koroner.

Beberapa kejadian trauma juga dapat menyebabkan henti jantung secara mendadak seperti saat tersetrum, overdosis obat, aktivitas fisik terlalu berat, kehilangan banyak darah, penyumbatan saluran pernapasan, mengalami kecelakaan, tenggelam, dan hipotermia.

Sedangkan terjadinya serangan jantung disebabkan karena penyumbatan arteri jantung secara progresif akibat penyakit kardiovaskuler. Penyumbatan dapat berasal dari lemak darah atau kolesterol kondisi penyumbatan juga dapat meningkatkan tekanan darah yang menggerus dinding pembuluh sehingga terjadi luka dan penumpukan darah beku dari inflamasi.

Risiko serangan jantung lebih mungkin disebabkan gaya hidup tidak sehat, riwayat penyakit kardiovaskuler, dan sindrom metabolik pada usia lanjut.

Meskipun berbeda keduanya saling berkaitan. Banyak dari kasus henti jantung pada orang dewasa terjadi pada seseorang dengan riwayat penyakit jantung.

Henti jantung dapat terjadi saat setelah seseorang mengalami serangan jantung atau bahkan setelah gejala serangan jantung tersebut hilang.

Sebagian besar serangan jantung tidak berdampak demikian, hal tersebut terjadi saat serangan jantung sudah menimbulkan kerusakan yang serius dan menyebabkan jantung tidak dapat berdetak dengan normal akibat pembengkakkan otot jantung atau kardiomiopati.

Henti jantung dan serangan jantung merupakan salah satu penyebab kematian utama namun penderita dapat diselamatkan jika mendapatkan pertolongan yang tepat oleh tenaga professional sejak pertama munculnya gejala.

Serangan jantung sering muncul dengan tanda tidak spesifik namun segera hubungi tenaga kesehatan jika Anda curiga penderita memiliki gejala serangan jantung terlebih jika ia memiliki riwayat penyakit jantung.

Komentar