Betulkah Makan Nasi Bisa Bikin Kantuk?

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 Oktober 2017 | 10:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Benarkah makan nasi putih bisa menimbulkan kantuk?

Nah, itulah pertanyaan yang lama menggantung bersamaan dengan munculnya berbagai pendapat tentang asupan nasi.

Padahal, seperti diketahui nasi  adalah sumber kalori yang bagus.

Satu cangkir nasi putih mengandung sekitar seratus enam puluh lima kalori.

Sebagian besar kalori dalam nasi berasal dari karbohidrat, dengan kandungan karbohidrat per porsinya sebesar tiga puluh lima gram.

Karena tinggi akan kandungan karbohidrat dan kalori, maka nasi putih biasanya dijadikan menu makanan utama. Sebagai jenis makanan pokok, nasi putih bisa memberikan sumber energi yang besar untuk tubuh.

Nasi juga mengandung protein sebesar tiga koma tiga gram.

Tak ketinggalan, nasi putih mengandung banyak mineral dan vitamin yang bermanfaat untuk tubuh seperti vitamin D, zat besi, serat, kalsium, riboflavin dan tiamin.

Nasi merupakan makanan yang mengandung karbohidrat tinggi. Nasi juga memilki nilai indeks glikemik yang tinggi.

Indeks glikemiks sendiri adalah standar yang dipakai untuk mengukur seberapa cepat makanan tertentu meningkatkan kadar gula di dalam darah.

Hal ini yang menyebabkan rasa ngantuk muncul setelah mengonsumsi nasi. Mengapa bisa seperti itu? Ini karena tubuh manusia akan bereaksi terhadap asupan nutrisi yang didapatkan.

Tubuh membutuhkan tenaga yang sangat besar untuk memecah komponen karbohidrat yang kemudian akan di serap oleh sel-sel tubuh.

Proses tersebut dapat memicu peningkatan gula darah dalam tubuh.

Nah, supaya kadar gula tidak terlalu banyak dalam tubuh, organ pankreas akan lantas menghasilkan hormon yang disebut insulin.

Insulin mampu meningkatkan kadar triptofan dalam otak.

Selanjutnya, triptofan akan meningkatkan kadar hormon bernama serotonin dan melatonin.

Kedua hormon ini berkaitan erat dengan munculnya rasa mengantuk. Serotonin membuat Anda merasa tenang dan nyaman.

Sedangkan melatonin sendiri adalah hormon yang akan diproduksi agar tubuh bisa beristirahat.

Jadi jangan heran jika setelah Anda makan nasi, terutama dalam porsi yang besar, Anda akan merasa mengantuk.

Meskipun makan nasi bikin ngantuk, bukan berarti nasi tidak baik sama sekali. Anda tetap bisa mengonsumsi nasi tanpa khawatir jadi mengantuk.

Berikut tips-tips mencegah ngantuk setelah makan nasi yang bisa Anda terapkan.

Makan nasi cokelat, nasi merah, atau nasi hitam sebagai alternatif makanan pokok Anda. Jenis-jenis nasi tersebut memiliki nilai indeks glikemik yang lebih rendah daripada nasi putih.

Karena itu, Anda masih bisa mengonsumsi nasi tanpa takut langsung mengantuk.

Konsumsi protein yang lebih banyak seperti ikan atau ayam ke dalam pola makan Anda. Anda juga dapat mengonsumsi makanan jenis lemak yang sehat seperti alpukat, kacang-kacangan, tahu, serta biji-bijian.

Apabila Anda merasa lemas atau mengantuk setelah makan nasi, cobalah jalan kaki selama 20 menit. Melakukan aktivitias fisik akan meningkatkan kadar energi di dalam tubuh dan mengusir kantuk.

Minum air putih secukupnya, karena kekurangan air putih dapat membuat Anda semakin lemas. Dianjurkan untuk minum air putih sekitar delapan gelas per hari.

Jangan makan nasi berlebihan. Usahakan untuk menyeimbangkan porsi makan Anda dengan nutrisi lain seperti protein rendah lemak, vitamin, mineral, dan serat.

Anda juga perlu tahu apa dampaknya jika Anda mengurangi porsi nasi.

Metabolisme tubuh kita menghasilkan energi yang diperlukan untuk aktivitas dan berbagai fungsi tubuh.

Biasanya, energi didapat dari glukosa yang bersumber dari makanan sehari-hari.

Namun, dalam keadaan tertentu, proses metabolisme untuk menghasilkan energi juga dapat menggunakan lapisan lemak yang berada di dalam tubuh.

Hal ini dikenal dengan istilah ketosis.

Ketosis adalah kondisi metabolisme yang bersifat sementara, di mana tubuh tidak lagi metabolisme glukosa dari makanan, melainkan dengan cara memecah lemak di tubuh.

Proses ini mendorong liver untuk memecah asam lemak demi menghasilkan senyawa ketone, di antaranya betahydroxybutyrate dan acetone yang selanjutnya didistribusikan ke berbagai jaringan dan cairan tubuh.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan tubuh membakar lemak untuk menghasilkan energi, di antaranya berpuasa, beraktivitas fisik dengan intensitas tinggi, atau pola makan rendah karbohidrat.

Kondisi ketosis memungkinkan tubuh mengurangi lapisan lemak lebih banyak, dalam waktu yang cenderung singkat.

Penurunan konsumsi sumber makanan karbohidrat dapat menimbulkan perubahan hormon pengatur rasa lapar, karena tubuh lebih banyak mengonsumsi makanan sumber protein, sayuran, dan buah.

Senyawa keton yang dihasilkan saat mengalami ketosis juga mempengaruhi otak merespon rasa lapar.

Seperti efek rendah karbohidrat pada umumnya, tubuh yang kekurangan karbohidrat akan lebih mudah mengalami penurunan berat badan karena tubuh memecah lemak.

Hal ini terjadi apabila ketosis berlangsung dalam beberapa minggu dan dapat bertahan lama ataupun sebentar, tergantung seberapa cepat tubuh berhenti menggunakan lemak sebagai bahan energi dan menyimpan cadangan makanan kembali.

Mengurangi konsumsi karbohidrat dalam waktu yang lama mendorong tubuh untuk beradaptasi menggunakan lemak sebagai sumber energi.

Mengurangi sumber energi yang lebih mudah dipecah seperti karbohidrat akan membantu tubuh untuk mengatur sumber energi yang lebih efisien.

Saat kekurangan glukosa, otak juga mulai beradaptasi untuk menggunakan sumber energi lain seperti senyawa keton untuk mengganti karbohidrat. Mekanisme tersebut juga membantu otak bekerja lebih baik dalam berkonsentrasi dan mengingat.

Meski banyak manfaatnya, metabolisme lemak dalam tubuh untuk mengganti glukosa juga memiliki beberapa efek samping, yang mungkin tidak berbahaya namun bisa mengganggu. Di antaranya adalah:

Gejala ini terjadi pada permulaan tubuh, saat tubuh baru mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi, dan dapat berlangsung dalam beberapa hari sebelum tubuh beradaptasi sepenuhnya.

Pada awal adapatasi, tubuh mengeluarkan sisa karbohidrat dan air, selain menggunakan lemak sebagai bahan energi. Untuk mengatasi hal ini, tingkatkan konsumsi elektrolit atau garam mineral sodium, potassium, dan magnesium saat Anda mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah sedikit.

Kondisi ketosis juga disertai dengan pengeluaran cairan berlebih dan jumlah sisa makanan yang lebih sedikit. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengganti cairan tubuh dan memakan makanan dengan karbohidrat kompleks saat kekurangan konsumsi karbohidrat sederhana seperti dari tepung dan nasi.

Kesulitan tidur saat tubuh mengalami ketosis dikarenakan rasa lapar akibat konsumsi karbohidrat dengan jumlah yang lebih sedikit yang biasanya.

Hal ini menyebabkan individu yang mengalami ketosis terbangun dari tidur malam hari saat kadar karbohidrat paling rendah, dan sulit untuk tidur kembali.

Perubahan bau mulut disebakan oleh peningkatan senyawa acetone pada urin dan napas.

Kondisi ini dapat hilang saat tubuh sudah tidak berada dalam kondisi ketosis lagi, atau tubuh mulai terbiasa menggunakan lemak sebagai bahan energi karena kadar acetone sudah kembali menurun.

Hal ini tentu saja dapat diatasi dengan menggosok gigi ataupun berukumur.

Komentar