Bawang, Tak Hanya Mengikis Kolesterol

Penulis: Darmansyah

Minggu, 3 Agustus 2014 | 13:49 WIB

Dibaca: 5 kali

Bawang? “Bau mulut ah…!!” Itu yang selalu dikeluhkan oleh banyak orang ketika ditawarkan asupan berbahan bawang. Tidak hanya bau mulut, keringat yang keluar dibagian tertentu dari tubuh juga bisa menimbulkan bau yang tak sedap.

Tapi jangan nafikan dulu manfaatnya. Di balik fungsinya yang lebih banyak sebagai bumbu masakan, ternyata bawang merah dan bawang putih menyimpan potensi sebagai obat penurun kolesterol jahat, biang kerok penyakit jantung dan stroke.

“Bawang merah memiliki interaksi dengan enzim tertentu yang memiliki mekanisme menurunkan kolesterol. Ini adalah studi pertama yang meneliti interaksi bawang merah dengan fungsi biologi tubuh,” kata Zhen Yu Chen, peneliti dari Universitas Chinese di Hongkong.

Beberapa penyakit kronis seperti diabetes melitus, katarak, atau penyakit jantung merupakan sedikit contoh dari gangguan kesehatan yang bisa diatasi bawang. Selain itu bumbu dapur yang satu ini juga memiliki antibiotik yang kuat dan membantu mengurangi penyakit yang disebabkan kontaminasi bakteri.

Ratusan penelitian yang pernah dipublikasikan menyebutkan bawang secara alami memiliki komponen yang bersifat melindungi saraf dan sistem kardiovaskular, meningkatkan fungsi imun, melawan pertumbuhan tuor, serta membantu fungsi hormon yang sehat.

Salah satu manfaat bawang dalam mencegah penyakit jantung adalah karena kemampuannya menurunkan kolesterol, mencegah pengerasan arteri, meningkatkan elastisitas pembuluh darah, serta menjaga tekanan darah tetap normal.

Secara mengejutkan bawang juga memiliki aktivitas antikanker dan menjaga kadar gula darah tetap normal. Memang bawang tidak secara tunggal mencegah diabetes, Anda masih harus mengimbanginya dengan membatasi makanan tinggi gula dan lemak.

Studi yang dilakukan di China ini menemukan, orang dewasa yang biasa mengonsumsi bawang putih mentah dua kali seminggu, risikonya terkena kanker paru empat puluh empat persen lebih rendah. Bahkan ketika faktor merokok dimasukkan dalam gaya hidup, risiko kanker paru turun tiga puluh persen.

Riset dilakukan tim dari Jiangsu Provincial Centre for Disease Control and Prevention. Para peneliti membandingkan kesehatan pasien kanker paru dengan orang dewasa sehat.

Peneliti menanyakan gaya hidup dan pola makan para responden. Termasuk seberapa sering mengonsumsi bawang putih dan apakah responden merokok. Hasil penelitian ini dimuat dalam jurnal Cancer Prevention Research.

Riset sebelumnya juga menyatakan, bawang putih bisa melindungi paru terhadap berbagai kondisi. Salah satunya kondisi tumor seperti kanker usus besar.

Tidak jelas apakah bawang putih yang sudah dimasak memiliki efek yang sama. Namun, penelitian sebelumnya menyatakan senyawa kimia antikanker dalam bawang putih, allicin, bisa terurai saat siung bawang terpotong.

Allicin juga berfungsi untuk menurunkan inflamasi dan berperan sebagi antioksidan sehingga mngurangi bahaya radikal bebas pada sel tubuh. Manfaat lain bawang putih adalah menangkis bakteri kebal obat dan malaria.

Mengonsumsi makanan mengandung bawang memang dapat memicu timbulnya bau mulut. Belum lagi kita jadi banjir air mata saat memotongnya. Namun, umbi yang satu ini juga memiliki banyak manfaat, seperti memberikan aroma dan rasa yang lebih lezat pada masakan. Selain itu, bawang juga mampu memberikan manfaat kesehatan bagi tubuh.

Pakar kesehatan holistik di John Creek, Dr Jonathan Stegall mengatakan, bawang mengandung senyawa sulfur yang cukup banyak sehingga memberikan bau yang khas. Namun di samping itu, bawang juga merupakan agen detoksifikasi yang kuat.

“Dengan mengandung lebih dari seratus senyawa sulfur, bawang dapat mencegah dan mengobati penyakit, dari mulai diabetes hingga penyakit jantung, bila dikonsumsi setiap hari,” ujarnya.

Bawang mengandung efek antihistamin dari senyawa antioksidan yang disebut dengan kuersetin. Penelitian menunjukkan, kuersetin dapat mencegah sel imun mengeluarkan histamin, senyawa yang menimbulkan reaksi alergi. Karena itu, peneliti menyimpulkan, antioksidan ini dapat mengurangi histamin atau senyawa peradangan lainnya yang ada dalam tubuh. Kuersetin juga berpotensi menjadi terapi asma.

Bawang dapat membantu mengurangi risiko kanker bila dikombinasikan dengan kunyit. Senyawa kimia yang terkandung dari dua bahan ini terbukti oleh studi dalam Clinical Gastroenterology and Hepatology dapat mengurangi ukuran dan jumlah lesi prakanker pada usus sehingga mengurangi risiko kanker usus besar.

Konsumsi bawang dalam jumlah besar dapat mengurangi kadar gula darah yang berlebih. Minyak esensial dari bawang yang disebut dengan alil propil disulfida lah yang memberikan efek ini. Senyawa tersebut mengurangi kadar gula darah dengan meningkatkan jumlah insulin yang tersedia.

sumber : www.medicaldaily.com dan daiy mail co.uk.

Komentar