Banyak Pria Tidak Sadar Disfungsi Ereksi

Penulis: Darmansyah

Jumat, 31 Agustus 2018 | 09:09 WIB

Dibaca: 1 kali

Disfungsi ereksi?

Ya, “penyakit” ini kerap terjadi pada pria saat berhubungan intim tanpa disadari.

Gangguan seksual disfungsi ereksi terjadi ketika pria tidak mampu mencapai dan mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan.

Jika pria mengalami disfungsi ereksi selama lebih dari tiga bulan atau dalam sepuluh kali berhubungan seksual, sebaiknya segera mencari pertolongan medis dan mengubah gaya hidup.

Kesadaran seseorang akan disfungsi ereksi adalah kunci keberhasilan pengobatan. Selama ini banyak yang tidak sadar akan disfungsi ereksi dan diam saja

Jika tak ditangani, disfungsi ereksi berdampak pada hubungan seksual yang tidak memuaskan kedua pasangan, menimbulkan rasa tidak nyaman, ejakulasi dini, hingga trauma untuk menjalani hubungan intim berikutnya.

Agar tak berakibat buruk pada hubungan, disarankan untuk memeriksakan segera keluhan pada tenaga medis.

Dokter ahli bakal memberikan pengobatan yang spesifik karena penyebab disfungsi ereksi yang berbeda-beda pada setiap orang.

Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh multifaktor yang saling terkait mulai dari gangguan kesehatan pembuluh darah, saraf, hormonal, struktur penis, dan pengaruh obat-obatan tertentu.

Setiap orang obatnya berbeda karena penyebabnya beda-beda, sangat custom sekali.

Tidak bisa beli obat sendiri, apalagi obat dengan label herbal yang sering dijual di jalanan, itu tidak terbukti dan tidak masuk dalam panduan terapi disfungsi ereksi secara internasional.

Dokter memiliki standar internasional dalam mengobati pasien disfungsi ereksi.

Pda lini pertama dokter bakal memberikan obat kategori PDE-5 Inhibitors. Obat ini bekerja saat sedang berhubungan seksual.

Obat ini mesti diberikan pada pasien yang tidak memiliki kontraindikasi. Pasalanya, kategori obat ini menyebabkan pembuluh darah melebar dengan konsekuensi tekanan darah bakal turun.

Alhasil obat ini tak bisa diberikan pada orang bertekanan darah rendah dan sedang mengonsumsi obat yang memperlebar pembuluh darah.

Selain obat,  terapi dapat dilakukan dengan pemasangan vakum atau penjepit vena yang dipasang di penis.

Sambil mengobati, dokter juga bakal mencari tahu penyebab disfungsi ereksi pada pria sehingga pengobatan lebih akurat.

Pada lini kedua biasanya bakal dilakukan injeksi intracavernous atau suntikan ke pangkal penis.

Tahap berikutnya dapat dilakukan dengan implan di bagian penis dan operatif pembuluh darah.

Selain pengobatan medis, pasien disfungsi ereksi juga diminta untuk melakukan gaya hidup sehat dengan menjaga berat badan proporsional.

Gaya hidup harus bagus, tidak merokok dan mengonsumsi alkohol, jangan stres, olahraga wajib berupa kardio seperti lari atau berseped.

Pada berat badan berlebih level hormon yang menunjang ereksi lebih rendah dibanding orang berbadan proporsional.

Penelitian menunjukkan pria dengan diet rendah kalori selama delapan pekan dapat meningkatkan kemampuan ereksi lebih baik.

Obat-obatan dan perubahan pola hidup sehat dapat membantu disfungsi ereksi dan akan terjadi perbaikan

Saat ini, prevalensi disfungsi ereksi di dunia meningkat seiring pertambahan usia. Sesuai data Asian Journal of Andrology, prevalensi disfungsi ereksi pada usia 20-29

Penelitian The Global Study of Sexual Attitudes and Behaviours di dua puluh sembilan, termasuk Indonesia,

Sangat banyak sekali pria di seluruh dunia yang mengalami disfungsi ereksi dan meningkat seiring pertumbuhan usia. Ini disebabkan multifaktorial atau saling terkait dengan kesehatan dan juga faktor degeneratif.

Faktor organik yang meliputi gangguan kesehatan pembuluh darah, saraf, hormonal, struktur penis, dan pengaruh obat menjadi penyumbang terbesar disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi bukan cuma urusan penis yang tak bisa mengeras saat penetrasi.

Lebih jauh, disfungsi ereksi merupakan ketidakmampuan pria mencapai dan mempertahankan ereksi yang sempurna untuk aktivitas seksual yang memuaskan.

Ada empat tingkatan ereksi dalam dunia medis.

Mulai dari tingkatan pertama yang sama sekali tak bisa ereksi hingga tingkatan keempat yang mampu ereksi sempurna.

Dari semuanya itu, hanya tingkatan empat yang dianggap normal dan tak bermasalah.

Yang tidak disfungsi ereksi itu hanya tingkat keempat, penis dapat mengeras seperti dinding atau timun muda. Tapi, tingkat tiga itu bisa mengeras walau tidak seluruhnya, tapi cukup untuk penetrasi,.

Kondisi ereksi tingkat ketiga berpengaruh pada hasil hubungan seksual. Ereksi yang tak sempurna,  membuat pasangan tak nyaman, ejakulasi dini, kurang puas, hingga trauma menjalani hubungan berikutnya.

Disfungsi ereksi juga dapat ditangani dengan pengobatan dan perubahan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol, serta rutin berolahrag

Komentar