Banyak Orang Gemuk yang Susah Kurus

Penulis: Darmansyah

Senin, 16 Oktober 2017 | 10:21 WIB

Dibaca: 0 kali

Jurnal kesehatan berjudul Lancet menyebutkan bahwa banyak orang gemuk yang ternyata tubuhnya memiliki sistem biologis yang membuat mereka cenderung susah menurunkan berat badan.

Bahkan, andai berat badan sudah turun, kecenderungan untuk naik lagi sangat mungkin terjadi.

Setiap orang memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menjaga berat badannya tetap ideal atau menurunkan berat badannya.

Sebagai contoh, ada yang bisa dengan mudah menurunkan berat badan meskipun tidak harus melakukan program diet ketat atau olahraga rutin.

Namun, ada pula orang yang sudah berusaha menata pola makannya sebaik mungkin dan bahkan berolahraga dengan sangat keras namun berat badannya hanya turun dengan seberapa.

Mereka yang gemuk  namun susah untuk kurus ini bahkan sudah berusaha untuk menurunkan asupan kalori hariannya.

Meskipun bermaksud baik, hal ini justru akan memicu sistem biologis tubuhnya untuk menagih asupan kalori tambahan sehingga membuat mereka mudah lapar.

Jika hal ini dituruti, maka konsumsi kalori dari makanan atau camilan yang berlebihan akhirnya akan kembali menaikkan berat badan.

Karena alasan inilah, pakar kesehatan menyarankan mereka yang ingin menurunkan berat badannya sebaiknya tidak melakukan diet ekstrim.

Pastikan untuk berkonsultasi dengan pakar diet agar bisa mendapatkan diet yang tepat dan tidak menyiksa tubuh karena diet jenis ini justru biasanya kurang sehat dan bisa membuat kita semakin kesulitan mendapatkan berat badan yang ideal.

Selain itu, pastikan untuk menjaga gaya hidup yang sehat seperti menerapkan pola makan dengan kadar gizi yang seimbang, rutin berolahraga, dan selalu tidur dengan waktu yang cukup.

Dr. Christopher Ochner, asisten profesor pediatri di Icahn School of Medicine New York, mengatakan bahwa mereka yang memiliki  masalah kegemukan kronis tampaknya akan sulit mengubah sistem biologisnya untuk benar-benar pulih dari gemuk.

Karena nyatanya, mereka secara biologis saja sudah sangat berbeda dengan orang normal yang tidak pernah mengalami kelebihan berat badan.

Ochner meyakini, kalau para penderita obesitas ini hanya bisa diatasi dengan tindakan bedah.

Tindakan bedah yang diambil yaitu, operasi penurunan berat badan yang dikenal sebagai gastric bypass, di mana dokter melakukan pemotongan usus untuk membuat pasien makan lebih sedikit dan akhirnya turun berat badan.

Operasi ini terbukti efektif dalam mempertahankan penurunan berat badan jangka panjang. Sedangkan obat kurus atau pengobatan lainnya belum terbukti berhasil.

Sedangkan Profesor John Wilding, dari University of Liverpool Institute of Aging and Chronic Disease, yang membantu menyusun panduan bagi yang akan melakukan operasi penurunan berat badan, mengatakan kalau saat ini hanya operasilah yang mampu untuk menghilangkan masalah obesitas.

Sebetulnya bisa saja menurunkan berat badan dengan berolahraga dan diet.

Tapi kenyataan, malah lebih mudah menurunkan berat badan daripada mempertahankan berat badan jangka panjang bagi orang yang obesitas.

Umumnya sebagian besar orang memiliki kemauan banyak dalam menurunkan berat badannya, tapi tidak membuahkan hasil.

Untuk meningkatkan peluang kebrhasilan diperlukan 1-2 perubahan perilaku.

Beberapa kebiasaan yang dilakukan seseorang tanpa disadari bisa membuat berat badannya sulit berkurang sehingga ia tetap menjadi gemuk.

Untuk itu ketahui hal-hal apa saja yang bisa membuat seseorang sulit menjadi kurus, seperti dikutip dari Menshealth.com, Selasa (17/5/2011) yaitu:

Tidak memiliki waktu makan yang teratur bisa membuat tubuh sulit mengendalikan nafsu makannya dan menjadi lebih banyak makan.

Jika seseorang melewatkan waktu makan maka otak tidak memiliki tenaga dan akan mengirim sinyal untuk makan lebih banyak.

Jika seseorang makan dengan cepat akan membuatnya tidak cepat merasa kenyang dan akan pindah ke makanan lainnya.

Untuk itu cobalah menikmati dan memperlambatnya sehingga tubuh lebih bisa mengenali sinyal kenyang dan membuat otak mengeluarkan perintah untuk berhenti makan.

Pesta di akhir minggu akan menyebabkan masalah setelahnya. Studi menemukan asam lemak jenuh dari makanan akan mempengaruhi asam palmitat dan leptin (hormon yang membantu mengatur nafsu makan), sehingga membuatnya akan makan berlebih pada hari seninnya.

Sodium yang terkandung dalam garam bisa membuat seseorang terus makan tanpa sadar sehingga ia akan mengemil dalam porsi besar.

Mengurangi secara perlahan asupan garam bisa membuat seseorang sedikit mengurangi ketagihannya.

Hal ini karena seseorang mengonsumsi kalori tapi tidak membakarnya, dan studi menunjukkan makan di depan televisi akan membuatnya mengonsumsi kalori lebih banyak dan menjadikanya semakin tidak aktif.

Serta jangan tidur setelah mengonsumsi makanan berat, tapi tunggulah hingga beberapa jam kemudian.

Komentar