Bangun Pagi Itu Bisa Memperpanjang Umur

Penulis: Darmansyah

Selasa, 15 Mei 2018 | 09:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Bangunlah lebih pagi, dan Anda akan mendapat keuntungan, “panjang umur.”

Ya, bangun pagi seperti ditulis oleh Phyllis C. Zee, MD., professor Neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, tidak hanya membuat Anda segar sepanjang hari tapi bisa memperpanjang usia.

Dan , apakah Anda pernah dengar wejangan “bangun pagi banyak rejeki”?

Ya, bangun tidur lebih pagi membuat kita memiliki waktu tambahan untuk bersiap menghadapi hari dibanding jika harus serba buru-buru. Ada banyak pula manfaat bangun pagi untuk kesehatan.

Menariknya, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang yang rajin bangun pagi berpeluang lebih panjang umur daripada orang-orang yang sering kesiangan.

Tubuh manusia memiliki “jadwal operasional”nya masing-masing yang disebut dengan jam biologis atau ritme sirkadian.

Ritme sirkadian mengatur setiap aspek kehidupan kita dari dalam, terutama mengatur kapan waktunya tidur dan bangun tidur, aktivitas fisik, mental, perilaku, bahkan hingga kondisi cahaya lingkungan sekitar dalam siklus dua puluh empat jam.

Ritme sirkadianlah yang menentukan apakah kita termasuk orang yang suka bangun pagi atau bangun siang.

Tidur adalah cara bagi jam sirkadian tubuh untuk mengatur ulang dirinya secara otomatis.

Ketika kita terbiasa tidur larut malam dan bangun kesiangan, tanpa disadari cara kerja jam biologis tubuh akan berubah.

Ritme sirkadian yang berubah akan memengaruhi bagaimana tubuh berfungsi secara keseluruhan, karena jam biologis tubuh ini juga membantu mengatur produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh penting lainnya.

Orang yang suka bangun pagi memiliki jadwal tidur yang teratur. Tidur cukup punya segudang manfaat.

Saat tidur, otak akan melepaskan hormon dan senyawa yang membantu proses metabolisme tubuh.

Mulai dari mengatur nafsu makan, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan daya ingat, memperbaiki mood, meningkatkan kebugaran, hingga meningkatkan energi dan fokus untuk beraktivitas keesokan harinya.

Semua fungsi metabolisme tubuh ini diatur oleh ritme sirkadian, yang bekerja mengikuti perubahan suhu dan cuaca di sekitar kita.

Menurut Phyllis C. Zee, MD., professor Neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, bangun pagi memberikan kita kesempatan lebih banyak terpapar sinar matahari pagi yang menyehatkan, sekaligus membantu ritme sirkadian bekerja lebih efektif.

Ketika metabolisme tubuh bekerja dengan baik, maka tubuh mampu menjalankan berbagai fungsinya tanpa masalah.

Manfaat bangun pagi telah lama dikaitkan dengan kebiasaan makan sehat yang ikut berperan menurunkan risiko berbagai kondisi kesehatan serius, salah satunya obesitas.

Karena dengan terbiasa tidur teratur dan bangun pagi, pada dasarnya kita jadi punya lebih banyak waktu untuk meracik sarapan sehat, sehingga cenderung untuk tidak kegemukan.

Berat badan berlebih membuat seseorang berisiko terkena berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, hingga penyakit tulang yang bisa menggerogoti kesehatan tubuh.

Berdasarkan penelitian gabungan dari Harvard School of Public Health di Amerika dan University of Cambridge Inggris, obesitas dapat meningkatkan risiko kematian dini.

Bahkan, rajin bangun pagi membuat kita merasa lebih bugar dan bersemangat sehingga jadi lebih produktif selama seharian.

Dalam jangka panjang, manfaat bangun pagi terhadap mood dan kesehatan mental ini dapat menurunkan risiko mengalami depresi.

Berbanding terbalik ketika kita bangun kesiangan. Normalnya, tubuh memang akan secara otomatis melepaskan hormon stres adrenalin dan kortisol untuk membuat kita lebih “melek” dan waspada begitu bangun tidur.

Meski begitu, semakin siang kita bangun semakin banyak hormon stres yang dilepaskan.

Kadar hormon stres yang berlebihan dalam tubuh tidak hanya membuat mood buruk, namun lama-lama juga berdampak negatif pada kesehatan tubuh.

Kristen Knutson, profesor neurologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, menyatakan orang yang tidur larut malam, dua kali lipat lebih berisiko untuk mengalami gangguan psikologis, dua puluh tiga persen lebih berisiko mengalami gangguan pencernaan, dan dua puluh dua persenlebih tinggi terkena penyakit pernapasan.

Selain itu, sering begadang lebih memungkinkan seseorang untuk melakukan kebiasaan yang tidak sehat, seperti makan tengah malam, minum alkohol, merokok, dan bahkan memakai obat-obatan terlarang.

Akibatnya, orang yang tidur larut malam dan bangun lebih siang memiliki kadar gula darah, trigliserida, dan kolesterol jahat  yang lebih tinggi karena kebiasaan tidak sehatnya tersebut.

Berbagai gangguan metabolik ini kemudian menjadi akar masalah dari banyak penyakit kronis, seperti penyakit jantung koroner dan diabetes.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Northwestern University Feinberg School of Medicine dan University of Surrey Inggris melaporkan, risiko kematian dini akibat penyakit kronis meningkat hingga sepuluh persenpada orang-orang yang suka begadang daripada orang yang rajin bangun pagi.

Komentar