Bangun Pagi Bisa Bikin Langsing

Penulis: Darmansyah

Selasa, 7 Maret 2017 | 15:52 WIB

Dibaca: 0 kali

Bangunlah lebih pagi dan pagi…

Kebiasaan ini mempunyai  manfaat menurunkan berat badan.

Penelitian membuktikan bahwa ‘morning person’ cenderung punya tubuh lebih ramping dibanding ‘evening person’.

Berbagai penelitian terdahulu banyak mengaitkan bahwa kebiasaan sarapan pagi bisa menghindarkan seseorang dari perilaku makan berlebihan pada sesi makan berikutnya.

Untuk bisa sarapan, mau tidak mau memang harus selalu bangun lebih pagi.

Para ilmuwan di Finlandia baru-baru ini mengamati pola makan pada dua ribu orang yang dipilih secara acak.

Pola makan tersebut lalu dibandingkan dengan pola tidur dan kebiasaan bangun pagi.

Perbedaan asupan nutrisi dan level energi teramati dalam hasil pengamatan tersebut.

Partisipan yang terbiasa bangun pagi atau disebut juga ‘morning person’ cenderung memiliki pola makan yang lebih sehat. Sebaliknya, ‘evening person’ lebih banyak mengonsumsi gula dibanding protein.

“Secara naluriah mereka (morning person) memilih makanan yang lebih sehat sepanjang hari,” kata Dr Cournet Peterson dari The Obesity Society, dikutip dari Medicalexpress.

Perbedaan pola makan antara ‘morning person’ dan ‘evening person’ bahkan semakin nyata di akhir pekan.

“Evening person’ makan dua  kali lebih banyak dibanding ‘morning person’ dan dengan pola makan yang lebih tidak teratur.

Memang, tidak semua orang terbiasa dengan bangun pagi.

Bagi orang-orang yang selalu kesiangan, ada banyak cara untuk tetap sehat tanpa harus memaksakan diri bangun pagi-pagi.

Susah bangun pagi, bagi sebagian orang belum tentu berarti malas.

Bisa jadi, tuntutan pekerjaan memang mengharuskan untuk tidur larut sehingga tidak mungkin bagun terlalu awal. Bahkan menurut penelitian, faktor genetik juga menentukan seseorang termasuk ‘morning person’ atau bukan.

Yang pasti, kebutuhan tidur ideal yang dianjurkan adalah enam hingga delapan jam tiap malam.

Jika memang pada malam sebelumnya tidur terlalu larut, maka bangun terlalu awal mungkin memang tidak lebih sehat dibandingkan olahraga pagi. Istirahat, bagaimanapun tetap penting agar sel-sel tubuh punya waktu untuk memulihkan diri dari kelelahan.

Lalu bagaimana cara menebus kesempatan olahraga pagi yang terlewat?

Jika memang tidak punya waktu di pagi hari, maka harus diingat bahwa memang tidak ada aturan bahwa olahraga hanya boleh dilakukan pada pagi hari. Olahraga sore atau malam hari, bahkan punya sejumlah kelebihan dibanding olahraga pagi.

Kalaupun ada kerugiannya, olahraga malam sering dikaitkan dengan keluhan susah tidur. Namun kondisinya tidak selalu sama pada setiap orang.

Ada juga yang justru tidurnya menjadi lebih lelap setelah olahraga malam, sehingga seperti dikutip dari Thrillist, kerugian olahraga malam secara ilmiah memang masih diperdebatkan.

Di luar pilihan waktu antara pagi atau malam hari, perlu juga diingat bahwa pada prinsipnya olahraga tidak selalu butuh waktu khusus.

Dengan selalu mengupayakan agar sepanjang hari tetap aktif secara fisik, sebenarnya kebutuhan untuk olahraga ringan sudah terpenuhi.

Faktanya, banyak orang yang menghabiskan waktunya seharian hanya dengan duduk di meja kerja.

Meluangkan waktu untuk berjalan-jalan tiap satu hingga dua  jam untuk sekadar pergi ke toilet atau ke dapur untuk mengambil minum, sudah sangat membantu memenuhi kebutuhan untuk bergerak.

Komentar