Bahaya Kesehatan Minum Air Dingin

Penulis: Darmansyah

Jumat, 8 September 2017 | 09:34 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda, mungkin, termasuk salah seorang yang keranjingan menenggak air dingin kala kehausan dan tak pernah tahu apa resiko yang ditimbulkannya.

Ya, memang banyak  orang yang sangat menyukai air dingin, tidak peduli saat udara dingin pun mereka masih meminumnya.

Tenggorokan kita pasti sangat kegirangan saat air dingin menyentuhnya.

Sebenarnya Anda harus tahu resiko apa yang bisa ditimbulkan air dingin terhadap tubuh.

Resiko pertama perut bisa buncit.

Sebenarnya sudah banyak yang mengetahui tentang ini, tapi kebanyakan dari mereka mengabaikan karena memang reaksi yang ditumbulkannya sangat lambat.

Tapi jika disadari dengan teliti perubahan perut Anda jika terlalu banyak mengonsumsi air dingin sangat terlihat jelas.

Faktor yang menyebabkan perut buncit saat terlalu sering mengonsumsi air dingin adalah pada saat proses penghangatan, air es juga akan dihangatkan oleh bantalan lemak yang ada di perut.

Bila terlalu sering mengonsumsi air dingin maka akan dibutuhkan bantalan lemak yang semakin banyak.

Resiko lainnya yang sangat menakutkan adalah pembekuan pada otak

Jika salah satu dari Anda pernah mendengar ucapan orang tua yang berkata “jangan banyak-banyak minum es nanti otak nya beku”, sebenarnya ucapan itu tidak salah.

Mengapa air dingin atau air es dapat mengakibatkan pembekuan otak?

Alasannya jelas karena air es akan meningkatkan aliran darah menuju otak sehingga kita tiba-tiba merasa pusing yang kemudian perlahan hilang

Seseorang yang memiliki riwayat migrain sangat berpotensi besar mengalami pembekuan otak.

Karena otak sangat sensitive terhadap suhu, maka lebih dianjurkan untuk tidak terlalu sering mengonsumsi air dingin.
Meminum air dingin termasuk teh es setelah makan pun adalah hal yang sangat harus Anda hindari.

Hal ini karena zat oxalate yang ada pada teh es dapat mempercepat pembentukan Kristal-kristal yang menyerupai batu di dalam jaringan ginjal Anda.

Air teh yang dingin juga dapat menghambat ginjal dalam mengendalikan cairan tubuh.

Seorang penderita amandel sangat dilarang untuk mengonsumsi minuman dingin karena dapat peradangan bakteri yang harus diwaspadai.

Pada tenggorokan ada sesuatu yang disebut rambut getar, kegunaanya adalah untuk mengusir kuman.

Jika mengonsumsi air dingin maka rambut getar menjadi tidak berfungsi, dan kuman atau bakteripun sulit untuk diusir, hal tersebutlah yang membuat amandel semakin membesar.

Sebuah penelitian yang menyatakan bahwa minum air es mampu merangsang saraf vagus.

Saraf vagus adalah saraf kranial ke sepuluh dan termasuk bagian terpenting dari system saraf otonom tubuh.

Fungsinya untuk mengendalikan aktivitas tak sadar tubuh salah satunya detak jantung. Terlalu banyak mengonsumsi air dingin dapat menjadikan saraf jantung melemah.

Kebanyakan orang menganggap bahwa jika mengonsumsi air dingin dapat melegakan tenggorokan dan menjauhkan dari rasa haus, ternyata anggapan itu salah.

Orang yang haus dan minum air es justru hausnya akan bertambah sebab cairan yang masuk ke dalam tubuh tidak terserap dengan sempurna sehingga tubuh akan mudah sekali kehilangan cairan.

Masih banyak lagi akibat yang ditimbulkan jika Anda terlalu sering mengonsumsi air dingin, selain dapat memperparah penyakit yang Anda derita, mengonsumsi air dingin terlalu seringpun dapat meminbulkan penyakit baru.

Maka mulai dari sekarang, kurangi konsumsi air dingin.

Ganti air dingin Anda dengan air hangat yang lebih banyak mengandung manfaat bagi tubuh dan kesehatan Anda.

Selain itu, sebuah informasi terbaru yang beredar  menyebutkan bahwa kebiasaan minum air dingin  bisa  merusak usus dan memicu terjadinya kanker.

Alasannya, suhu dingin membuat makanan yang berminyak menjadi beku. Ketika kemudian bekuan minyak tersebut bereaksi dengan asam di saluran cerna, maka bekuan tersebut akan menjadi lemak beracun dan berbaris di dalam usus. Lemak ini kemudian terserap dengan sangat cepat sehingga menyebabkan kanker.

Air es atau air dingin sama seperti air yang lain, tidak memiliki perbedaan khusus dan hanya suhunya saja yang berbeda.

Konsumsi air dingin bukan faktor risiko terjadinya penyakit kanker. Minuman dingin lebih dianjurkan untuk dihindari karena memicu radang atau pilek pada mereka yang sensitif.

Dikutip dari Guardian, informasi air dingin pemicu kanker juga dikatakan belum memiliki bukti ilmiah yang mendukung. American Cancer Society menyebutkan bahwa penyakit ini memiliki faktor risiko yang lebih umum seperti pola makan, aktivitas fisik, paparan sinar matahari, polusi, genetika, dan gaya hidup.

Namun mereka secara tegas menyebutkan bahwa konsumsi air dingin bukan secara spesifik salah satu penyebab kanker.

Dilansir Web MD, konsultan kesehatan dari Emory University School of Medicine, Louise Chang, menuturkan untuk menjaga kesehatan tubuh selain mengonsumsi air putih Anda juga bisa rutin minum jus buah dan sayur.

Konsumsi jus buah dan sayur dapat memperkuat tubuh, mencegah degenerasi kulit, kelenjar, dan organ, serta menjaga kesehatan sistem pencernaan.

Komentar