Bahaya Kantongi Dompet di Saku Belakang

Penulis: Darmansyah

Kamis, 13 April 2017 | 08:37 WIB

Dibaca: 1 kali

Laman situs “mensjournal,” hari ini, Kamis, 13 April, mengingatkan para lelaki untuk menghindarkan mengantongi dompet di saku celana bagian belakang.

Menghindari mengantongi dompet di saku belakng?

Ya, dompet tebal di saku belakang bisa menimbulkan ketidakseimbangan otot dan iritasi di pinggang dan tulang belakang.

Kabar ini memang sedikit mengejutkan. Karena hampir setiap pria memiliki dompet melakukan hal tersebut.

Bahkan, banyak di antaranya sudah melakukannya sejak remaja

Dan kebiasaan ini tidak terbatas pada kegiatan biasa, tapi juga terjadi kalaa menyupir, naik motor, duduk di kereta, di kantor, dompet itu berada di tempat yang sama.

“Dompet tebal di saku belakang lama-lama akan menimbulkan ketidakseimbangan otot dan iritasi di pinggang dan tulang belakang,” tulis “mensjournal.”.

Bagaimana hal itu terjadi?

Begini urutannya: Dompet tebal membuat tubuh kita miring saat duduk, sehingga tulang panggul terangkat sebelah dan tulang belakang bagian bawah beserta bantalannya akan ikut miring.

Agar mata kita tetap horisontal, tulang punggung akan bereaksi dengan miring ke arah sebaliknya.

Kemiringan tulang belakang itu akan membuat otot-otot di sekitarnya (otot perut, pinggang) ikut miring.

Dan bila itu terjadi dalam jangka panjang dan terus menerus, otot-otot akan menjadi lemah karena satu sisi memendek dan sisi lain memanjang.

Pada kondisi tertentu, bantalan tulang belakang juga tergerus dan mengakibatkan desakan pada saraf, sehingga memunculkan sakit pinggang atau low back pain.

Rasa sakit yang ditimbulkan itu biasanya menjalar dari punggung hingga kaki.

Tentu kita tidak membayangkan bahwa dompet tebal kita juga menjadi penyebab mengapa kita tidak cukup kuat melakukan squat, tidak mampu lari cepat, serta membuat otot betis, paha, dan bokong menjadi lemah.

Untuk menghindari masalah tersebut, inilah yang harus Anda lakukan: Bersihkan dompet Anda dari kertas-kertas dan barang tidak berguna.

Singkirkan uang logam ke tempat lain.

Bila perlu ganti dompet Anda dengan yang lebih tipis untuk membawa yang paling Anda perlukan, seperti sedikit uang, kartu kredit, SIM dan KTP.

Dan hal yang terpenting adalah, jangan kembalikan dompet itu ke kantong belakang celana.

Anda bisa menyimpannya di kantong jaket, kantong depan celana, atau di dalam tas.

Selain lebih sulit dicopet, Anda harus membiarkan tulang belakang Anda berada di posisi semestinya.

Mmedia yang sama juga mengingatkan, jangan anggap semua masalah tulang belakang adalah persoalan kecil yang bisa diatasi dengan hanya pergi ke tukang urut maupun terapi chiropractic.

Jika penanganan tulang belakang tidak dilakukan oleh ahlinya, justru bisa berakibat fatal.

Sebelum melakukan penanganan pada tulang belakang, pasien harus menjalani pemeriksaan fisik dan penunjang, seperti ronTgen, CT Scan, dan MRI.

Setelah didapatkan diagnosis terhadap tulang belakang, barulah dokter dapat menentukan langkah selanjutnya.

Penyakit tulang belakang ada yang bisa dilakukan tindakah dengan operasi atau cukup makan obat-obatan, maupun fisioterapi saja bisa sembuh.

Pasien saraf kejepit, sembilan puluh lima persen bisa sembuh dengan sendirinya, hanya lima persen yang butuh operasi.

Pemeriksaan menyeluruh sangat diperlukan, apakah pasien memiliki kelainan tulang belakang.

Misalnya, untuk kasus pasien yang memiliki tulang belakang bengkok atau skoliosis, tentu tidak bisa sembarangan ditangani dengan cara diurut untuk meluruskan tulang.

Atau untuk kasus kifosis, yakni tulang belakang yang melengkung, juga perlu penanganan dengan hati-hati. Apalagi jika ada masalah tulang belakang bagian leher, seperti tulang yang menunduk.

Daerah leher bisa fatal, di leher itu ada saraf otak. Jika dipaksa atau leher diputar-putar, bisa patah tulang belakang atau sarafnya sehingga menyebabkan kelumpuhan, hilang kesadaran.

Chiropractic sendiri merupakan metode mengatasi nyeri punggung tanpa tindakan operasi maupun obat-obatan. Chiropractic mirip dengan pijat, karena hanya menggunakan tangan terapis atau instrumen tambahan.

Namun, tak semua pasien yang mempunyai masalah tulang belakang aman menjalani terapi ini, khususnya pasien yang perlu tindakan operasi untuk mengatasi masalah tulang belakang.

Komentar