Ingin Awet Muda? Singkirkan Saja Gula

Penulis: Darmansyah

Jumat, 2 Juni 2017 | 14:30 WIB

Dibaca: 0 kali

Siapa yang bisa menolak manisnya gula

Ya, gula memang manis.

Namun begitu banyak orang yang tidak bijak dalam mengonsumsi gula karena pemanis ini bisa memang “candu” bagi banyak orang.

Padahal, kelebihan konsumsi gula berdampak buruk bagi kesehatan dan mempercepat penuaan.

Butuh alasan untuk mengurangi konsumsi gula?

Ini contoh nyatanya seperti ditulis laman situs “metro.uk,” hari ini, Jumat, 02 Juni, tentang seorang wanita bernama Carolyn Hartz

Wanita tujuh puluh tahun ini  yang terlihat segar dan tampak lebih muda tiga puluh tahun ini bisa menjadi inspirasi.

Ia mengungkapkan rahasia penampilannya, yakni tidak mengonsumsi gula.

“Saya sudah dua puluh delapan tahun tidak mengonsumsi gula. Pada awalnya memang sulit karena saya sudah ketagihan gula, tapi saya meyakinkan diri bahwa ini adalah cara untuk tetap sehat dan menjaga bentuk tubuh,” kata Hartz, seperti dikutip Daily Mail.

Tanda-tanda penuaan memang tidak tampak pada penampilan Hartz.

Tidak ada kerutan yang menghiasi kulitnya, bahkan wanita yang tinggal di Autralia ini masih tampak seksi mengenakan bikini.

Hartz mengungkapkan, ia banyak mengonsumsi protein saat makan, terutama saat sarapan. “Itu mencegah keinginan ngemil,” ujarnya.

Ia menambahkan, tak perlu menghindari makanan dan minuman yang disukai, tapi berhati-hati pada jenis dan porsinya.

“Semakin tua, metabolisme tubuh akan melambat. Karena itu kita harus memegang kendali dan membuat pilihan sehat. Kita juga perlu bekerja lebih keras,” katanya.

Sebagai pengganti gula, ia menggunakan pemanis yang disebut xylitol, gula pengganti alami yang biasanya ditemukan pada beberapa sayuran dan buah beri.

Selain itu, tidur cukup juga menurutnya elemen yang sangat penting dalam kebugaran. Ia mengaku tidur 8 jam saat malam dan disiplin melakukannya setiap hari.

“Tidur adalah masa ketika tubuh kita diperbaiki dan diperbaharui,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap optimis. “Bersikaplah bahagia pada siapa pun dan tak perlu mencemaskan umur. Latih diri Anda untuk melihat gelas sebagai setengah penuh,” katanya.

Sebenarnya, gula bukanlah racun yang harus seratus persen dihindari.

“Tubuh kita diciptakan dengan sempurna dan dilengkapi dengan sistem untuk mencerna gula,” kata penasehat bidang gizi Men’s Health, Alan Aragon, M.S.

Anjuran untuk menghindari gula berdasarkan pada penalaran, bahwa gula adalah kalori kosong alias mengandung kalori yang cukup tinggi tapi tanpa nutrisi.

Jika 10 persen dari total kalori Anda berasal dari permen, maka tidak mungkin bagi Anda untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian tanpa Anda makan dalam porsi yang terlalu banyak.

Anda tidak perlu khawatir dengan gula alami yang ada dalam buah-buahan, sayuran, dan produk susu, kata Frank Hu, M.D., Ph.D., profesor nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health.

Pasalnya, makanan-makanan tersebut kaya akan nutrisi seperti serat, protein, vitamin, dan mineral.

Tapi, bukankah gula menyebabkan diabetes?

Pemikiran tradisional mengatakan demikian. Tetapi, gen dan ukuran pinggang Anda mungkin memainkan peran lebih besar dalam perkembangan penyakit itu, kata Aragon.

Kelebihan lemak, terutama jika secara genetik Anda lebih berisiko melebar di area tubuh bagian tengah, dapat menyebabkan resistensi insulin, katanya.

Resistensi insulin akan menyebabkan penurunan kontrol terhadap glukosa dalam darah, yang pada gilirannya akan menyebabkan prediabetes dan diabetes.

Kejahatan utama gula yang lain, dalam beberapa kasus, adalah membuat makanan menjadi begitu lezat sehingga kita makan terlalu banyak, kata Aragon.

Menurut rekomendasi pemerintah AS, konsumsi gula harus dijaga kurang dari sepuluh persen dari total kalori harian.

Kebanyakan pria memerlukan dua ribu sampai tiga ribu kalori, tergantung pada tingkat usia dan aktivitas Anda, demikian menurut Dietary Guidelines.

Untuk diet dua ribu kalori, batas maksimal konsumsi gula adalah dua belas setengah sendok teh atau setara dengan lima puluh gram.

Untuk diet tiga ribu kalori, batas maksimalnya adalah delapan belas sendok teh atau setara dengan tujuh puluh lima gram.

Beberapa jenis makanan yang biasa Anda konsumsi, misalnya yogurt rasa buah, mengandung gula tambahan dan gula alami. Hal ini harus Anda perhitungkan juga, agar tidak kelebihan konsumsi gula.

Anda dapat mencoba membandingkan antara yogurt dengan pemanis tambahan dan yogurt tanpa pemanis tambahan untuk mengetahui berapa gram gula tambahan yang ada di dalam produk tersebut.

Tapi Anda tidak perlu khawatir tentang semua hitung-hitungan itu, kata Dr Hu. “Saya sendiri tidak selalu menghitung jumlah gula yang ada di dalam setiap makanan yang saya makan.”

Selama Anda mengikuti pola makan sehat yang umum dengan tidak minum soda, tidak minum terlalu banyak jus buah, tidak menambahkan banyak gula pada kopi atau teh, dan memperhatikan kualitas makanan dan bahan-bahan makanan yang Anda konsumsi, secara umum Anda baik-baik saja.

Yang perlu diingat, tidak ada alasan untuk berhenti makan buah, kata Hu lagi. Jumlah gula dalam apel terbilang sangat kecil dibandingkan dengan jumlah yang ada dalam minuman soda.

Mengonsumsi apel berarti Anda mendapatkan nutrisi lain yang bermanfaat, seperti serat dan vitamin C.

Jika Anda ingin lebih berhati-hati, awasi berapa gram gula yag ada di dalam produk yogurt, energy bar, dan makanan olahan lainnya yang menjadi favorit Anda dan bandingkan dengan batas lima puluh hingga tujuh puluh lima gram yang disebutkan di atas.

Sebagai contoh, beberapa merk energy bar mengandunggula.

Jika kandungan gula di dalam makanan kemasan pilihan Anda terlalu tinggi, pertimbangkan untuk memilih jenis camilan atau merek lain yang kandungan gulanya lebih rendah.

Komentar