Awas, Resiko Kerja Berdiri Lama

Penulis: Darmansyah

Jumat, 31 Juli 2015 | 08:38 WIB

Dibaca: 5 kali

Anda seorang “worker?” Memiliki jam kerja yang lama untuk berdiri? Penjaga toko, petugas keamanan, kasir atau pun tentara dan polisi di rumah jaga.

Nah, tahukah Anda efek yang ditimbulkan oleh lamanya seseorang berdiri dikaitkan dengan kesehatan?

Laman dari situs “healthday,” Jumat, 31 Juli 2015, yang memuat sebuah hasil penelitian terbaru mengungkapkan bahwa berdiri selama lima jam setiap hari berkontribusi pada gangguan otot bagian tungkai bawah.

Kondisi ini bisa menyebabkan risiko nyeri punggung jangka panjang dan gangguan otot serta persendian.
Penelitian ini pasti merupakan berita buruk bagi mereka yang waktu kerjanya kebanyakan dilakukan sambil berdiri

Sebenarnya berdiri dua jam setiap hari tidak menyebabkan masalah, tetapi periode yang lebih lama baru terlihat efeknya.

Gangguan kesehatan yang mungkin timbul antara lain masalah jangka pendek seperti kaki kram dan nyeri punggung. Tetapi masalah jangka panjang biasanya kurang disadari.

Penelitian mengenai efek tersebut dipastikan mengganggu kestabilan postur dan tekanan otot kaki

Hasilnya, tak melihat gender dan usia, para pekerja jenis ini rata-rata mengeluhkan rasa nyeri di akhir hari kerja.

Karena penelitian ini hanya melibatkan responden yang sedikit, memang belum bisa disimpulkan bahwa berdiri terlalu lama berdampak buruk.

Meski begitu, tetap disarankan bagi pekerja untuk melakukan peregangan secara rutin dan melakukan rotasi gerakan setiap tiga puluh menit.

“Pada dasarnya tubuh kita tidak bisa berada dalam satu postur yang sama terlalu lama. Jadi, melakukan variasi gerakan selalu bagus agar aliran darah lebih lancar,” kata peneliti.

Seperti juga yang dikutip “nuga” dari “Canadian Center of Occupational Health and Safety, “ posisi berdiri untuk jangka waktu panjang secara teratur bisa menyebabkan kaki sakit, pembengkakan kaki, varises, kelelahan otot umum, nyeri pinggang serta kekakuan pada leher dan bahu.

Hal ini karena tubuh dipengaruhi oleh pengaturan daerah kerja sehingga membatasi posisi-posisi tubuh pekerja dalam beraktivitas.

Akibatnya tubuh pekerja hanya memiliki sedikit kebebasan bergerak dan menjadi lebih kaku. Kurangnya fleksibilitas tubuh akan menyebabkan masalah kesehatan.

Bekerja dalam posisi berdiri pada jangka pendek akan menimbulkan ketidaknyamanan dan akhirnya jika berlangsung terus menerus bisa mengakibakan masalah kesehatan yang parah dan kronis.

Terlalu lama berdiri membuat otot menjadi kaku sehingga secara efektif bisa mengurangi suplai darah ke otot-otot.

Akibatnya aliran darah berkurang sehingga mempercepat timbulnya kelelahan dan menyebabkan nyeri pada otot-otot punggung, kaki dan leher.

Pekerja tidak hanya merasakan ketegangan otot tapi juga ketidaknyamanan lainnya seperti berkumpulnya darah di kaki, serta berdiri terlalu lama mengakibatkan radang pembuluh darah. Peradangan ini dari waktu ke waktu berkembang menjadi varises kronis dan menyakitkan.

Selain itu juga bisa menyebabkan sendi di tulang belakang, pinggul, lutut dan kaki menjadi seperti terkunci yang nantinya memicu terjadinya penyakit rematik degeneratif akibat kerusakan pada tendon dan ligamen

Komentar