Awas, Makanan Manis Bisa Merusak Kulit

Penulis: Darmansyah

Kamis, 15 Juni 2017 | 14:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Makanan manis selama puasa?

Awas!!

Menu jenis ini bukan hanya berpengaruh pada lingkar pinggang tapi juga memengaruhi kondisi kulit.

Konsumsi makanan sumber karbohidrat sederhana seperti roti putih, cakes, dan juga nasi memang mengenyangkan, namun dengan cepat akan menaikkan kadar gula darah.

Demikian pula halnya dengan gula.

Kadar gula darah yang tinggi dapat memperlemah kulit karena pengaruhnya pada jaringan kulit seperti kolagen.

Jika makanan manis ini sering dikonsumsi, cadangan kolagen cepat berkurang sehingga kulit pun lebih cepat keriput.

The American Heart Association menyarankan agar wanita mengonsumsi tidak lebih dari enam sendok teh gula setiap hari. Jumlah itu setara dengan seratus  kalori.

Menurut Dr.Carl Thornfeldt, ahli dermatologi, gula memiliki dua efek pada kulit, yakni mengaktifkan peradangan dan mengikat kolagen yang membuat kulit kencang.

“Bila kita terlalu sering mengonsumsi gula, lama-lama akan terjadi peradangan kronik,” katanya seperti dikutip marieclarie.com.

Pengaruh dari peradangan itu antara lain jerawat dan juga mempercepat timbulnya tanda-tanda penuaan.

Untuk itulah sebaiknya mulai membatasi asupan gula. Untuk menu pembuka puasa misalnya, dari pada memilih es teler, pilihlah jus buah tanpa gula. Atau jika sudah mengonsumsi semangkuk kolak, minumlah air putih.

Anda juga harus tahu, kandungan kalori pada minuman manis cukup tinggi.

Padahal,  kita tetap bisa membatasi asupan kalorinya dan tetap menikmati rasa manis yang lebih sehat.

Jaringan restoran Boga Group, Bakerzin, dan Tropicana Slim, produk pemanis rendah kalori, berkolaborasi menghadirkan kreasi minuman sehat menggunakan Tropicana Slim Sweetener Classic.

Ada tiga kreasi minuman yang dihadirkan di seluruh cabang Bakerzin, yaitu Passion Cooler, Orange Honey Splash, dan Fruit Fiesta.

Semua minuman ini terdiri dari buah-buahan, yang bukan cuma menyegarkan, tapi juga rendah kalori dan rendah gula.

Menurut Ellen Widodo, General Marketing Manager Boga Group, mengatakan, minuman ini hanya tersedia selama Bulan Puasa.

“Kami juga menawarkan paket promo spesial untuk pembelian ketiga minuman ini,” katanya

Noviana Halim, Brand Manager Tropicana Slim menjelaskan, Bakerzin dipilih sebagai mitra karena cocok sebagai perwakilan kaum urban. “Sebelumnya restoran ini juga sudah bekerja sama dengan kami untuk menyediakan makanan sehat. Di Bakerzin juga sudah lama bisa memilih jenis gula yang dipakai dalam minuman,” katanya.

Mengonsumsi minuman yang rendah kalori, menurut Moch.Aldis Rusliadli, Health and Nutrition Education Expert dari Nutrition, bisa menjadi cara untuk berbuka puasa secara sehat.

“Dalam satu gelas teh manis atau es cendol bisa terdapat 6 sendok teh gula pasir, padahal terkadang kita minum sampai dua gelas,” kata Aldis.

Bila ingin mengonsumsi minuman manis, Aldis menyarankan untuk memilih yang rendah gula atau yang terbuat dari buah-buahan.

“Walau buah manis, tetapi kadarnya lebih rendah dari gula. Selain itu juga ada kandungan serat dan vitaminnya,” ujarnya.

Untuk itu, bijaksanalah mengonsumsi gula karena pemanis ini bisa bersifat adiktif.

Padahal, kelebihan konsumsi gula berdampak buruk bagi kesehatan dan mempercepat penuaan.

Butuh alasan untuk mengurangi konsumsi gula?

Kisah Carolyn Hartz, wanita berusia tujuh puluh tahun yang terlihat segar dan tampak lebih muda tiga puluh tahun ini bisa menjadi inspirasi.

Ia mengungkapkan rahasia penampilannya, yakni tidak mengonsumsi gula.

“Saya sudah dua puluh delapan tahun tidak mengonsumsi gula. Pada awalnya memang sulit karena saya sudah ketagihan gula, tapi saya meyakinkan diri bahwa ini adalah cara untuk tetap sehat dan menjaga bentuk tubuh,” kata Hartz, seperti dikutip Daily Mail.

Tanda-tanda penuaan memang tidak tampak pada penampilan Hartz. Tidak ada kerutan yang menghiasi kulitnya, bahkan wanita yang tinggal di Autralia ini masih tampak seksi mengenakan bikini.

Hartz mengungkapkan, ia banyak mengonsumsi protein saat makan, terutama saat sarapan. “Itu mencegah keinginan ngemil,” ujarnya.

Ia menambahkan, tak perlu menghindari makanan dan minuman yang disukai, tapi berhati-hati pada jenis dan porsinya.

“Semakin tua, metabolisme tubuh akan melambat. Karena itu kita harus memegang kendali dan membuat pilihan sehat. Kita juga perlu bekerja lebih keras,” katanya.

Sebagai pengganti gula, ia menggunakan pemanis yang disebut xylitol, gula pengganti alami yang biasanya ditemukan pada beberapa sayuran dan buah beri.

Selain itu, tidur cukup juga menurutnya elemen yang sangat penting dalam kebugaran. Ia mengaku tidur delapan jam saat malam dan disiplin melakukannya setiap hari.

“Tidur adalah masa ketika tubuh kita diperbaiki dan diperbaharui,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya bersikap optimis. “Bersikaplah bahagia pada siapa pun dan tak perlu mencemaskan umur. Latih diri Anda untuk melihat gelas sebagai setengah penuh,” katanya.

Komentar