Awas Jika Berat Badan Turun Tanpa Sebab

Penulis: Darmansyah

Kamis, 30 November 2017 | 14:50 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda menginginkan berat turunnya berat badan?

Kalau jawabannya iya, awas bila penurunannya terus menerus tanpa Anda  melakukan apa-apa

Berat badan adalah penanda kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Fluktuasi yang besar dalam bobot tubuh bisa menandakan ada sesuatu yang serius menyangkut kesehatan.

Bukan mau menakut-nakuti. Tapi, dalam hal kesehatan lebih baik waspada bukan?

“Jika Anda kehilangan lima sampai sepuluh persen berat badan dalam tiga sampai enam bulan, sebaiknya periksakan,” kata ahli endokrin dan penyakit diabetes di Icahn School of Medicine at Mount Sinai, dokter Reshmi Srinath.

Ya, penyakit kanker bisa menyebabkan berat badan turun drastis. Menurut Srinath, jika seseorang tidak melakukan perubahan pola makan, olahraga, atau level stres tidak berubah, mendadak menjadi kurus harus diwaspadai.

Sebagian besar penyakit kanker menyebabkan sindrom susutnya bobot tubuh yang disebut cancer cachexia.

“Kondisi ini ditandai dengan peradangan sistemik, keseimbangan protein dan energi yang buruk, serta turunnya massa lemak tubuh. Biasanya ditemukan pada stadium akhir kanker,” kata ahli gizi Maya Feller.

Ketika seseorang mengalami penurunan berat badan yang drastis, kemungkinan besar ia menderita diabetes. “Karena kadar gula darah di tubuhnya sangat tinggi, bisa mengganggu ginjal dan sistem tubuh,” kata Srinath.

Tubuh tidak bisa memakai gula darah untuk bahan bakar, dan semuanya akan disaring di ginjal, lalu dikeluarkan.

Padahal, bagian tubuh kita seperti otot dan tulang, tidak mendapatkan energi dari gula darah.

Lama kelamaan tubuh pun terlihat kurus.

Selain berat badan yang turun, orang yang diabetes juga mengalami gejala sering haus, sering buang air kecil, pandangan kabur, atau rasa kebas di tangan dan kaki.

Ketika menghadapi stres atau drama hidup yang cukup berat, nafsu makan biasanya hilang. Menurut Feller, otak akan melepaskan hormon-hormon yang menekan nafsu makan.

“Otak juga mengirim pesan pada kelenjar adrenal untuk menghentikan produksi hormon adrenal di ginjal sehingga muncul respon ‘lawan atau tinggalkan’, sebuah kondisi psikologi saat stres yang membuat makan tidak jadi prioritas,” kata ahli nutrisi penyakit kronis ini.

Untuk menurunkan berat badan  secara normal diperlukan waktu dan usaha yang tidak sedikit.

Mengatur pola makan atau “diet” adalah salah satu usaha yang diperlukan, namun tubuh juga memerlukan waktu untuk beradaptasi sehingga berat badan menurun secara perlahan.

Mengurangi asupan secara ekstrem, bahkan tidak makan sama sekali, malah dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan.

Dengan melakukan diet, kita mengatur jumlah asupan dan jenis makanan apa saja yang kita konsumsi, terutama asupan jenis makanan dengan kadar kalori tinggi.

Selain itu, dengan melakukan diet, kita juga menyesuaikan jumlah asupan makanan dengan tingkat metabolisme tubuh.

Dengan semakin banyak beraktivitas, kita memerlukan banyak pengganti energi dalam bentuk makanan. Jika asupan berlebih, tubuh akan menyimpan energi dari makanan yang terlalu banyak dalam bentuk lemak.

Tubuh kita memerlukan berbagai macam nutrisi yang masing-masing mempunyai peran dalam menjaga kesehatan dan keseimbangan berat badan, terutama kalori yang diperlukan sebagai sumber energi dan pengganti sel yang rusak. Pola makan yang salah untuk menurunkan berat badan adalah mengurangi asupan terlalu banyak sehingga nutrisi untuk tubuh tidak tercukupi.

Meskipun tujuan utamanya adalah mengurangi asupan kalori dengan mengurangi konsumsi makanan, tetapi metode ini sering kali disalahartikan dengan sama sekali tidak mengonsumsi kalori atau nutrisi lainnya yang dianggap dapat menaikan berat badan.

Berat badan mungkin akan turun dengan cepat, namun orang tersebut akan berakhir dengan massa otot yang lebih rendah dan jaringan lemak tubuh yang lebih banyak. Bahkan saat usia dewasa atau usia lanjut akan lebih berisiko terkena diabetes mellitus.

Hal ini merupakan salah satu metode yang populer di beberapa negara. Cleanse yang dimaksud di sini adalah pembersihan tubuh dengan hanya mengonsumsi makanan tertentu saja.

Pola makan ini tidak sehat karena seseorang hanya memakan satu jenis makanan atau minuman, salah satu contohnya adalah hanya meminum jus lemon.

Penurunan berat badan sudah pasti, namun tubuh akan kekurangan banyak nutrisi jika dilakukan dalam beberapa hari, bahkan minggu. Efek sampingnya adalah sembelit dan sakit kepala karena kurangnya asupan.

Inti dari metode ini adalah mengeluarkan kembali makanan dan/atau mempercepat sistem pencernaan  untuk mengeluarkan makanan dengan penyalahgunaan obat pencahar.

Metode ini tidak jauh berbeda dengan cara penderita bulimia mengeluarkan kembali makanan, namun tidak diawali dengan keinginan makanan berlebih

Metode ini dilakukan secara sadar untuk mengurangi asupan tanpa memikirkan dampak terhadap tubuh, salah satunya dehidrasi.

Dilakukan dengan penyalahgunaan obat tertentu serta merokok untuk menekan keinginan makan sehingga jumlah makanan yang dimakan menjadi lebih sedikit.

Penggunaan obat-obatan, misalnya kokain dan obat diabetes untuk menurunkan berat badan, dapat menimbulkan ketergantungan dan risiko kerusakan organ karena digunakan tanpa pengawasan dokter.

Sedangkan nikotin pada rokok diketahui dapat menekan nafsu makan, tetapi masalah kesehatan dari merokok akan mengancam kesehatan, ditambah dengan efek samping dari ketagihan merokok yang dapat menyebabkan kenaikan berat badan

Dan cara terbaik untuk menurunkan berat badan adalah dengan mengatur pola makan yang sesuai dengan kebutuhan.

Jika Anda akan mengurangi jumlah asupan makanan, pilihlah pola makan yang tetap dapat memenuhi kebutuhan nutrisi Anda dan tidak menyebabkan dampak terhadap kesehatan atau membuat Anda mengalami malnutrisi.

Komentar