Awas Jebakan Gula di Makanan Anda

Penulis: Darmansyah

Selasa, 19 April 2016 | 10:27 WIB

Dibaca: 0 kali

Gula?

Ya. Gula memang dipersepsikan sebagai “musuh” utama diet dan menjadi lawan bagi kesehatan.

Dan tak ada satu ahli pun yang membantah bahwa asupan gula yang berlebihan dapat menaikkan risiko diabetes.

Lebih tepatnya, makaan karbohidrat  berlebihan menyebabkan kegemukan, yang merupakan penyebab sebenarnya di balik meroketnya diabetes.

Sebuah studi terbaru mengungkapkan, makanan dan minuman manis dapat memberi akibat langsung ke diabetes.

Menurut  data internasional, seratus lima puluh kalori  gula tambahan atau  gula yang ditambahkan ke dalam makanan dan minuman, unruk  per orang per hari, prevalensi diabetes meningkat satu persen.

Gula berlebih juga berhubungan dengan kesehatan jantung.

Orang yang mengkonsumsi gula tambahan berarti risiko terkena penyakit jantung jadi dua kali lipat, demikian temuan studi JAMA Internal Medicine.

Lanats dimana keberadaan gula?

Gula bersembunyi di banyak produk, seperti oatmeal dan selai kacang.

Label makanan yang membingungkan membuat kita sulit mengetahui berapa banyak gula yang dikonsumsi.

Berikut aturan dasar ngemil manis dengan cara paling aman yang diberikan konsultan gizi olahraga Cynthia Sass, MPH, RD, seperti diberitakan ABC News.

Ada jenis yang lebih baik dibanding yang lain. Ini adalah kunci untuk tahu beda antara dua jenis utama gula.

Gula alami ada di makanan yang tidak diolah, seperti buah, sayur, dan produk susu.

Makanan atau minuman ini lebih baik bagi tubuh karena mengandung serat (dalam kasus produk), juga protein dan kalsium dalam susu serta vitamin dan mineral lain.

Gula tambahan adalah gula yang dimasukkan ke dalam makanan/minuman sebagai penambah rasa, mulai dari gula yang terkandung di dalam saus tomat botolan hingga madu yang Anda tambahkan ke dalam gula.

Gula ini terkonsentrasi dan sebagian besar tanpa nutrisi.

Walau madu, sirup maple, dan sejenisnya yang mengandung antioksidan dan mineral, dosisnya masih besar.

Artinya Anda mendapat banyak gula murni – dan kalori – yang mudah untuk larut dan menyebabkan masalah besar.

Menurut Asosiasi Jantung Amerika, meningkatnya asupan gula selama empat dekade terakhir paralel dengan makin bertambahnya lingkar pinggang.

Studi menghubungkan kondisi tersebut dengan makanan/kandungan gula, bukan alami, terhadap penyakit jantung dan diabetes.

Bacalah label dengan cermat Banyak makanan kemasan yang mengandung gula alami dan gula tambahan.

Namun label “nutrition facts” menggabungkan keduanya.

Tahun lalu, FDA mengajukan pemisahan keduanya agar lebih jelas berapa banyak dari masing-masing jenis yang kita konsumsi.

Sementara itu, cara terbaik untuk tahu jumlah gula tambahan adalah dengan membaca satu-satu daftar bahan.

Secara hukum, bahan-bahannya harus dalam urutan berat, sehingga lebih tinggi gula tambahan, lebih banyak gula per gigitan. Juga periksa jenis gula ganda, yang merupakan cara licik perusahaan membuat sesuatu supermanis tanpa mencantumkannya dalam daftar bahan.

Anda dapat secara otomatis memangkas asupan gula dengan menghindari minuman manis, mengkonsumsi buah alih-alih cemilan manis, dan membeli makanan kemasan tanpa gula.

Menurut AHA, perempuan tak boleh mengkonsumsi gula tambahan lebih dari 100 kalori per hari tepatnya sekitar enam sendok teh.

Namun rata-rata perempuan mengkonsumsi delapan belas sendok teh gula per hari!

Kebanyakan gula tambahan berasal dari minuman manis dan makanan kemasan.

Apalagi daftar gula di label nutrition fact dalam gram, bukan kalori atau sendok teh, sehingga mudah konsumen sulit mengira-ngira.

Ada formula sederhana menghitung gula: ingatlah bahwa satu sendok teh setara dengan empat gram gula tambahan.

Jadi jika pagi tadi Anda menambahkan satu sendok teh gula ke minuman teh pagi, lalu makan cokelat protein bar

Alami bukan berarti boleh makan sepuasnya Sebotol jus hijau  mengandung gula. Padahal isinya buah dan sayur.

Jika Anda menelan produk itu, Anda mendapat gula alami tanpa serat  Hasilnya, Anda menyimpan kelebihan kalori dalam bentuk lemak.

Serat juga mencegah lonjakan gula darah yang dapat menaikkan risiko diabetes tipe 2.

Buah kering terkadang menjebak.

Tanpa air, gula alami menjadi lebih terkonsentrasi.

Anda tetap dapat menikmatinya, tapi sesuaikan dengan porsi Anda: satu cup buah segar setara dengan setengah cup jus seratus persen.

Komentar