Awas, Gula Juga Bisa Picu Kolesterol Tinggi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 1 Maret 2018 | 11:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Awas, gula tidak hanya menjadi faktor penyebab diabetes tapi juga bisa memicu meningginya tingkat lo;sterol.

Ya, selama ini, konsumsi gula yang tinggi sering dikaitkan dengan diabetes.

Namun begitu,  tak banyak yang tahu bahwa kebiasaan tersebut juga bisa memicu kolesterol tinggi.

Kolesterol merupakan zat seperti lilin yang dalam jumlah kecil diperlukan tubuh untuk menjaga integritas membran sel agar tidak mudah rusak.

Secara sederhana, kolesterol dibagi menjadi dua macam, yaitu kolesterol HDL dan kolesterol LDL.

Kolesterol HDL disebut sebagai kolesterol baik karena membantu menghilangkan kelebihan kolesterol jahat, yaitu LDL, dalam darah, yang dapat menyebabkan pengerasan dan penyumbatan pembuluh darah

Sebagian besar orang beranggapan bahwa kolesterol dari makanan seperti susu full cream, telur, keju, daging berlemak, dan seafood inilah yang kerap meningkatkan kadar kolesterol darah.

Padahal, kenyataannya penyebab kolesterol tinggi bukan hanya itu.

Kolesterol dari makanan hanya menyumbangkan sekitar tiga puluh persen dari total kolesterol dalam tubuh Anda.

Sisanya, yaitu tujuh puluh persen, merupakan hasil produksi tubuh sendiri.

Jadi, yang perlu diperhatikan bukan sekadar menghindari makanan yang secara alami mengandung kolesterol, tetapi juga yang memicu tubuh memproduksi kolesterol.

Lantas, makanan apa yang dimaksud?

Para pakar menemukan bahwa gula merupakan pemicu utama produksi kolesterol. Gula yang dimaksud adalah gula tambahan atau pemanis yang tergolong dalam karbohidrat sederhana.

Gula ini tak hanya berasal dari yang manis-manis seperti cake, kue-kue kering, permen, serta pencuci mulut lainnya, tetapi juga berasal dari makanan yang dibuat dari biji-bijian olahan  seperti nasi putih, roti putih, dan pasta.

Karbohidrat sederhana mudah diserap oleh tubuh sehingga cepat meningkatkan kadar gula darah. Saat kadar gula darah meningkat, tubuh akan melepaskan hormon insulin untuk menurunkannya ke kadar normal.

Namun, insulin yang dilepaskan sebagai respon terhadap peningkatan gula darah ini juga memicu pembentukan kolesterol jahat LDL.

Dengan kata lain, jika kadar insulin meningkat, maka kadar kolesterol LDL pun meningkat, sementara kadar kolesterol baik HDL menurun.

Perlu diketahui juga bahwa tubuh memiliki mekanisme untuk menyimpan gula secukupnya.

Jadi, jika masih ada kelebihan kadar gula darah, hormon insulin akan mengubahnya menjadi lemak yang disimpan dalam bentuk trigliserida.

Akibatnya, kadar trigliserida darah pun meningkat.

Inilah yang mendasari mengapa penderita diabetes yang belum diobati biasanya memiliki profil lemak darah yang buruk, yang ditandai dengan rendahnya kadar kolesterol HDL serta tingginya kadar kolesterol LDL dan trigliserida.

Kendati demikian, tidak semua gula memicu pembentukan kolesterol. Gula alami, seperti yang terkandung di dalam buah utuh, diserap secara berbeda.

Saat Anda makan apel atau pir utuh dengan kulitnya, gula dari buah ini lebih lambat diserap karena terdapat serat.

Begitu pula dengan gula yang berasal dari sumber karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, dan sayuran.

Makanan-makanan ini tidak mudah diserap sehingga kadar gula darah tidak cepat meningkat. Otomatis, kadar hormon insulin juga menjadi lebih stabil.

Untuk mencegah kolesterol tinggi, Anda tak boleh sekadar memilih untuk mengonsumsi makanan atau minuman rendah lemak dan rendah kolesterol.

Mungkin Anda tidak menyadari bahwa jus buah, minuman kemasan, roti putih, pasta, cake, donat, atau kue-kue kering yang katanya rendah lemak sebenarnya tinggi gula.

Oleh sebab itu, Anda benar-benar harus memperhatikan apakah adakah komponen gula dalam makanan atau minuman kemasan yang dibeli.

Gula tidak selalu ditulis sebagai “gula”, melainkan tersembunyi menggunakan nama-nama lain seperti high-fructose corn syrup, madu, maltosa, molasse, gula jagung, dan jenis-jenis gula yang berakhiran “–osa”

Perhatikan juga jumlah gula per takaran saji dalam kemasan makanan. Ini bisa menjadi panduan bagi Anda untuk membatasi konsumsi gula.

Untuk diketahui, WHO memberikan batasan konsumsi gula tambahan pada orang dewasa sebanyak dua puluh lima gram atau enam  sendok teh per hari.

Di atas semua itu, usahakan untuk selalu mengonsumsi karbohidrat dalam bentuk aslinya, seperti buah potong daripada jus buah. Anda pun perlu memperbanyak sumber karbohidrat kompleks seperti havermut (oatmeal), nasi merah, atau sayur-sayuran.

Makanan-makanan ini tak hanya mencegah Anda dari diabetes, tetapi juga dari kolesterol tinggi.

Komentar