Awas Ginjal Anda Kalau Urine Keruh

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 6 Februari 2016 | 12:33 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda tahu tanda adanya gangguan ginjal?

Sederhananya lihat saja urine Anda. Urine yang keruh merupakan gejala adanya gangguan fungsi ginjal.

Tandanya kalau ginjal terganggu atau akan terganggu tandanya urinenya menjadi keruh. Itu disebut proteinuria

Gejala ini sering disebut dengan ‘protein bocor’.Urine yang keluar mengandung protein.

Padahal seharusnya protein tidak ada di dalam urine.

Selain urine yang keruh, tanda lain adanya gangguan fungsi ginjal adalah urine yang berbuih.Hal tersebut disebabkan oleh adanya protein dalam urine.

Kalau berbuih, berarti jumlah proteinnya sudah cukup banyak

Tapi, ada juga urine yang mengandung proteinuria namun tidak terlihat.

Itu disebut mikroproteinuria.

Sehingga untuk melihatnya dibutuhkan pemeriksaan laboratorium.

Jika pada urine ditemukan mikroproteinuria, maka keadaan masih bisa kembali normal.

Tapi kalau jumlahnya sudah banyak, tidak akan bisa kembali normal.

Proteinuria bisa ditemukan dengan cara melakukan pemeriksaan kesehatan.

Banyak pasien yang tidak menduga punya gangguan ginjal karena gejala proteinuria memang tidak khas, tidak bergejala.

Bahayanya, jika sudah ditemukan proteinuria dalam jumlah yang banyak, gangguan tersebut bisa berlanjut ke fase ginjal kronik hanya dalam waktu tiga bulan saja.

Oleh sebab itu,disarankan pencegahan harus dilakukan sedini mungkin.

Sebab, jika sudah masuk stage 1, ginjal tidak akan bisa kembali normal lagi.

Gangguan akan berlanjut ke stage berikutnya.

Kalau proteinuria sudah lebih tiga bulan, kita sebut dia stage 1. Kondisi itu tidak akan pernah balik ke normal, terus bergerak ke stage 5.

Jika gangguan ginjal sudah terlanjur terjadi yang bisa dilakukan hanyalah memperlambat penurunan fungsi ginjal.

Caranya dengan menjaga asupan diet.

Ada beberapa penyakit yang bisa memicu penyakit ginjal kronik. Penyakit itu adalah diabetes melitus dan hipertensi.

Dicari faktor risiko yang lain. Mungkin ada faktor yang lain yang mempengaruhi fungsi ginjal, itu bisa dilakukan sehingga tidak memperlambat.

Orang hipertensi, diabetes, atau punya keturunan sakit ginjal bisa dimotivasi untuk kontrol teratur, kontrol laboratorium.

Untuk menghindari gangguan fungsi ginjal, perlu melakukan enam hal.

Yang paling penting adalah menjaga tubuh tetap sehat.

Cara lainnya bisa dilakukan dengan menjaga kadar gula darah, lemak, dan kadar darah dalam kondisi normal.

Tekanan darah juga harus diperhatikan supaya tetap normal.

Letak ginjal yang berada di bagian pinggang sering membuat orang salah kaprah ketika mengalami nyeri di bagian tersebut.

Seringnya, rasa sakit di bagian pinggang dianggap sebagai gejala sakit ginjal.

Banyak sakit pinggang yang bukanlah sakit ginjal. Tidak hanya itu, banyak juga sakit ginjal yang ternyata tidak didahului dengan sakit pinggang.

Umumnya sakit pinggang itu di tengah. Ginjal kan ada di sebelah kanan dan kiri. Kalau sakit di tengah sudah pasti bukan sakit ginjal, walaupun sakitnya menjalar.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk memastikan adanya gangguan fungsi ginjal pada seseorang, dilihat dari kondisi urinnya.

Jika urin terlihat keruh atau berbuih, patut diwaspadai.

Frekuensi kencingnya juga diperiksa.

Kalau letak sakit pinggangnya tidak mendukung, urinnya juga normal, sudah pasti bukan sakit ginjal

Ada beberapa tanda dan gejala ketika seseorang mengidap penyakit ginjal kronik.

Dia menyebutkan adanya gangguan pengecapan juga patut diwaspadai.

Selain itu, tidak nafsu makan, mual, muntah, berat badan menurun, lesu, gatal-gatal, gangguan tidur, hipertensi, dan melebarnya pembuluh vena di leher juga bisa menjadi tanda adanya gangguan fungsi ginjal.

Kondisi lainnya yang bisa dijadikan tanda adalah adanya cairan pada selaput jantung dan paru-paru, otot-otot mengecil, adanya gerakan-gerakan tidak terkendali atau kram, kulit kasar, sesak napas, serta kebingungan.

Biasanya kebingungan terjadi karena kerja otak terpengaruh. Hal tersebut disebabkan adanya virus atau racun di dalam darah.

Kondisi ini disebut ensefalopati.

Komentar