Kelebihan Garam Ganggu Kesehatan Otak

Penulis: Darmansyah

Kamis, 18 Januari 2018 | 15:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan strok dan penyakit jantung.

amun, sebuah penelitian terbaru menegaskan bahwa hal ini juga bisa memengaruhi kondisi otak.

Dikatakan oleh Costantino Iadecola, direktur Feil Family Brain and Mind Research Institute di Weill Cornell Medicine, Amerika Serikat, penelitian dengan menggunakan tikus sebagai objek ini dilakukan dengan memberinya makan dengan asupan garam delapan hingga enam belas kali kebutuhan normal selama kurang lebih tiga bulan.

Setelahnya, penelitian dilanjutkan dengan menguji tikus tersebut dengan tes perilaku.

Hasilnya, terjadi perubahan perilaku pada tikus. Tikus tersebut kehilangan kemampuan untuk mengidentifikasi benda-benda di sekitarnya.

“Ketika ditempatkan di kandang, mereka diminta menemukan tempat yang sepi. Namun, tikus ini tidak ingat di mana tempat sepi itu. Dan ketika tikus harus membuat kandang, yang merupakan hal yang dilakukan tikus tiap hari, mereka tidak bisa melakukannya,” katanya.

Penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience ini mengemukakan bahwa manusia juga dapat mengalami hal yang serupa seperti yang dialami tikus.

Dr. Costantino mengatakan, mengonsumsi dua sendok teh garam setiap hari dapat memengaruhi fungsi otak dalam jangka panjang.

Namun, dampak negatifnya mungkin tidak agresif seperti yang terlihat pada tikus.

Profesor Bryce Vissel, direktur pusat ilmu saraf di Universitas Teknologi Sydney, Australia, mengatakan bahwa studi ini menunjukkan bahwa apa yang Anda makan ternyata tidak hanya berpengaruh terhadap kondisi usus, tetapi juga menyebabkan berbagai respons lain di dalam tubuh.

“Perubahan pada kondisi usus pada gilirannya akan menyebabkan berbagai respons di dalam tubuh, beberapa di antaranya bersifat peradangan. Jika tidak segera ditangani, maka bisa menyebabkan disfungsi otak,” terangnya.

Tubuh sebenarnya hanya membutuhkan sodium dalam jumlah yang sedikit, yaitu kurang dari dua ribu miligram per hari (setara dengan satu sendok teht garam)

Namun tanpa disadari, rata-rata orang mengonsumsinya secara berlebihan. Apalagi jika makanan yang disajikan terasa hambar, kadang orang secara refleks langsung mengambil garam untuk ditaburkan di atas makanan.

Demi kesehatan otak, kurangi konsumsi garam secara berlebih. Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan seperti menghindari makanan yang diproses, seperti sosis, makanan kaleng, telur asin, ikan asin, abon, dan dendeng.

Kurangi juga penggunaan bumbu penyedap makanan saat memasak, dan coba pelan-pelan mengganti garam dengan rempah-rempah seperti jahe, thyme, oregano, bawang putih, jeruk nipis, belimbing wuluh, dan masih banyak lagi.

Memang akan terasa sulit di awal, tapi lama-lama Anda pasti akan terbiasa.

Bahaya yang dapat timbul jika Anda mengkonsumsi garam berlebihan adalah penurunan fungsi otak

Studi menemukan bahwa orang dewasa yang mengonsumsi banyak garam dalam makanan berisiko lebih dari sekadar penyakit jantung.

Sebuah studi Baycrest bahkan menunjukkan bahwa orang dewasa yang yang mengonsumsi terlalu banyak garam dan tidak berolahraga berisiko lebih besar dalam mengalami penurunan kognitif.

Seperti yang Anda ketahui, salah satu fungsi garam adalah menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh, dengan memberikan isyarat kepada ginjal kapan harus menahan air dan kapan harus membuang air.

Sayangnya, konsumsi garam berlebih justru dapat mengganggu proses tersebut.

Jika Anda mengonsumsi garam berlebih, ginjal Anda akan mengurangi pengeluaran air ke dalam urin, yang dapat menyebabkan peningkatan volume darah akibat retensi air.

Gejala yang akan timbul di antaranya adalah edema, yang ditandai dengan pembengkakan terutama di tangan, lengan, pergelangan kaki, dan kaki, yang disebabkan oleh retensi cairan.

Garam juga dapat mempengaruhi tekanan darah, karena semakin tinggi kadar natrium dalam darah, maka semakin tinggi volume darah Anda.

Kenaikan volume darah tersebut ternyata dapat menimbulkan peningkatan tekanan darah. Selain itu, konsumsi natrium dalam jangka panjang juga dapat merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah tinggi adalah kekuatan darah yang mendorong dinding arteri saat jantung memompa darah yang dapat menyebabkan banyak kondisi serius, seperti stroke dan gagal jantung.

Dan meskipun tekanan darah meningkat secara alami seiring bertambahnya usia, menurut American Heart Association, salah satu cara untuk mencegah tekanan darah Anda dari kenaikan terlalu banyak adalah dengan mengurangi asupan garam.

Asupan garam yang tinggi meningkatkan tekanan darah, meningkatkan risiko stroke dan demensia vaskular.

Demensia adalah hilangnya fungsi otak yang mempengaruhi ingatan, pemikiran, bahasa, penilaian, dan perilaku.

Demensia vaskular dapat disebabkan oleh pembuluh darah yang tersumbat di otak. Sekitar satu dari tiga orang yang mengalami stroke mengalami demensia vaskular.

Ekskresi kalsium berlebihan dalam urin dipercaya oleh beberapa ahli dapat meningkatkan risiko penipisan tulang. Beberapa studi bahkan telah menemukan bahwa garam dapur dapat menyebabkan tulang kehilangan kalsium sehingga dapat membuat tulang menjadi lebih lemah.

Dalam jangka waktu yang lama, kehilangan kalsium yang berlebihan tersebut dapat berkaitan dengan risiko terjadinya osteoporosis, terutama pada wanita pascamenopause.

Dalam medicaldaily.com disebutkan bahwa studi  yang dipublikasikan di International Journal of Epidemiology menemukan bahwa kematian akibat kanker perut pada pria dan wanita berkaitan erat dengan konsumsi garam berlebih.

Selain itu, asupan garam yang tinggi juga dapat berkaitan dengan sakit maag.

Meskipun belum ada alasan kuat akan kaitan tersebut, namun dikutip melalui livestrong.com, garam mungkin memiliki efek buruk pada lapisan mukosa lambung dan menyebabkan jaringan lambung menjadi tidak normal dan tidak sehat.

Komentar