Awas, Berat Badan Seperti “Yoyo”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 23 November 2016 | 09:54 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda pernah tahu apa itu berat badan “yoyo?”

Ya. Berat badan yoyo adalah sebuah istilah dari berat badan yang naik turun secara cepat.

Dan berat badan ini dihasilkan dari diet yang bernama “yoyo.”

Berat badan sudah berhasil diturunkan, namun akhirnya naik lagi.

Anda pernah tahu dampak dari  diet yoyo ini?

Bukan cuma membuat berat badan tidak stabil, tapi  bisa meningkatkan risiko gangguan jantung.

Menurut penelitian yang dilakukan dengan mengamati data lebih dari seratusan ribu  wanita pascamenopause, para peneliti menemukan, wanita yang berat badan mengalami fluktuasi memiliki risiko meninggal karena penyakit jantung koroner sampai enam puluh enam persen.

Yang menarik, kaitan antara fluktuasi berat badan dengan penyakit jantung tersebut hanya ada pada wanita yang memiliki bobot tubuh dalam rentang normal, bukan pada wanita yang kegemukan.

Dr.Somwail Rasla, ketua peneliti, mengatakan, hasil penelitian ini sama dengan apa yang sudah lama dikenal dalam dunia medis, yaitu paradoks oobesitas.

Paradoks obesitas adalah istilah untuk menggambarkan bahwa seseorang yang obesitas bisa sehat, bahkan lebih sehat, dalam perhitungan tertentu, dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal.

Meski demikian, studi mengenai berat badan yoyo ini bersifat observasi, sehingga tidak dapat menunjukkan kaitan sebab akibat.

Belum jelas juga bagaimana fluktuasi berat badan dan gangguan jantung bisa terkait.

Namun, ada dugaan naik turunnya berat badan meningkatkan risiko inflamasi kronik dalam tubuh, sehingga memicu gangguan jantung.

Untuk itu sebaiknya Anda menghindari program diet yang tak memberi dampak sehat dan kembali pada cara tradisional dengan menghitung kalori yang masuk ketubuh.

Anad harus tahu jumlah kalori yang dibutuhkan. Dan setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin dan aktivitas harian.

Anda mungkin memerlukan lebih banyak atau lebih sedikit kalori, tergantung pada gaya hidup Anda.

Jika Anda ingin menurunkan berat badan, artinya Anda harus menjaga asupan kalori kurang sedikit dari yang dikeluarkan.

Rachel Pires, konsultan diet di AS dan penulis buku diet Enlightenment, percaya bahwa cara tercepat untuk menurunkan berat badan adalah untuk mengikuti diet kalori terbatas.

“Dengan belajar untuk memotong kalori  dan fokus pada makanan yang mengenyangkan tapi rendah kalori, pelaku diet akan terbiasa dengan pola makan kalori terbatas dan akhirnya itu akan menjadi gaya hidup mereka,” kata Pires.

diet dan olahraga adalah dua faktor penting dalam upaya menurunkan berat badan. Sedangkan, dua zat makanan yang perlu dibatasi adalah gula dan pati atau zat tepung.

Keduanya merangsang sekresi insulin, yang merupakan hormon yang mendorong penyimpanan lemak dalam tubuh.

Setelah Anda mengurangi gula dan pati, tambahkan porsi tempe, tahu, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, sayur dan buah ke dalam menu harian Anda.

Konsumsi karbohidrat tidak harus melampaui dua ratus enam puluh gram per hari.

Selain ikan, tahu dan tempe, telur juga merupakan sumber protein yang sangat baik.

Sebuah studi  delapan tahun silam yang diterbitkan dalam International Journal of Obesity menemukan sarapan telur lebih mungkin untuk meningkatkan penurunan berat badan bila dikombinasikan dengan diet pembatasan kalori.

Setelah delapan minggu, pelaku diet yang sarapan telur, mengalami penurunan berat badan 65 persen lebih banyak dari kelompok yang sarapan kue bagel.

Bahkan, Indeks Massa Tubuh mereka yang sarapan telur turun  lebih besar dibanding kelompok lainnya.

Setiap rencana diet yang baik haruslah disertai dengan rencana latihan yang baik.

Angkat beban atau latihan kekuatan akan membantu Anda membakar kalori dan mempercepat metabolisme dengan cara membantu mempertahankan massa otot.

Shane Allen, seorang pelatih fitnes bersertifikat, ahli gizi dan spesialis penurunan berat badan, mengatakan, “Setiap pon  otot yang Anda miliki, membutuhkan enam kalori perhari untuk mempertahankan dirinya. Sementara lemak hanya membutuhkan dua kalori perhari.

“Artinya, semakin banyak otot yang Anda miliki, semakin tinggi metabolisme Anda.”

Komentar