Asupan Kalori Mampu Hambat Penuaan

Penulis: Darmansyah

Jumat, 22 Desember 2017 | 09:53 WIB

Dibaca: 0 kali

Kalori”

Ya, kebutuhannya  harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

Banyak orang yang tak peduli dengan kebutuhan kalori yang harusnya ia penuhi.

Padahal, hal ini dapat menimbulkan berbagai permasalahan gizi, seperti kegemukan, malnutrisi, bahkan kekurangan gizi.

Tak banyak yang tahu, kalori bisa memperlambat proses penuaan.

Ya, penuaan sangat mudah “dibaca” lewat kulit, bukan hanya garis-garis kerutan, tapi juga kulit terlihat kusam dan hilang kekenyalannya.

Kondisi tersebut tidak bisa dicegah, namun masih bisa diperlambat. Salah satunya lewat pola makan yang sehat.

Menurut Rozalyn Anderson dari Universy of Winconsin-Madison membatasi asupan kalori bisa menunda tanda-tanda penuaan.

“Salah satu hal yang terkadang dilewatkan orang adalah fakta menakjubkan bahwa penuaan dapat diubah. Penelitian pembatasan asupan kalori membuktikan hal ini,” ujar Anderson.

Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengasup kalori 25 persen lebih sedikit dalam sehari bisa menjadi kunci untuk tetap terlihat awet muda.

Bagi perempuan, asupan itu setara dengan mengurangi lima ratus kalori per hari, artinya tetap memenuhi asupan total seribu lima ratus kalori, daripada yang direkomendasikan dua ribu.

Sementara untuk pria, berarti hanya mengasup seribu delapan ratus tujuh puluh lima kalori sehari, bukan dua ribu lima ratus kalori yang disarankan untuk pria.

Diet puasa, seperti diet lima hingga dua, di mana seseorang selama dua hari dalam seminggu membatasi kalori harian, memicu ragam tanggapan dari para ahli.

Banyak yang berpendapat bahwa puasa bukanlah solusi jangka panjang, karena berat badan akan kembali bertambah ketika berhenti.

Kendati demikian, Anderson mengatakan percobaan klinis pertama yang melihat efektivitas puasa pada seseorang membuktikan bahwa metode tersebut dapat menangkal tanda-tanda penuaan.

Ide ini pertama kali muncul sekitar delapan puluh tahun dalam penelitian terhadap hewan pengerat.

Namun, dalam beberapa dekade terakhir, karena perkembangan teknologi, ilmuwan membuat lompatan besar dalam mengidentifikasi penyebab dari penuaan.

Mereka mengidentifikasi proses di dalam sel tubuh yang berkontribusi pada naiknya risiko berbagai penyakit terkait dengan penuaan.

Nah, bila selama ini pembatasan kalori dipercaya dapat mencegah penuaan pada hewan, kini banyak temuan bahwa hal itu juga bisa berfungsi pada manusia.

“Hebatnya, pembatasan kalori terbukti efektif dalam menunda penuaan pada banyak spesies dan hasilnya pada manusia terlihat sama menjanjikannya.”

Anderson mengeksplorasi masalah ini dalam terbitan terbaru di Journal of Gerontology. Sebuah studi klinis pertama bahkan sudah dilakukan pada manusia untuk mengetahui efek dari pembatasan kalori.

Para ilmuwan di tiga lokasi di Amerika Serikat mengungkapkan bukan puasa saja yang dapat ditoleransi pada manusia, namun pembatasan kalori.

Mereka yang membatasi kalori—mengasup kalori dua puluh lima persen lebih sedikit dalam sehari—melihat peningkatan usia biologis mereka sebesar nol koma sebelas tahun.

Sebagai perbandingan, mereka yang mengasup kalori secara normal sesuai pedoman pola makan, usia biologisnya rata-rata nol koma tujuh puluh satu tahun.

Para ahli mengatakan bahwa studi pertama ini telah membuka jalan bagi penelitian lebih lanjut untuk melihat bagaimana diet puasa dapat mencegah penuaan.

“Pada akhirnya, apa yang ditunjukkan oleh penelitian ini adalah bahwa apa yang Anda makan memengaruhi bagaimana penuaan dan tidak semuanya adalah kabar buruk.”

Komentar