Asam Lambung Itu Sering Bikin Jengkel

Penulis: Darmansyah

Jumat, 15 Mei 2015 | 21:22 WIB

Dibaca: 4 kali

Anda penderita asam lambung? Kalau iya, so pasti menjengkelkan. Serba sal;ah dan serba susah. Paling tidak menjaga ritme agar ia tidak menjadi kronis.

Asam lambung naik adalah kondisi kronis yang dapat terjadi pada siapa saja yang sudah memiliki riwayat penyakit ini

Penyakit yang disebut GERD atau Gastro Esophageal Reflux Disease, dan bisa diredakan, bahkan tanpa obat, yaitu dengan menerapkan gaya hidup yang sehat.

Perubahan gaya hidup dan perawatan yang tepat perlu diikuti dengan baik untuk menghilangkan gejala dan mencegah komplikasi.

Data penelitian menunjukkan bahwa pasien yang sudah mengalami GERD jika mengonsumsi daging yang berlebih dan langsung tidur, mereka akan merasakan panas di dada

Mengonsumsi daging merah dalam jumlah dan waktu yang tidak tepat adalah penyebab dari penumpukan asam di lambung. Selain itu, ada banyak hal lain yang perlu diperhatikan penderita GERD untuk tatalaksana pencegahan tanpa obat.

Konsumsi daging berlebihan dalam waktu singkat harus dihindari.

Untuk amannya, jangan tidur dalam waktu dua jam setelah makan. Langsung tidur setelah makan akan memudahkan isi lambung termasuk asam lambung akan berbalik arah kembali ke kerongkongan.

Hindari makanan yang terlalu asam dan pedas, makanan yang mengandung cokelat dan keju, dan beralihlah ke sayur dan buah-buahan. Hindari juga minum kopi, alkohol atau minuman bersoda akan memperburuk timbulnya GERD.

Menghindari stres juga perlu untuk mencegah sekresi asam lambung berlebih. Hal lain yang cukup penting adalah kontrol berat badan, hingga mencapai berat badan yang ideal.

Namun, bila memang perubahan gaya hidup sulit dicapai dalam waktu singkat untuk mengontrol GERD, tata laksana pencegahan dengan obat disarankan.

Obat penetral asam yang banyak dijual bebas digunakan untuk mengurangi gejala akibat GERD tersebuti.
Obat yang diberikan terutama obat-obat yang mencegah produksi asam lambung atau dikenal sebagai anti sekresi asam lambung.

Obat-obat kelompok ini terdiri dari dua kelompok obat yaitu penghambat reseptor H2 antara lain ranitidin, famotidin, nizatidin atau simetidin.

Kelompok kedua yang termasuk obat anti asam yang kuat yaitu penghambat pompa proton seperti omeprazol,lansoprazol, rabeprazol,esomeprazol atau pantoprazol.

Lantas kenapa asam lambung menjadi tren hari-hari ini.

Nah, penyebabnya adalah kasus yang meninmpa aktor “Preman Pensiun” Didi Petet yang meninggal dunia dan diduga karena gangguan asam lambung.

Ada banyak penyebab yang menimbulkan gejala itu, termasuk dari efek makanan.

Seperti kita tahu, makanan super panas dan pedas umum menimbulkan asam lambung. Tapi tak hanya itu, ada empat jenis makanan paling sering menyebabkan asam lambung, sebagaimana dilansir Health, Jumat, 15 Mei 2015

Pertama coklat. Bagi penderita asam lambung, hendaknya Anda menghindari untuk makan cokelat.

Perlu diketahui, camilan berbahan dasar biji kakao unik ini mengandung kafein dan tinggi lemak yang menyebabkan kenaikan asam lambung.

Laainnya, gorengan. Gorengan adalah penyebab paling utama yang dikenal menyebabkan asam lambung karena mengandung banyak lemak jenuh.

Biasanya usai mengonsumsi makanan ini secara terus-menerus, seseorang akan sering mengalami sakit maag atau nyeri dada hebat.

Selain itu daging merah. Asam lambung juga dapat disebabkan oleh lemak padat yang ada di dalam sapi, kambing dan unggas yang sulit dicerna oleh sistem pencernaan.

Untuk menghindarinya, setidaknya Anda dibolehkan mengonsumsi daging minimal satu kali dalam seminggu.

Umumnya jenis-jenis makanan panas dan pedas sering dikaitkan dengan perut mulas hingga kenaikan asam lambung. Jika Anda terus menuruti selera makan, masalah gangguan asam lambung lebih cepat mengintai Anda.

Asam lambung bisa diredakan dengan mengasup jeruk bali.

Jeruk bali dapat menangkal asam lambung, sekaligus mengobati masalah pencernaan.

Dikutip Timesofindia, Jumat, 15 Mei 2015, jeruk bali menghasilkan reaksi alkali dalam sistem pencernaan tubuh. Buah ini sangat bermanfaat untuk mengobati masalah keasaman pada pencernaan, terutama lambung.

timesofindia, health dan berbagai sumber

Komentar