Apapun Program Dietnya, Hasil Pasti Sama

Penulis: Darmansyah

Selasa, 4 November 2014 | 08:34 WIB

Dibaca: 0 kali

Anda sedang berdiet?

Pakai program apa?

Rendah karbohidrat. Rendah lemak. Atau program “milner.” Atau pun hanya mengasup jamur.

Hasilnya?

Tanpa melecehkan program-program diet yang mengejar penurunan berat badan dan sebagai, hasilnya pasti sama. Makanya jangan melihat “merek” metode dietnya.

Para ahli menyebutkan bahwa pada prinsipnya perbedaan penurunan berat badan pada berbagai metode diet sangat kecil. Jika dilakukan dengan konsisten maka berat badan akan turun. Jadi, tinggal dipilih saja cara diet yang termudah untuk Anda.

Saat ini bertaburan tawaran s metode diet, yang “katanya,” bisa disesuaikan dengan gaya hidup dan kemampuan kita dalam melakoninya. Ternyata, apa pun nama dietnya, semua sama-sama bisa menurunkan berat badan asalkan dijalankan dengan konsisten.

Misalnya, mereka yang sedang menjalankan diet tanpa lemak kerap merasa sangat bersalah setelah “kecolongan” mengasup makanan itu di suatu hari. Demikian juga mereka yang biasanya disiplin berolahraga tapi karena kesibukan tak sempat membakar keringat.

Sebenarnya perasaan bersalah karena merusak diet tersebut tak perlu. Samantha Cassety, pakar nutrisi, mengatakan bahwa sedikit longgar dalam makanan pada satu hari tak akan membuat kita langsung menjadi gemuk.

“Sebenarnya tidak mungkin kita naik berat badan dalam satu malam, bahkan jika kita menghabiskan satu rak makanan,” kata Cassetty.

Ia menjelaskan, untuk mengalami kenaikan berat badan, kita harus makan 3.500 kalori lebih banyak dari yang biasanya kita makan.

Jadi, jika pada hari-hari biasa kita makan dua ribu kalori, maka Anda harus menambahnya dengan tiga ribu l;ima ratus, sehingga totalnya lima ribu lima ratus kalori untuk naik berat badan sekitar setengah kilogram. Dan itu pun terjadi jika kita tak melakukan aktivitas fisik sama sekali.

Ada juga bukti ilmiah yang menyebutkan bahwa tak gampang mendapat kenaikan berat badan dalam sehari setelah makan cukup banyak.

“Meski ada orang yang mengaku berat badannya naik hampir lima kilogram setelah liburan enam minggu, tapi sebenarnya rata-rata orang hanya mengalami kenaikan sekitar setengah kilogram,” katanya.

Tetapi, tak dipungkiri ada juga orang yang naik berat badan setelah hari raya. Tapi jumlahnya pun tak sampai sepuluh persen.

“Selama kita bisa memperbaikinya di keesokan harinya, yakni dengan makan secara sehat dan kembali ke olahraga rutin, berat badan tak akan bertambah,” kata Cassetty.

Jadi, jangan terlalu takut menghadapi godaan makanan enak saat liburan atau akhir pekan. Tapi, pengendalian diri tetap dibutuhkan dan pastikan Anda konsisten melakukan aktivitas olahraga seperti biasa.

Peneliti dari Universitas McMaster, Tak menemukan hasil diet yang berbeda untuk berbagai program. Setelah setahun, studi yang diterbitkan di Journal of American Medical Association itu menemukan bahwa pelaku diet rendah kalori dan rendah karbohidrat menurunkan berat badan yang serupa.

Selain itu, peneliti mencatat bahwa diet yang diikuti dengan pola hidup yang mendukung dan olahraga akan membuat hasilnya semakin baik. Oleh karenanya para ahli menyimpulkan, perbedaan hasil dari berbagai metode diet sangat kecil. Jadi, tak masalah diet apa yang kita jalani asalkan konsisten.

Metode diet yang diobervasi dalam penelitian ini adalah Atkins, South Beach, Zone, Biggest Loser, Jenny Craig, Nutrisystem, Volumetrics, Weight Watchers, Ornish, dan Rosemary Conley.

sumber : www.dailymail.co.uk dan shine.yahoo.com

Komentar