Apakah Obesitas Bisa Menjadikan Sehat?

Penulis: Darmansyah

Kamis, 3 Mei 2018 | 10:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Secara sederhana, obesitas adalah kondisi seseorang mengalami kelebihan berat badan di atas batas normal tubuh.

Ketika seseorang obesitas, maka ada banyak hal yang akan menghambat dirinya, khususnya dalam hal gerak dan aktivitas fisik.

Obesitas terjadi karena penumpukan lemak yang berlebih di tubuh. Biasanya hal ini dipicu karena ketidakseimbangan antara asupan makanan dan pengeluaran energi.

Seseorang dikatakan obesitas jika memiliki indeks massa tubuh lebih dari dua puluh lima.

Banyak orang yang beranggapan selama mereka yang obesitas mampu menjalani keseharian secara normal dan tidak ada masalah kesehatan yang berarti, maka  baik-baik saja.

Namun, apakah hal ini benar?

Ternyata, sebuah penelitian menampik hal tersebut. Meski seseorang terlihat sehat walaupun obesitas, tapi ada sejumlah penyakit yang dapat mengancam.

Sebuah penelitian terkait obesitas dan kesehatan yang dilakukan di Pusat Kesehatan Wake Forest Baptist di Amerika Serikat, diterbitkan di Journal of American College of Cardiology.

Ditemukan fakta menarik, bahwa orang yang kelebihan berat badan  tiga belas koma enam kilogram atau lebih, harus berpikir untuk mengurangi kelebihan bobotnya tersebut, jika tidak ingin ada masalah kesehatan serius di kemudian hari.

Ada beberapa bahaya yang nantinya dapat mengintai mereka yang obesitas di kemudian hari, seperti penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Sekalipun pada masa sekarang, mereka tidak mengalami masalah kesehatan tersebut.

“Kebijaksanaan medis yang umum dilakukan adalah beberapa orang yang mengalami obesitas tampaknya cukup sehat dan bebas dari risiko penyakit jantung. “

“Jadi, mereka belum disarankan untuk menurunkan berat badan atau mengambil langkah lain untuk mencegah penyakit jantung di masa depan,” kata asisten profesor ilmu kesehatan masyarakat dari Pusat Kesehatan Wake Forest Baptist dan penulis utama studi ini, Morgana Mongraw-Chaffin, PhD.

Penelitian ini melibatkan enam ribuan peserta dengan obesitas yang secara metabolik dikategorikan sehat atau metabolically healthy obesity

Peserta yang memiliki masalah penyakit kardiovaskular tidak turut diikutsertakan dalam penelitian ini.

Penelitian ini berlangsung selama dua belas tahun. Setiap dua tahun, para peserta menjalani evaluasi klinis. Hampir setengah peserta mengembangkan sindrom metabolik selama masa penelitian.

Menurut National Blood, Heart and Lung Institute, sindrom metabolik meningkatkan risiko mengembangkan semua jenis masalah kesehatan yang serius.

Hal ini termasuk penyakit kardiovaskular, diabetes, dan stroke.

Sebuah penelitian menemukan bahwa 40 persen kanker memiliki kaitan dengan berat badan. Penelitian lain pun menemukan obesitas membunuh orang lebih banyak daripada rokok.

Penelitian di atas mengukuhkan kesimpulan bahwa ada banyak sekali risiko yang ditimbulkan akibat obesitas.

Banyak sekali masalah kesehatan yang dapat terjadi karena obesitas atau keadaan ketika terdapat kelebihan lemak dalam tubuh. Cegah dan tangani obesitas dengan segera

Obesitas tapi tetap sehat adalah hal yang tidak mungkin terjadi.

Oleh karena itu, jagalah berat badan Anda pada IMT di bawahdua puluh lima, serta jalani pola hidup sehat dengan rutin berolahraga dan pola makan sehat yang cukup gizi.

Penyebab obesitas yang kerap terjadi khususnya pada pria

Jika Anda malas bergerak, tubuh akan membakar kalori lebih sedikit. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi, manusia lebih dimanja dan menjadi malas untuk menggerakkan tubuh.

Sejumlah kaum pria diketahui gemar makan bahkan dalam porsi besar. Ketahuilah bahwa hal tersebut tidak baik jika Anda lupa untuk olahraga, bahkan sekadar bergerak.

Pola makan yang tinggi kalori, sedikit buah dan sayuran, junk food, sering melewatkan sarapan atau minum minuman yang tinggi kalori dapat menyebabkan terjadinya obesitas.

Anda dapat mengimbangi pola makan dengan gizi dan nutrisi yang relevan. Jangan terlalu banyak makan daging, dan mengabaikan sayuran serta makanan sehat lainnya.

Jumlah waktu istirahat yang kurang dapat menyebabkan perubahan dan gangguan fungsi hormon yang mengatur nafsu makan Anda.

Hal ini dapat menyebabkan Anda menjadi “lapar mata” dan ingin mengonsumsi makanan yang tinggi kalori dan karbohidrat.

Banyak kasus dimana seseorang, khususnya pria, begadang demi melakukan sesuatu yang disukai seperti menonton film atau bermain game, hingga lupa istirahat.

Sudahi kebiasaan buruk ini dan ambil waktu yang ideal untuk tidur.

Bila banyak anggota keluarga yang mengalami obesitas, maka anggota keluarga lainnya cenderung mengalami hal yang sama. Hal ini tidak hanya disebabkan oleh karena faktor genetik, tetapi juga kebiasaan.

Keluarga yang tinggal satu rumah cenderung memiliki pola makan, gaya hidup, dan aktivitas fisik yang sama.

Demi kebaikan bersama, biasakan untuk menjaga kesehatan secara kompak antara anggota keluarga agar terhindar dari berbagai penyakit.

Gen dalam tubuh Anda dapat memengaruhi jumlah lemak yang disimpan dan distribusi lemak dalam tubuh. Selain itu, genetik juga berperan menentukan seberapa efektif tubuh Anda dalam mengubah makanan menjadi energi dan pembakaran kalori selama berolahraga.

Penyebab lain seperti obat-obatan, kondisi tubuh tertentu, hingga usia juga dapat memengaruhi obesitas.

Pada kasus tertentu, dampak obesitas pada pria dapat sangat merugikan, yakni disfungsi ereksi.

Meski Anda memiliki satu atau lebih faktor di atas, jangan pernah berkecil hati. Untuk pria maupun wanita, ada banyak cara untuk mencegah obesitas.

 

Komentar