Apa Yang Anda Lakukan Ketika Panik?

Penulis: Darmansyah

Selasa, 10 Juni 2014 | 10:31 WIB

Dibaca: 0 kali

Cemas dan panik terkadang tidak dapat dihindari saat menghadapi situasi yang sangat menekan. Apakah Anda dapat mengatasi serangan tersebut dengan cepat.

Situs “huffington post” dalam artikel terbarunya, 10 Juni 2014, menuliskan ilustrasi ketika serangan panik datang. Gejalanya bisa membuat kita kewalahan.

Bagaimana tidak, tulis media prestise itu. Rasa nyeri dada, detak jantung meningkat, kulit sedikit memerah, dan sulit bernapas, akan menyebabkan kita seolah akan pingsan.

Serangan panik memang bisa datang kapan saja, terutama ketika kita sedang menghadapi masalah yang cukup berat dan terus-menerus cemas. Oleh karena itu kita perlu memahami teknik untuk mengatasinya.

Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal “Alternative Therapies in Health and Medicine,” menguraikan pendekatan untuk menangani serangan panik.

“Banyak orang mengira serangan panik akan berhenti dengan mengarakah pikiran, tetapi kenyataannya tidak,” kata Dave Carbonell, terapis kecemasan dari Chicago, AS. Meski begitu, serangan panik kerap kali berlalu dengan sendirinya.

Yang perlu kita pahami adalah mengenali gejala-gejalanya dan menerimanya. Jangan menyangkal tetapi terimalah Anda memiliki serangan panik.

Jika Anda tahu sering mengalami serangan panik, cobalah untuk menuliskannya dalam sebuah catatan. Tuliskan apa saja gejalanya dan kapan serangan ini muncul. Membuat catatan secara rinci akan menghindarkan kita dari membayangkan yang tidak-tidak.

Misalnya, merasakan napas sesak dan pendek-pendek adalah gejala utama serangan panik. Tetapi gejala ini bisa bertambah buruk jika kita justru mengambil napas pendek. Cobalah untuk menarik napas perut.

Saat serangan itu datang, tarik napas dalam, lemaskan pundak dan fokus pada tarikan napas yang dalam dan keluarkan melalui perut. Letakkan tangan di perut untuk merasakannya.

Tentu masalah ini perlu dihadapi dengan rileks. Mudah mengucapnya, tetapi saat serangan panik datang beberapa bagian tubuh justru terasa kaku. Tarik napas dalam dan perlahan sambil menyentuh bagian tubuh yang Anda tahu pasti akan langsung merespon, misalnya pundak.

Jika Anda membiarkan diri mengalami serangan ini, katakanlah. Ingatkan diri bahwa serangan panik akan berakhir dan tak akan membuat Anda pingsan.

Memahami fisiologi pingsan akan membantu. Seseorang akan pingsan saat tekanan darahnya rendah. Saat serangan panik, kita mungkin merasa mau pingsan, tetapi sebenarnya tidak karena tekanan darah kita tidak turun.

Berusahalah hadir pada saat ini, bukan mengisi pikiran dengan apa yang akan terjadi di masa depan atau yang sudah berlalu. Pada awalnya mungkin kita akan kesulitan untuk benar-benar hadir pada momen sekarang, tetapi melakukan latihan meditasi biasanya membantu.

Serangan panik memang bisa membuat takut karena kita mengira itu adalah serangan jantung. Tetapi jangan ragu untuk memeriksakan diri jika serangan panik terus berulang.

Sebuah penelitian para ahli di University of Chicago memberi alternatif lain ketika rasa panik datang. Alternatif itu adalah menuliskan hal-hal yang menimbulkan rasa cemas efektif untuk menjernihkan pikiran dan membantu kita lebih fokus pada tantangan yang akan dihadapi.
eknik ini sudah terbukti mampu meningkatkan kemampuan para siswa hingga dua puluh persen jika dibandingkan dengan siswa yang tidak melakukan apa-apa ketika cemas.

“Ketika seseorang sedang cemas, ia menghabiskan energi yang sebenarnya bisa dipakai untuk mengerjakan tugas lain. Dengan menuliskan hal-hal yang mencemaskan, rasa cemasnya bisa dikurangi,” kata Profesor Sian Beilock, peneliti studi tersebut.

Makanya beraktivitas secara fisik seperti olahraga dan cara itu dapat melepaskan hormon endorfin yang secara umum bisa memberikan rasa tenang dan kepuasan hati. Mereka yang jarang merasakan serbuan endorfin cenderung mudah cemas dan depresi. Bahkan untuk mereka yang dinyatakan tidak depresi.

Maka, meningkatkan laju detak jantung Anda selama 20-30 menit akan membantu mewujudkannya. Meski hanya berjalan cepat di sekitar rumah sepulang kerja, itu sudah berarti banyak.

Saat pikiran mulai tidak dapat dikendalikan karena cemas dan panik yang menghampiri, katakan pada diri Anda bahwa Anda baik-baik saja dan bisa berjuang untuk itu. Cara ini telah terbukti untuk mengurangi rasa cemas tersebut.

sumber : www.health.co dan www.huffingtonpost.com

Komentar