Anda Tahu Obat Insomnia? Ya Orgasme

Penulis: Darmansyah

Jumat, 26 Agustus 2016 | 10:41 WIB

Dibaca: 0 kali

Insomnia merupakan gangguan tidur yang banyak diderita.

Diperkirakan, satu dari tiga orang dewasa mengalaminya.

Kondisi tersebut menjadi pemicu turunnya produktivitas akibat mengantuk dan kelelahan keesokan harinya.

Insomnia bukan cuma tidak bisa tidur sama sekali, tapi juga kualitas tidur yang buruk. Obat tidur yang manjur ternyata mudah dan murah: orgasme.

Ketika mengalami orgasme, tubuh merilis endorfin. Kimiawi ini dikenal membuat kita merasa bahagia. Selain itu, endorfin punya efek yang membuat kita cepat tertidur.

Bukan hanya itu, pada saat klimaks tubuh kita juga mengeluarkan hormon oksitosin yang membuat kita merasa dekat dengan pasangan. Di dalamnya terdapat vasporessin, kimiawi yang mengatasi efek kortisol, hormon penyebab stres.

Oleh karena itu, lupakan obat tidur. Agar tidur nyenyak, rutinlah berhubungan seks. Karena tak hanya membuat kita merasa dekat dengan pasangan, orgasme juga membuat kita cepat tertidur

Untuk Anda tahu insomnia  menjadi gangguan tidur yang dapat merusak kualitas hidup seseorang. Bahkan di tahap yang kronis insomnia bisa mengubah individu menjadi tak produktif lagi.

Mungkin tak sedikit individu yang memilih mengonsumsi obat tidur khusus insomnia untuk memperbaiki kualitas tidur dari dalam.

Sayangnya cara tersebut tidak bekerja efektif, bahkan mereka cenderung akan mengalami insomnia kembali. Karena obat hanya bersifat sementara.

Parahnya, efek samping penggunaan obat tidur akan melanda beberapa organ tubuh lainnya di kemudian hari.

Ada cara alternatif untuk menyelamatkan insomnia, yakni dengan orgasme. Sebuah studi mengungkap dengan orgasme individu akan lebih mudah merasakan kantuk sehingga mudah terlelap.

Seperti dikutip dari laman Your Tango,  saat orgasme tubuh akan melepaskan endorfin–zat kimia ini dikenal untuk membuat tubuh merasa baik juga mudah mengantuk.

Ikatan kimia dalam tubuh yang dikenal dengan vasporessin mampu melawan efek kortisol dan senyawa kimia dalam darah yang menyebabkan stres.

Ketika hormon tersebut menurun, stres akan terkelola–tubuh dan otak lekas berileksasi dan tidur jadi lebih berkualitas.

Anda pasti pernah merasakannya, saat berada di kantor, satu hal yang sangat Anda inginkan adalah pulang ke rumah dan tidur.

Namun, ketika tiba waktunya bagi Anda untuk pulang, Anda masih ingin keluar makan malam bersama dengan teman-teman dengan tubuh yang sangat lelah.

Sesampai di rumah, Anda justru tidak dapat tidur. Anda melakukan segala hal, seperti mendengarkan musik, bermain komputer, menulis puisi, dan terbangun hingga pukul 3 pagi.

Terdengar familiar, bukan?

Dan hal ini tidak terjadi sekali dua kali saja, hampir setiap hari Anda mengalaminya.

Dilansir dari elle.com,  ternyata inilah alasan mengapa Anda tidak bisa tidur di malam hari, walaupun tubuh Anda terasa sangat lelah.

Faktanya, tidak ada aturan tertentu kapan seharusnya seseorang tidur.

Salah satu konsultan kesehatan bernama E. Jean pernah melakukan perjalanan liburan selama seminggu ke Pegunungan Star, Papua Nugini dan menemukan kelompok wanita di satu desa yang tidur di malam hari, sedangkan kelompok pria tidur di pagi harinya.

Di desa lainnya, dengan bahasa dan kebudayaan yang berbeda, Jean menemukan semua orang memutuskan untuk tidur di saat matahari terbenam.
Hal ini menunjukkan bahwa tempat berbeda dengan kebudayaan yang berbeda dapat berpengaruh terhadap waktu untuk tidur bagi seseorang.

Jika Anda merasa hal ini mengganggu pekerjaan Anda, maka cobalah untuk mengatakan kepada atasan apa yang Anda alami dan mintalah untuk menukar jadwal masuk Anda menjadi siang hari.

Namun, jika ini tidak berhasil, Anda harus mendapatkan cara untuk mengatasi tubuh lelah di siang hari.

Ambil waktu sekitar dua puluh  menit saat jam makan siang, matikan ponsel Anda, dan tidurlah. Atau jika Anda memiliki ruangan tersendiri, tutup pintu ruangan dan tidurlah.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang dapat membuat Anda menjadi lebih waspada.

Komentar