Anda Tahu Beda Sakit Kepala dan Migran?

Penulis: Darmansyah

Senin, 23 April 2018 | 14:32 WIB

Dibaca: 1 kali

Anda, mungkin, termasuk orang yang sulit membedakan antara sakit kepala dengan migrant.

Ya, keduanya  memiliki gejala yang sama tapi beda secara kesehatan.

Sains jelaskan, ada beberapa jenis sakit kepala dengan gejala yang berbeda.

Jadi, jangan samakan semua sakit kepala.

Dan siapa yang bisa membantah saki kepala bukan sebuah gangguan.

Ya, selain flu, sakit kepala yang kerap dirasakan adalah hal yang sangat mengganggu.

Tahukah Anda, sakit kepala sebenarnya memiliki beberapa jenis dan tidak dapat disamakan satu sama lain.

Salah satu jenis sakit kepala yang sering kita alami adalah migrain.

Ketika migrain datang, salah satu sisi kepala Anda akan berdenyut sangat lama bahkan sampai berhari-hari.

Contoh lain adalah sakit kepala tegang atau tension headache.

Sakit kepala ini membuat Anda merasa nyeri, tegang, dan muncul tekanan di sekitar dahi, bagian belakang kepala, dan leher.

Seperti namanya, sakit kepala ini disebabkan oleh sinusitis dan sering kali dianggap migrain karena gejalanya mirip.

Meski memiliki gejala yang mirip, sebenarnya ada beberapa gejala lain yang membedakan keduanya.

Seperti migrain, orang yang mengalami sakit kepala sinusitis juga merasakan rasa nyeri di bagian dahi dan bagian belakang mata atau pelipis.

Namun lebih spesifiknya, sakit kepala sinusitis juga disertai dengan pilek dan demam. Itu sebabnya, hidung akan terasa tersumbat dan terus berair.

Selain itu, Anda akan merasa lebih menyakitkan saat membungkuk atau berbaring.

Ada sakit kepala Sakit kepala tegang atau tension headache adalah jenis sakit kepala yang paling umum dialami dan dianggap sebagai sakit kepala biasa.

Penderita umumnya merasakan nyeri terus menerus pada kedua sisi kepala, disertai ada tekanan di bagian belakang mata atau pelipis dan otot leher menegang.

Sakit kepala ini dapat berlangsung selama tiga puluh  menit hingga berhari-hari.

Ada orang yang mengalaminya setiap hari, dan ada juga yang berkala.

Jika mengalaminya setiap hari selama lebih dari liam belas hari dalam sebulan, sakit kepala Anda ternmasuk jenis kronis.

Saat Anda mengalami sakit kepala tegang yang parah dan lebih dari beberapa kali dalam seminggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Migrain adalah nyeri kepala yang umumnya terjadi pada satu sisi kepala saja. Penyakit ini disebut lebih sering terjadi pada wanita dibanding pria.

Menurut hasil penelitian WHO terhadap responden berusia dua puluh delapan sampai enam puluh lima tahun, tiga puluh persennya mengaku pernah mengalami migrain.

Beberapa di antaranya mengalami migrain beberapa kali dalam setahun dan ada juga yang mengalami beberapa kali dalam seminggu.

Gejala awal biasanya sudah muncul satu sampai dua hari sebelum migrain, yang meliputi perubahan suasana hati, mengidam makanan tertentu, leher terasa kaku, kerap haus, dan lebih sering menguap.

Sebelum atau selama migrain, Anda mungkin akan melihat cahaya berkedip dan penglihatan kabur.

Lantas, kapan sakit kepala harus diperiksakan ke dokter?

Saat melakukan pemeriksaan, dokter biasanya akan meresepkan obat-obatan.

Tapi untuk menyembuhkan sakit kepala, obat bukanlah satu-satunya solusi.

Untuk sakit kepala tegang, disarankanpijatan leher dan bahu untuk meringankan rasa sakitnya.

Dia juga menyebut mengubah posisi di meja kerja dapat membantu meredakan jenis sakit kepala ini.

Pelepasan stres juga berperan.

Jika Anda berada di bawah tekanan yang berlebihan, cobalah teknik relaksasi seperti yoga atau meditasi

Komentar