Anda Tahu Apa Itu Testosteron?

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 21 November 2015 | 11:07 WIB

Dibaca: 3 kali

Testosteron?

Tak banyak lelaki yang tahu “binatang” apa testosterone itu.

Nggak percaya?

Coba tanyakan kepada setiap lelaki apa itu testosterone. Mereka pasti akan menggeleng, dan kebanyakan bingung di antaranya bingung dengan sebutan itu.

Ya. Testosteron sebanarnya adalah hormon seks pria yang paling penting.

Kekurangan atau ketidakseimbangan testosteron bisa memengaruhi perkembangan seksual, kesuburan, bahkan meningkatkan risiko penyakit kronik.

Dan para ahli menyebut testosteron sebagai hormon seks.

Apa manfaatnya.

Hormon ini sangat penting bagi kesehatan tubuh pria secara keseluruhan.

Sayangnya, banyak pria yang tidak menyadari dirinya mengalami penurunan kadar testosteron.

Testosteron merupakan hormon yang sangat penting bagi laki-laki dan kekurangan hormon ini bisa menyebabkan pertumbuhan organ genital tidak sempurna.

Pada masa awal kehamilan, hormon ini akan menentukan apakah janin akan berkelamin laki-laki atau perempuan.

Kekurangan hormon ini di masa kehamilan akan menyebabkan kondisi yang disebut kelamin ambigu, di mana dari pemeriksaan luar jenis kelamin bayi yang baru lahir itu tidak jelas.

Jika kekurangan testosteron terjadi pada masa pertumbuhan atau sebelum pubertas, bisa disebabkan karena kerusakan pada testis.

Kelainan genetik bawaan, seperti kerusakan kromosom, atau juga karena testis mengalami radang atau trauma. Kondisi ini disebut juga dengan hipogonadisme primer.

Penyakit kronis seperti sindrom metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah dan kolesterol tinggi, serta penumpukan lemak di perut, juga bisa menyebabkan testosteron menurun.

Separuh dari penderita penyakit metabolik juga mengalami disfungsi ereksi juga mengalami hipogodisme atau kekurangan tetosteron

Diagnosis hipogonadisme ditegakkan berdasarkan pada gejala dan hasil tes darah yang mengukur kadar testosteron.

Terapi hipogodasime bergantung pada penyebabnya. Terapi penggantian testosteron melalui suntikan, gel, atau plester, cukup efektif untuk memulihkan kadar testosteron normal.

Pada anak laki-laki yang menderita hipogonadisme, terapi ini bisa merangsang masa pubertas. “Pada anak pengobatan harus secepatnya dan diterapi sampai fisiologinya normal,” katanya.

Anak laki-laki dengan kondisi ini tidak mengalami perubahan suara, serta organ genitalnya tidak sempurna, misalnya penis dan testisnya kecil

Sementara itu, hipogonadisme yang dialami pria dewasa akan menyebabkan fungsi kepriaan seseorang terganggu.

Pria dengan kadar testosteron rendah akan mengalami gejala mudah lelah, loyo, libido rendah, serta disfungsi ereksi. Perubahan suasana hati, mudah tersinggung, dan depresi, juga bisa menyertai hipogonadisme.

Gejala utama kadar testosteron yang rendah adalah penurunan dorongan seksual, frekuensi ereksi berkurang atau ereksi tidak keras lagi, penurunan kekuatan dan massa otot, sulit konsentrasi, cepat merasa lelah, hingga peningkatan massa lemak, terutama di bagian perut.

Pria yang mengalami kekurangan testosteron disebut juga dengan hipogonadisme. Kondisi ini terjadi karena testis gagal memproduksi testosteron atau pun karena penambahan usia.

“Banyak pria yang tidak sadar, karena penurunan hormonnya memang perlahan-lahan dan seringkali tidak menimbulkan gejala. Kondisi tersebut juga dianggap lazim karena dikaitkan dengan penambahan usia pada pria,” kata Nugroho.

Hipogonadisme juga bisa disebabkan karena gaya hidup yang buruk atau penyakit kronik seperti diabetes atau penyakit metabolik lainnya.

Untuk menegakkan diagnosis apakah seseorang menderita hipogonadisme atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan anamnesis pemeriksaan fisik, dan juga laboratorium.

Pada pria yang menderita hipogonadisme karena gaya hidup, seperti olahraga berlebihan, maka perlu dilakukan modifikasi gaya hidup. Penyakit yang memicu penurunan testosteron juga harus dikendalikan.

Komentar