Anda Jangan Percaya dengan Mitos Tidur

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Februari 2016 | 09:13 WIB

Dibaca: 1 kali

Tidur cukup dan berkualitas bisa membuat seseorang terlihat tampil lebih menarik Tidur diketahui mampu mengistirahatkan otot, membuat kulit memperbaiki diri, dan bahkan dapat mencegah Anda makan berlebihan.

Ada yang membantah kenyataan ini?

Rasanya nggaklah.

Yang pasti dampak positif dari rutinitas tidur yang selama ini dipercaya banyak orang ternyata tidak sepenuhnya benar.

Karenanya, Anda sebaiknya mengetahui mitos apa saja tentang tidur yang tidak benar seperti ditulis situs kesehatan “sleep.org,” Rabu, 17 februari 2017.

Mitos pertama menyangkut polesan krim vasseline sebagai penyempurnaan tidur

Meski disebut-sebut dapat mencegah penuaan jika digunakan sebelum tidur, namun belum ada penelitian yang menyatakan petroleum jelly dapat mencegah penuaan pada kulit.

Pelembab yang ampuh mungkin dapat membuat kerutan di kulit tidak terlalu kentara.

Namun untuk benar-benar menghilangkan kerutan, Anda harus menggunakan krim malam dengan kandungan aktif yang terbukti melawan penuaan seperti retinol, retinoid, peptides atau vitamin C.

Mitos lainnya adalah tidur yang sempurna hanya bisa didapatkan diakhir pekan

Membayar hutang tidur dengan menghabiskan waktu tidur siang pada akhir pekan tidak berarti Anda telah melunasi hutang istirahat Anda.

Kebiasaan itu ternyata sama saja dengan memainkan sesuatu dengan lebih cepat dua kali lipat, namun malah membuat tubuh Anda makin sulit untuk memulihkan diri ke kondisi sehat.

Selain itu delapan jam tidur adalah sebuah wakty yang paling sempurna.

Benar bahwa kebanyakan kaum dewasa membutuhkan waktu tidur delapan jam untuk mendapatkan istirahat malam yang sempurna.

Namun banyak juga yang tidak mengetahui bahwa sebenarnya tak semua orang merasa cukup dengan waktu delapan jam dan malah membutuhkan waktu lebih, atau bahkan kurang dari itu.

Umumnya, jam tidur orang dewasa yang sempurna adalah antara tujuh hingga sembilan jam per malam.

Untuk mengetahui berapa jumlah pasti jam tidur ideal, Anda harus tidur tanpa menggunakan alarm untuk bangun selama satu minggu.

Nantinya, pola tidur Anda yang sesuai dengan tubuh akan terlihat.

Lantas bagaimana dengan “mood” tidur dikaitkan dengan asupan malam Anda.

Nah, selama ini, para ahli menyatakan, mengkonsumsi makanan berat seperti nasi, mie atau mungkin camilan sebelum tidur memang kerap disebut sebagai salah satu penyebab Anda tetap terjaga di malam hari.

Anda pun mungkin selama ini telah menghindarinya.

Namun ternyata, seperti dikutip dari “sleep.org,” ada beberapa makanan dan minuman yang mampu membuat mood aktif Anda ingin beristirahat setelah mengkonsumsinya.

Dalam beberapa makanan yang mengandung trytophan atau senyawa amino acid yang berubah menjadi senyawa yang dapat merilekskan pikiran seperti serotonin dan melatonin.

Bisa juga gandum padat karbohidrat,yang meningkatkan hormon serotonin,, beberapa jenis mineral, dan beberapa tanaman herbal, terdapat efek yang dapat dijadikan sebagai obat tidur untuk Anda.

Sebuah penelitian terbaru dalam Journal of Clinical Sleep Medicine menemukan bahwa makanan yang dikonsumsi ternyata dapat mempengaruhi tidur.

Direktur dari Divisi Epilepsi dan Tidur di Columbia University’s medical school Carl Bazil mengatakan yang paling banyak mengambil andil atas hubungan tersebut adalah konsumsi serat.

Dikutip dari Prevention, Rabu, 17 Februari 2016, para peneliti mendapati para peserta penelitian yang mengonsumsi banyak serat, sedikit lemak jenuh seperti daging merah dan keju, dan protein yang cukup tidak hanya membuat para peserta tidur lebih cepat di saat malam tapi juga tidur lebih nyenyak.

Hasilnya mereka akan mendapati tubuh yang lebih segar keesokan harinya.

Di sisi lain, peserta yang mengonsumsi makanan dengan porsi lemak dan gula yang lebih tinggi, tapi porsi serat yang sedikit, membutuhkan waktu dua kali lebih lama untuk tertidur di malam hari.

Tingkat kenyenyakan tidur mereka juga enam belas persen lebih rendah.

Bazil juga mengungkapkan lemak tinggi dalam tubuh dapat menyebabkan tidur menjadi gelisah. Selain membatasi kafein, alkohol, dan makanan berat sebelum tidur, orang yang memiliki masalah tidur juga harus memperhatikan pola makananya.

“Dianjurkan untuk menghindari makanan berat yang berlemak dan meningkatkan konsumsi serat,” kata Bazil.

Peneliti dari New York Obesity Nutrition Research Center di Columbia University’s medical school Marie-Pierre St-Onge mengatakan untuk bisa mendapatkan tidur yang berkualitas harus memiliki pola makan yang sehat, seimbang, dan bernutrisi.

“Pastikan konsumsi banyak serat dari padi-padian, sayuran, buah, dan kacang-kacangan. Kemudian juga menghindari lemak tidak sehat dan gula,” kata dia.

Selain tip singkat di atas, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki kualitas tidur dari makanan yang dikonsumsi dari ahli gizi NAO Nutrition Nikki Ostrower.

Anda dapat mengurangi konsumsi daging merah, menggantinya dengan biji-bijian yang berserat seperti quinoa, lentil, atau barley. Satu cangkir barley memiliki tiga puluh dua gram serat.

Bisa juga konsumsi sup dan salad dengan menambahkan kacang-kacangan, biji-bijian, kacang merah, kacang hitam, atau kacang polong.

Kacang-kacangan tersebut akan menambahkan protein dan serat, ditambah mereka kaya asam amino triptofan yang merangsang produksi serotonin dan melatonin untuk membuat tidur malam lebih baik.

“Jangan hindari sayuran. Sayuran hijau tidak hanya berserat, tapi mereka juga kaya magnesium yang membantu menenangkan Anda,” kata Ostrower.

“Yang perlu diingat adalah apa pun yang Anda makan jangan makan terlambat. Minimal dua jam sebelum tidur sebab tubuh harus fokus istirahat dan memulihkan tubuh ketika tidur, bukan fokus melakukan pencernaan,” ujarnya.

Komentar