Alpukat Buah Dengan Lemak Menyehatkan

Penulis: Darmansyah

Minggu, 3 Maret 2013 | 09:54 WIB

Dibaca: 0 kali

ANDA penggemar alpukat? Kalau iya, jangan pernah mendengar “provokasi” bahwa alpukat itu membuat tambahan kolesterol atau pun akan mempercepat melarnya tubuh. Dua provokasi itu selalu berulang-ulang disuarakan oleh orang-orang yang tidak pernah tahu khasiat buah “number one” itu.

Kalau Anda penggemar  buah alpukat, maka bergembiralah. Ketahuilah  buah ini umumnya memiliki khasiat mendorong  kondisi kesehatan yang lebih baik. Sebuah riset baru mengatakan, penyuka alpukat lebih mungkin untuk memiliki pola makan lebih sehat dan tubuh lebih langsing daripada mereka yang tidak.
Riset yang dimuat Nutrition Journal itu juga mengindikasikan bahwa penyuka alpukat juga memiliki kadar kolesterol yang lebih baik dan risiko lebih rendah mengidap penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Hasil ini mungkin tak pernah diduga sebelumnya, sehingga para peneliti menyarankan agar orang dapat meningkatkan konsumsi buah alpukat

Para peneliti menganalisa data lebih dari 17.500 orang yang mengikuti riset bertajuk National Health and Nutrition Examination Survey. Para peneliti menfokuskan terhadap 347 orang dewasa yang melaporkan makan sejumlah alpukat. Rata-rata mereka mengonsumsi sekitar setengah buah alpukat berukuran sedang setiap hari.

Para peserta ini disimpulkan memiliki asupan nutrien serta indikator kesehatan yang lebih baik secara signifikan daripada mereka yang menghindari konsumsi alpukat. Menurut riset ini, orang yang memakan alpukat memiliki pola makan yang lebih sehat dan kaya akan vitamin dan mineral esensial. Asupan serat lebih tinggi 36 persen, vitamin E lebih tinggi 23 persen, magnesium lebih tinggi 13 persen, potasium lebih tinggi 16 persen, dan vitamin K lebih tinggi 48 persen.

Orang yang makan alpukat memiliki kadar lemak dan kolesterol “baik” yang lebih tinggi. Indeks massa tubuh yang lebih rendah, atau rata-rata sekitar 3,4 kilogram lebih ringan daripada orang yang menghindari alpukat, sehingga mereka lebih langsing. Selain itu mereka juga 50 persen lebih kecil memiliki risiko sindrom metabolik, yang dikaitkan pada penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2.

“Penemuan ini mengindikasikan hubungan yang menarik antara konsumsi alpukat dan asupan nutrien yang lebih baik, serta hasil positif lainnya,” ujar kepala peneliti Victor Fulgoni, konsultan diet dari Nutrition Impact.
Meskipun demikian, para peneliti menekankan, belum ada bukti tentang hubungan sebab akibat antara konsumsi alpukat dengan pola makan yang lebih baik. Memang banyak  orang yang ingin mengurangi berat badan menjauhi buah alpukat.

Memang alkpukat merupakan salah satu buah yang tinggi kadar lemaknya, sekitar 16 persen. Tapi lemak yang terkandung sebenarnya aman dan malah menyehatkan. Hal itu karena 63 persen unsur penyusunnya adalah asam lemak tidak jenuh, terutama asam lemak tak jenuh tunggal.

Menurut para ahli, makanan yang paling efektif menurunkan lemak adalah yang mengandung MUFA (mono unsaturated fatty acid) seperti alpukat. Selain membantu menurunkan berat badan, makanan yang kaya MUFA juga mampu meluruhkan lemak di area perut. Khasiat alpukat lain yang tak kalah hebat adalah menurunkan kadar kolesterol, mencegah penyumbatan pembuluh darah serta mengurangi risiko penyakit jantung dan diabetes.

Di dalam 100 gram buah alpukat juga terkandung sekitar 300-400 IU vitamin A dan sekitar 165 mikrogram karoten. Terkandung pula tiamin, riboflavon dan niasin, yang tergolong vitamin B kompleks. Kadar vitamin C alpukat juga cukup baik, sekitar 14 mg per 100 gram buah alpukat.

Bagi Anda yang mengalami masalah dengan pencernaan, makanan yang kaya serat tentu sangat dianjurkan. Anda bisa mendapatkannya dengan mengonsumsi alpukat. Serat  alpukat  juga  tinggi  sekitar  1,6  gram/100  g.  Hal ini bermanfaat  untuk  membantu  sistem pencernaan dan membuang sisa-sisa pencernaan yang beracun.

Temuan para ilmuwan di Meksiko menunjukkan, buah alpukat berpotensi menjadi senjata alami melawan proses penuaan dan penyakit kronis.  Minyak yang terkandung dalam buah ini terbukti mampu melawan radikal bebas atau molekul berbahaya yang disebut-sebut bertanggung jawab dalam menyebabkan proses penuaan, sakit jantung hingga kanker.

Kata peneliti, yang menjadikan alpukat spesial adalah kandungan minyaknya yang secara spesifik mampu menembus ke dalam mitokondria, bagian penting dari sel tubuh yang berfungsi mengubah makanan menjadi energi. Banyak zat antioksidan yang terkandung dalam buah dan sayuran lain seperti  wortel atau tomat yang juga mampu menghadang radikal bebas – tetapi tidak mampu menembus ke dalam  mitokondria.

‘Masalahnya adalah antioksidan dalam bahan lain tidak tembus ke dalam mitokondria. Akibatnya, radikal bebas terus dapat merusak mitokondria, menyebabkan produksi energi terhenti dan sel pun sekarat hingga mati. Analoginya bahwa selama minyak tumpah (di laut), jika kita hanya membersihkan tumpahan minyak ketimbang memperbaiki perforasi, maka minyak akan terus tumpah, dan ikan pun akan mati,” kata peneliti dari University Michoacana de San Nicolas de Hidalgo Meksiko, Christian Cortes-Rojo, yang memaparkan temuannya dalam konferensi tahunan American Society for Biochemistry and Molecular Biology
Radikal bebas yang labil merupakan produk limbah alami dari proses metabolisme yang jumlahnya dapat meningkat tajam dalam tubuh akibat beragam faktor seperti polusi udara, rokok dan radiasi. Radikal bebas ini dapat membuat petaka dalam tubuh dengan cara memicu reaksi berantai yang menghancurkan membran sel , protein dan bahkan DNA. Fenomena ini merupakan salah satu pemicu utama proses penuaan dan diyakini berperan besar dalam merusak pembuluh arteri dan kanker.

Dalam penelitian di laboratorium, para ahli menemukan bahwa minyak alpukat ternyata dapat membuat sel ragi bertahan hidup dari paparan konsentrasi tinggi zat besi yang merupakan elemen yang dapat memproduksi radikal bebas dalam jumlah tinggi.

“Kami perlu meneliti lebih lanjut apakah yang kami temukan pada ragi  juga dapat terjadi pada organisme tingkat tinggi seperti manusia,” kata Cortes-Rojo .
Minyak alpukat memiliki komposisi yang sama dengan olive oli atau minyak zaitun.  Konsumsi minyak ini sebelumnya juga dikaitkan dengan rendahnya kasus penyakit kronis pada beberapa negara Mediterrania dan Mr Cortes-Rojo menegaskan temuan ini bisa menggiring alpukat sebagai ‘the olive oil of the Americas’.

Penelitian sebelumnya yang dilakukan di Meksiko, yang merupakan negara terbesar produsen alpukat, menunjukkan bahwa buah alpukat mampu menekan kadar kolesterol dalam darah dan beberapa lemak yang berkaitan dengan diabetes.

Komentar