Alasan Kita Gampang Lapar di Waktu Kerja

Penulis: Darmansyah

Selasa, 12 Februari 2019 | 10:26 WIB

Dibaca: 0 kali

Salah satu penyebab hilangnya konsentrasi saat sedang bekerja adalah rasa lapar. Padahal, satu jam sebelumnya kita baru saja makan siang, tapi perut sudah meronta-ronta minta diisi.

Seringkali juga pada hari kerja rasa lapar lebih sering datang dibanding ketika akhir pekan. Akhirnya kita pun lebih sering ngemil di kantor.

Hal itu juga terungkap dari data Centre for Disease Control and Prevention, AS yang menemukan bahwa rata-rata orang mengkonsumsi sekitar seribu tiga ratus ektra kalori dari makanan seperti pizza, kue, soda, hingga biskuit, di waktu kerja.

Jumlah kalori ekstra tersebut sama dengan jumlah kalori sehari penuh. Jangan heran jika tiap tahun lingkar pinggang terus bertambah.

Biasanya rasa lapar akan menyerang setiap tiga hingga empat jam setelah Anda makan, dan akan meningkat seiring bertambahnya waktu bila Anda tidak mengonsumsi apa pun.

Namun, ada kalanya Anda merasa lapar padahal baru saja Anda makan. Ada banyak alasan mengapa perut Anda sering berbunyi padahal baru saja Anda makan. Apa yang menyebabkan seseorang jadi cepat lapar?

Rasa lapar tidak selalu berarti Anda butuh makanan. Inilah yang membuat diet Anda kerap berantakan, karena selalu memenuhi keinginan rasa lapar Anda. Padahal bisa jadi rasa lapar Anda bukan karena Anda kurang makan, tapi beberapa hal ini:

Rasa haus dan lapar terkadang sulit dibedakan. Sering kali rasa haus disalahartikan menjadi rasa lapar. Sehingga bukannya mencari air, Anda malah mencari makanan.

“Padahal tubuh Anda hanya butuh cairan,” kata Alissa Rumsey, RD, juru bicara American Academy of Nutrition and Dietetics.

Menurut Alissa terjadi kebingungan di hipotalamus, bagian otak yang mengatur keduanya, nafsu makan dan haus. Untuk mencegah kebingungan ini pastikan asupan cairan Anda terpenuhi.

Jika Anda merasa lapar, dan Anda belum banyak minum hari itu, cobalah minum segelas air dan tunggu lima belas sampai dua puluh menit untuk melihat apakah kelaparan Anda mereda.

Kurang tidur dapat menyebabkan lonjakan kadar ghrelin, hormon yang merangsang nafsu makan, serta penurunan kadar leptin, hormon yang menyebabkan perasaan kenyang, begitu kata Rumsey.

Tidur yang sedikit membuat Anda cenderung merasa lelah ketika bangun. Akibatnya, sistem pada tubuh Anda yang sangat membutuhkan energi, memicu hasrat untuk mengonsumsi gula.

Karbohidrat seperti nasi, pasta, kue kering, biskuit, dan mie meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, lalu terjun bebas (drop)  dengan cepat pula. Penurunan kadar gula darah inilah yang menyebabkan Anda merasa lapar.

Saat Anda sedang tegang, sistem Anda meningkatkan produksi hormon stres adrenalin dan kortisol. Kadar hormon yang meningkat ini menipu sistem Anda sehingga berpikir mendapat serangan dan membutuhkan energi, sehingga nafsu makan Anda mulai mengamuk.

Stres juga mengurangi kadar seretonin kimia otak, dan itu bisa membuat Anda merasa lapar saat tidak tidur.

“Protein tidak hanya tinggal di perut Anda dan meningkatkan perasaan kenyang tapi terbukti efektif menekan nafsu makan,” kata Alissa.

Sama seperti protein, lemak tak jenuh juga terkait dengan perasaan kenyang. “Ketika Anda puas setelah makan, Anda lebih mungkin mendengarkan isyarat kelaparan Anda dan tidak makan lagi sampai Anda benar-benar lapar,” kata Alissa.

Tambahkan jenis lemak sehat seperti kacang-kacangan, biji-bijian dan alpukat. Para ahli menyarankan agar orang dewasa membatasi asupan lemaknya menjadi  dua puluh sampai tiga puluh lima persen dari total kalori harian.

Saat Anda melewatkan makan dan perut Anda kosong terlalu lama akan meningkatkan hormon kelaparan, ghrelin, sehingga meningkatkan nafsu makan Anda.

Cobalah untuk tidak melewatkan waktu makan. Jangan membiarkan perut Anda tidak terisi lebih dari empat sampai lima jam.

Anda tidak harus makan lebih banyak untuk membuat perut Anda kenyang lebih lama dan tidak cepat lapar. Coba cara berikut ini:

Tubuh Anda mengapresiasi makanan sehat yang dikonsumsi dalam porsi yang tepat. Anda bisa membagi makanan yang akan dikonsumsi untuk sarapan, makan siang, dan malam serta camilan.

Pilihan makanannya juga penting Anda perhatikan. Jangan mengkonsumsi sumber karbohidrat secara berlebihan, konsumsi protein yang cukup, lemak sehat sesuai anjuran dan perbanyak serat seperti kacang kedelai, buah-buahan dan sayur-sayuran.

Mengonsumsi sumber karbohidrat seperti nasi, pasta, mie, donat, kue dan biskuit akan membuat Anda gampang lapar.

Karena itu kurangi asupannya.

Caranya?

Siasati saja dengan mengonsumsi snack sehat seperti cemilan mengandung kedelai sekitar dua jam sebelum makan. Protein dan serat yang tinggi pada cemilan kedelai akan membuat Anda merasa kenyang lebih lama, sehingga mengurangi keinginan untuk mengonsumsi karbohidrat saat makan besar pagi, siang dan malam.

Tidur yang berkualitas bisa membantu Anda menurunkan berat badan. Berapa jam waktu tidur yang dianggap baik?

Berdasarkan saran dari National Sleep Foundation, orang dewasa membutuhkan tidur tujuh hingga sembilan jam setiap hari dan orang tua di atasenam puluh lima tahun membutuhkan tidur tujuh hingga delapan jam setiap hari.

Membaca label nutrisi sama pentingnya dengan mengonsumsi makanan itu sendiri. Dengan mengetahui informasi ini Anda jadi bisa mengukur diri sudah berapa banyak karbohidrat, protein dan serat yang Anda konsumsi.

Maka itu, ketika Anda berada di toko makanan, Anda harus memeriksa labelnya dan mengkonfirmasi jenis lemak yang dimiliki atau berapa banyak serat yang dimilikinya.

Komentar