close
Nuga Sehat

Air Putih Bisa Meluruhkan Lemak?

Air putih! Siapa pun tak pernah meragukan khasiatnya sebagai penjaga metabolisme tubuh. Ia disepakati oleh para ahli memiliki manfaat baik bagi kesehatan.

Karane khasiatnya yang begitu “super” air putih juga disebut bisa meluruhkan lemak. Apakah benar begitu?

Ternyata tidak. Orang banyak memberi opini berlebihan terhadap air putuh. Sebagai peluruh lemak, air putih tidak bisa mengikat lemak. Sebab, makanan yang sudah dikonsumsi secara otomatis akan dicerna di dalam tubuh.

Air tidak bisa melarutkan lemak sama sekali, tidak berpengaruh. Misalnya, kita makan rendang lima potong lalu minum air lima gelas dan berharap lemaknya keluar sama air, itu tidak benar.

Makanan yang dicerna secara fisiologis lewat proses yang dijalani tubuh, dipastikan lemak tidak akan ikut keluar bersama air.

Secara fisiologis, makanan masuk ke mulut lalu masuk melalui kerongkongan ke lambung dan dicerna. Saat di mulut, makanan dikunyah dan bercampur dengan enzim di mulut. Semakin lama dikunyah, makanan lama-lama jadi manis sehingga makanan akan jadi gula, di lambung juga demikian.

Begitu sampai di usus baru diserap. Proses itu harus dijalani, mau minum air juga enggak akan lari keluar.

Yang bisa mengikat lemak itu cuma serat, bisa didapat dari buah dan sayur. Kalau buah, misalnya kiwi atau pir.

Biasanya makanan yang telah dikonsumsi sebenarnya tidak bisa dinetralisir. Pasalnya, makanan tersebut langsung dicerna dan diserap oleh tubuh.

Semua yang sudah masuk akan dimetabolisme. Kalau sudah masuk, itu agak sulit. Pasti ada yang diserap, tidak mungkin lewat saja. Misalnya, makan rendang, harusnya jatah untuk tubuh kita dua potong, tapi yang dimakan lima potong, jadi tetap saja jumlah lemak yang diserap.

Untu itu dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sesuai dengan kebutuhan tubuh. Selain itu, memperbanyak serat untuk mengikat lemak. Apalagi, makanan berlemak inilah yang kemudian bisa memerlambat pencernaan. Alhasil, nutrisi yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh akan lebih lama diserap.

Serat yang bisa mengikat gula sehingga bisa lebih banyak dikeluarkan. Menyantap rendang, lemaknya akan lebih lama berada di dalam lambung.

Proses pencernaan lemak lebih lama, pindahnya dari lambung ke usus butuh waktu dibanding karbohidrat dan protein. Jadi, perbanyaklah makan serat.