Air Kelapa Bisa Mengatasi “Loyo

Penulis: Darmansyah

Jumat, 14 Februari 2014 | 09:21 WIB

Dibaca: 27 kali

Anda penderita difungsi ereksi? Jangan cemas! Sebuah penelitian terbaru dari para ilmuwan menemukan solusinya dengan cara yang paling sederhana. Rajin-rajinlah minum air kelapa.

Ya. Air kelapa, menurut sebuah penelitian yang dirilis situs “boldsky,” . bisa menjadi alternatif untuk mengatasi difungsi ereksi itu. Memang tidaka banyak pengobatan alami yang efektif dalam mengatasi disfungsi ereksi ini, tapi cobalah dengan menggunakan air kelapa.

Kunci mengatasi difungsi ereksi yaitu dengan mengetahui alasan kenapa masalah itu bisa terjadi. Namun kebanyakan pria justru merasa tidak percaya diri untuk membicarakan topik tersebut sehingga menambah depresi mereka.

Air kelapa sebenarnya memiliki sejumlah manfaat sehingga tidak hanya baik untuk mengatasi difungsi ereksi, tetapi juga memperbaiki kesehatan secara umum. Jika tengah mencari pengobatan disfungsi ereksi air kelapa perlu menjadi minuman favorit Anda.

Airi kelapa memiliki berbagai kandungan, seperti sodium yang bermanfaat untuk kontraksi otot. Sementara itu, otot yang sehat merupakan syarat yang penting dalam ereksi.

Selain itu ada potassium yang merupakan elektrolit esensial untuk fungsi ereksi yang baik. Kekurangan potasium dapat berakibat pada performa seksual. Rutin minum air kelapa akan membantu mencukupi keseimbangan elektrolit di dalam tubuh, sekaligus membantu fungsi ereksi.

Bahkan air kelapa memiliki kekayaan magnesium. Ketidakseimbangan magnesium berhubungan dengan buruknya sistem sirkulasi yang menyebabkan DE. Karena kaya magnesium, air kelapa pun bisa membantu mengatasi masalah tersebut.

Disfungsi ereksi atau sering disebut dengan DE tentu menjadi masalah besar bagi kehidupan seksual pasangan suami istri. Pasalnya, DE mempengaruhi kepuasan yang didapatkan dari performa seksual.

DE didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk mencapai atau mempertahankan ereksi. Penyebabnya adalah kurangnya aliran darah ke penis, kerusakan saraf, stres, diabetes, penyakit pembuluh darah, obat-obatan dan gangguan hormon.

Ketidakmampuan ini berjalan terus-menerus, bukan selang-seling terkadang bisa terkadang tidak. Kondisi itu juga tetap berlangsung meski dengan partner yang berbeda.

Seseorang disebut menderita DE jika ia tidak mampu melakukan ereksi selama lebih kurang tiga bulan. Ketidakmampuan ini berjalan terus-menerus, bukan selang-seling terkadang bisa terkadang tidak. Kondisi itu juga tetap berlangsung meski dengan partner yang berbeda.

Secara umum ada dua penyebab utama disfungsi ereksi, yakni faktor psikogenik dan organik.

Faktor psikogenik adalah semua hal yang berkaitan kondisi kejiwaan. Penyebabnya bisa karena komunikasi yang kurang baik dengan pasangan. Penyebab lain adalah merasa tidak berdaya karena tidak mampu membuat pasangan orgasme..

Rasa rendah diri karena tidak berhasil menuntun pasangan mencapai orgasme ternyata bisa membuat seorang pria merasa stres, depresi, merasa bersalah, sampai takut akan keintiman.

Sementara itu, yang dimaksud dengan penyebab organik adalah gangguan penyakit. Hampir dua pertiga disfungsi ereksi disebabkan karena faktor ini..

Selain diabetes yang tidak terkontrol, penyakit yang bisa menyebabkan impotensi adalah kolesterol tinggi, hipertensi, atau memiliki riwayat kecanduan. Penyakit-penyakit tersebut dapat merusak saraf dan pembuluh darah sehingga aliran darah ke organ penis yang diperlukan untuk terjadinya ereksi menjadi terhambat.

Ada beberapa gejala yang menyertai penyebab organik, yakni hilangnya minat pada aktivitas sosial, ukuran testis yang mengecil, serta penurunan pada penanda seksual sekunder, misalnya melemahnya kekuatan otot.

Mengenali penyebab-penyebab disfungsi ereksi bisa membantu memilih terapi pengobatan yang paling tepat.

Pengobatan DE sendiri terdiri dari tiga lini, yang pertama adalah mengobati penyebabnya yang diikuti dengan melakukan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat. Misalnya dengan obat golongan PDE-5 inhibitor.

Jika pengobatan lini pertama tidak berhasil, pasien bisa melakukan terapi lini kedua berupa injeksi sildenafil ke badan penis serta injeksi sildenafil ke saluran kencing. Tetapi, pengobatan ini mulai dibatasi karena minimnya penyerapan obat di uretra.

Sementara itu, pengobatan di lini terakhir adalah operasi atau terapi hormon yang diikuti dengan terapi seks.

Kunci keberhasilan pengobatan adalah menjaga pola hidup sehat, dengan asupan bernutrisi seimbang dan olahraga. Kecuali karena kondisi genetik, disfungsi ereksi bisa diperbaiki dengan pola hidup sehat. Pola yang sama juga harus dijalani usai menjalani pengobatan.

Komentar