Ada “Organ Baru” Ditemukan Ilmuwan

Penulis: Darmansyah

Senin, 9 Januari 2017 | 09:18 WIB

Dibaca: 0 kali

Para ilmuwan sudah mempelajari banyak hal tentang bagaimana tubuh manusia bekerja, tetapi biologi tetap menyimpan banyak misteri.

Baru-baru ini para ilmuwan menemukan sebuah “organ baru” di dalam sistem pencernaan manusia. Ini mengingkatkan bahwa ada banyak hal-hal yang belum dipetakan dalam tubuh kita.

Para peneliti telah menggolongkan organ yang baru saja “ditemukan” di dalam tubuh kita, sebuah organ yang bersembunyi dari pandangan kita di dalam jalur pencernaan selama ini.

Walaupun sekarang kita mengetahui tentang struktur organ baru ini, fungsi sesungguhnya masih perlu banyak digali dan mempelajarinya dapat menjadi kunci pemahaman yang lebih baik serta penanganan penyakit yang berhubungan dengan pencernaan.

Bukti dari reklasifikasi organ ini dipublikasikan di The Lancet Gastroenterology & Hepatology.

Semua ini adalah hasil dari penelitian terbaru yang akhirnya sejak tahun lalu mulai diajarkan dan disebarluaskan kepada pelajar medis.

Mereka mengakui bahwa mesentery adalah organ tubuh manusia yang konkrit.

Buku diktat medis terbaik dunia pun, Gray’s Anatomy, telah memperbaharui info mengenai organ ini lengkap dengan definisinya.

Menurut J Calvin Coffey, seorang peneliti dari University Hospital Limerick di Irlandia, dalam jurnal ilmiah yang telah direview dan dinilai, sekarang dapat dipastikan bahwa kita memiliki organ di dalam tubuh yang belum pernah diakui hingga saat ini.

Dialah yang pertama kali menemukan bahwa mesentery adalah sebuah organ dalam tubuh manusia.

Bagi Coffey, deskripsi anatomi yang dipercaya mengenai organ tersebut selama seratus tahun ke belakang adalah salah. Organ tersebut gak terpecah dan kompleks, bentuknya benar-benar sebuah struktur utuh.

Mesentery adalah lipatan dobel dari selaput perut – seharis dengan rongga perut. Ia merekatkan usus kita ke dinding perut dan bertugas memastikan semuanya “terkunci” di tempat yang seharusnya.

Selama berabad-abad “organ” tersebut diabaikan karena dianggap sebagai perekat tubuh yang gak signifikan penting.

Selama beberapa abad terakhir, dokter yang mempelajari mesentery mengasumsikan bahwa itu bagian pecahan tubuh yang terdiri dari beberapa bagian terpisah, sehingga dianggap gak penting.

Organ tubuh yang baru dikenali ini sebenarnya tidak benar-benar baru.

Selama ratusan tahun organ itu disebut sebagai “mesentery”.

Leonardo DaVinci, penemu dan pelukis terkenal dari Italia, bahkan sudah memasukkan bagian tubuh itu dalam ilustrasi anatomi.

Meski demikian, selama ini bagian itu dianggap sebagai rangkaian membran yang terfragmentasi dalam sistem pencernaan sehingga tidak layak disebut organ tubuh.

Sampai akhirnya Dr.J.Calvin Coffey, ahli bedah dari Irlandia, mengungkapkan bukti bahwa “mesentery” itu sebenarnya struktur tunggal yang berkesinambungan, bukan terpecah-pecah.

Berdasarkan penemuannya itu, dalam jurnal The Lancet Gastroenterology & Hepatology, Coffey mengatakan bahwa klasifikasi ulang menetarium sebagai organ sangat penting.

Mesenteri menghubungkan usus halus ke saluran pencernaan. Lebih spesifik lagi, organ itu berawal dari pankreas, selanjutnya menyelubungi usus halus dan usus besar.

Karena fungsinya “memegang” isi perut, maka tanpa mesenterium organ-organ di dalam perut tidak akan berfungsi dengan baik.

“Jika mesenteri tidak menyatukan dinding perut dengan baik seperti seharusnya, maka bisa mengganggu suplai darah. Ini karena aliran darah bisa berhenti dan usus halus akan nekrosis atau mati,” kata Coffey.

Bila para ilmuwan berhasil mengungkapkan lebih jauh fungsi tidak biasa dari mesenteri, kelak akan lebih dipahami bagaimana pengaruhnya pada terjadinya penyakit.

Penemuan organ tubuh ketujuh puluh sembilan ini tentu akan memperbaharui buku teks anatomi tubuh yang dipakai oleh mahasiswa kedokteran di seluruh dunia.

Sirkulasi darah yang baik sangat berperan untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Buruknya sirkulasi darah dapat memengaruhi berbagai organ tubuh, mulai dari jantung hingga otak. Bila salah satu organ vital tubuh tidak mendapat cukup darah maka akibatnya bisa fatal.

Seperti dikutip dari Boldsky.com, sirkulasi darah yang tidak lancar bisa dipicu oleh kebiasaan merokok, sering cemas dan stres, tekanan darah tinggi, obesitas, Kolesterol, diabetes, hingga gangguan makan.

Sirkulasi darah yang terhambat ke daerah jantung bisa menyebabkan serangan jantung dan matinya otot-otot jantung karena tak mendapat suplai darah dan oksigen.

Masalah ini bisa terjadi ketika ada plak di pembuluh darah yang menyumbat aliran darah.

Masalah yang sama seperti jantung apabila sumbatan terjadi di daerah otak.

Ketika aliran darah ke otak dibatasi, seseorang bisa mengalami sakit kepala, pusing, kelelahan, hingga penurunan memori.

Kaki juga sering menjadi tempat munculnya gangguan sirkulasi darah.

Sirkulasi darah yang tidak lancar di daerah kaki bisa menyebabkan kram, mati rasa, bahkan varises. Peregangan pada kaki secara teratur sangat penting agar tidak kaku.

Ginjal merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yamg berfungsi menyaring darah dan mengeluarkan racun.

Apabila oksigen dan nutrisi tidak dapat menuju ginjal akibat buruknya sirkulasi darah, fungsi ginjal pun akan terganggu.

Efek yang akan terasa adalah kaki dan tangan bengkak, serta kelelahan.

Seperti halnya ginjal, hati juga menjalankan fungsi penting dalam tubuh untuk membersihkan darah hingga memproduksi empedu untuk membantu sistem pencernaan.

Sirkulasi darah yang buruk di daerah hati dapat mengubah warna kulit kekuningan hingga penurunan berat badan secara tiba-tiba.

Agar sirkulasi darah selalu lancar, konsumsilah makanan yang sehat. Selain itu, olahraga teratur juga sangat penting untuk melancarkan aliran darah ke seluruh tubuh.

Langkah selanjutnya yang perlu diambil adalah mengetahui seluruh fungsi konkrit dari mesentery, karena ketika kita mengetahui fungsi normalnya, maka kita akan bisa mengetahui ketika fungsinya berjalan gak normal.

Setelah semua lengkap, barulah akan muncul keilmuan baru yaitu sains mesenterik.

Penelitian ini membuktikan ke kita bahwa gak peduli sudah secanggih apapun dunia sains saat ini, akan selalu ada lebih banyak yang bisa dipelajari dan ditemukan, bahkan di dalam tubuh kita sendiri.

 

Komentar