A2, Jenis Susu Baru yang Lebih Sehat

Penulis: Darmansyah

Jumat, 28 Juli 2017 | 15:43 WIB

Dibaca: 0 kali

Laman huffingtonpost,” hari ini, Jumat, menulis tentang kehadiran susu jenis baru, yang menurut studi, jauh lebih sehat dari susu yang ada selama ini.

Susu baru itu dinamai dengan A2 dan diduga lebih baik dari berbagai aspek nutrisi maupun penerimaan sistem pencernaan manusia.

Kebanyakan susu yang dikonsumsi memang mengandung campuran dua jenis protein beta casein A1 dan A2.

Kedua jenis ini hanya dibedakan dengan satu asam amino.

Susu A2 dinilai sebagai varietas asli protein yang ditemukan dalam susu sapi. Sejumlah studi mengatakan jika susu A2 lebih mudah dicerna terlebih oleh mereka yang sulit mengonsumsi susu tradisional.

Untuk mendapatkan susu A2 memang dihasilkan dari rangkaian penyeleksian sapi dengan tes DNA.

Artinya, susu A2 dihasilkan dari sapi khusus yang sudah diseleksi.

Biasanya seseorang mengonsumsi susu dengan kandungan 40 persen A1 dan 60 persen A2.

Tentu saja dua kandungan dalam susu itu dapat terjadi karena rekayasa genetik dari sapi yang dikawinkan secara silang.

Perbedaan kedua kandungan itu dinilai sedikit. A1 memiliki asam amino histidin yang terletak pada posisi n67 dalam rantai protein.

Sementara itu A2 memiliki asam amino prolin.

Asam amino histidin memang terbilang penting dalam menjaga kesehatan fungsi seksual.

Namun, kadar histidin yang tinggi dapat menyebabkan gangguan penyakit mental seperti skizofrenia.

Dalam prosesnya, agar makanan dan minuman diserap tubuh, mereka harus dipecah oleh protein pencernaan.

Ketika sampai pada protein A1, enzim tubuh memecahnya pada histidin yang kemudian menciptakan fragmen protein yang disebut beta-casomorphin-7 (BCM-7).

Fragmen tersebut dituduh membuat seseorang tidak nyaman dengan susu A1. Sedangkan untuk susu A2 tidak terdapat BCM-7 karena tidak memiliki asam amino histidin dan hanya memiliki asam amino prolin.

Amino prolin dinilai bermanfaat dalam menjaga otot dan sendi.

Selain itu, prolin berperan dalam produksi sel dengan memecah protein yang berguna bagi kulit terlebih saat ada luka.

Untuk membuktikan kehebatan susu A2, sejumlah peneliti menilai harus dilakukan penelitian lebih lanjut.

Hal itu untuk membuktikan apakah varian susu A2 bisa bermanfaat daripada susu biasanya.

Selain itu juga untuk membuktikan jika susu A2 dapat menjadi soulsi bagi mereka yang alergi terhadap susu.

Adapun sejumlah negara yang telah menyediakan susu A2 adalah Australia dan Selandia Baru

Tipe protein pada susu berbeda-beda memang.

Salah satu protein terbesar susu sapi adalah kasein, dan yang dominan dari kasein ini adalah beta-kasein.

Dalam turunan sapi yang tertua, seperti misalnya sapi Asia, Jersey, dan Afrika disebut dengan sapi A2, beta-kaseinnya mengandung asam amino yang disebut dengan prolin.

Dalam turunan sapi yang terbaru seperti misalnya sapi Holstein atau sapi A1, asam amino prolin yang dikandungnya telah bermutasi menjadi asam amino histidin.

Untuk Anda tahu, sebelum diproses, susu mengandung banyak unsur yang baik.

Contohnya, susu mengandung banyak jenis enzim, misalnya enzim yang menguraikan laktosa; lipase, yang menguraikan lemak; dan protease, enzim yang menguraikan protein.

Susu dalam wujudnya yang alami juga mengandung laktoferin, yang dikenal memiliki efek antioksidan, anti-peradangan, antivirus, dan pengatur imunitas tubuh.

Susu yang dijual di toko-toko telah kehilangan banyak nutrisi melalui proses pengolahannya. Proses pengolahan susu secara modern adalah sebagai berikut.

Pertama-tama, mesin pengisap dihubungkan dengan puting susu sapi untuk memerah susu, yang kemudian disimpan sementara dalam sebuah tangki.

Susu segar yang dikumpulkan dari setiap peternakan kemudian dipindahkan ke tangki yang lebib besar lagi, tempat susu itu kemudian diaduk dan dihomogenisasi.

Yang sebenarnya terhomogenisasi adalah butiran-butiran lemak yang ditemukan dalam susu segar.

Susu segar terdiri dari sekitar empat lemak, tetapi sebagian besar lemak tersebut terdiri dari partikel-partikel lemak yang berbentuk. butiran-butiran kecil.

Semakin besar partikel lemak, semakin mudah mereka terapung. Jika susu segar dibiarkan, lemak akan menjadi sebuah lapisan krim di permukaan.

Sebuah mesin yang disebut mesin homogenisasi digunakan, dan secara mekanis partikel-partikel lemak pun dipecah menjadi lebih kecil.

Hasil akhirnya adalah susu homogen. Namun, pada saat homogenisasi berlangsung, lemak susu yang terdapat dalam susu segar berikatan dengan oksigen sehingga mengubahnya menjadi lemak terhidrogenisasi

Seperti halnya semua lemak terhidrogenisasi, lemak dalam susu homogen buruk bagi tubuh.

Komentar