Cuaca Panas Bisa Membikin Emosi “Tinggi”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 2 Mei 2018 | 15:02 WIB

Dibaca: 0 kali

Pernahkah Anda merasa lebih mudah marah atau emosi saat cuaca panas? Mengapa cuaca panas membuat seseorang lebih mudah terpicu untuk naik pitam?

Bahkan menurut penelitian yang dilakukan oleh University of California, tingkat kekerasan dan kriminalitas ikut naik seiring meningkatnya suhu menjadi panas.

Beberapa ahli kesehatan berpendapat bahwa hal ini berkaitan dengan reaksi psikologis seseorang.

Suhu dalam tubuh yang meningkat karena cuaca panas mengakibatkan peningkatan denyut jantung, testosteron, dan reaksi metabolik yang bisa memicu sistem saraf simpatik dan ‘mengaktifkan’ respon fight-or-flight yang membuat seseorang lebih cenderung untuk melawan.

Rasa tidak nyaman yang dirasakan seseorang saat cuaca panas juga menjadi penyebab mengapa seseorang jadi mudah emosi.

Tidak seperti cuaca dingin yang bisa Anda siasati dengan menggunakan baju hangat atau baju berlapis-lapis.

Cuaca panas akan mengikuti Anda di mana saja. Ketika seseorang mengalami rasa tidak nyaman dan tekanan yang diakibatkan sesuatu yang tidak dapat dikendalikan, hal ini membuat mereka jadi mudah emosi.

Kemarahan itu kemudian dilampiaskan ke sesuatu yang lain, seperti seseorang yang dirasa menjengkelkan di jalan.

Dan jika cuaca panas itu berlangsung singkat tak ada masalah

Penelitian telah mengungkapkan bahwa kortisol, yang merupakan hormon stres lebih rendah di musim dingin, dan ketika udara panas membuatnya meningkat.

Ini dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat karena kortisol berfungsi untuk mengatur garam, gula, serta cairan di seluruh tubuh.

Patofisiologis, Dr Dominika Kanikowska dari Poznan University of Medical Sciences, terkejut melihat lebih banyak kortisol beredar di tubuh selama cuaca panas.

“Temuan non-intuitive ini menemukan adanya kontradiksi tradisional dari konsep taxing physical toll di musim dingin dan relaxed ease pada musim panas,” pugkasnya seperti dikutip dari Times of India.

Sampel data pertama sebenarnya berasal dari statistik kejahatan atau kriminal, dan bagaimana data itu dihubungkan dengan cuaca. Penelitian itu menunjukkan jika kekerasan para penjahat meningkat saat cuaca panas.

Banyak teori pula yang menghubungkan suhu udara yang panas dengan lonjakan denyut jantung, testosteron dengan reaksi metabolik, yang memicu sistem saraf simpatik.

Selain membuat cepat tersulut emosi, cuaca panas juga bisa bikin capek

Saat cuaca panas, tubuh Anda akan melakukan beberapa penyesuaian untuk menjaga suhu tubuh tetap optimal.

Misalnya dengan melebarkan pembuluh darah Anda melalui sebuah proses yang dikenal sebagai vasodilatasi.

Proses ini memungkinkan lebih banyak jumlah darah yang mengalir di dekat permukaan kulit.

Darah yang hangat melepaskan panas saat mengalir di dekat permukaan kulit, sehingga suhu tubuh akan menurun.

Peningkatan jumlah aliran darah di dekat permukaan kulit inilah yang dapat menjelaskan mengapa tubuh beberapa orang terlihat lebih merah pada saat mereka berada di suhu yang panas.

Selain itu, pembuluh darah Anda jadi kesulitan untuk mengisi bilik jantung dengan darah.

Karena jantung tidak banyak terisi darah, jantung pun tidak bisa mengirimkan darah yang cukup ke seluruh anggota tubuh Anda yang lain.

Salah satu anggota tubuh yang mungkin kekurangan darah karenanya adalah otak. Menurunnya aliran darah ke otak memang bisa membuat Anda lemas dan cepat lelah.

Bahkan hal ini bisa menyebabkan Anda pingsan

Meskipun Anda tidak melakukan aktivitas fisik yang cukup berat, suhu ruangan atau cuaca panas bisa dengan cepat membuat tubuh Anda kekurangan cairan ataudehidrasi.

Hal ini disebabkan karena tubuh Anda bekerja keras untuk mempertahankan suhu tubuh dan mengeluarkan banyak keringat pada suhu yang panas.

Dehidrasi sendiri bisa membuat tubuh terasa lelah atau tak bertenaga.

Ketika Anda kekurangan cairan, bila dibiarkan terus menerus maka Anda dapat mengalami kekurangan garam (natrium) dan elektrolit.

Ini terutama terjadi ketika Anda mengganti cairan tubuh dengan minuman yang mengganti cairan, namun tidak mengganti elektrolit.

Masalahnya, garam dan elektrolit sangat diperlukan tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh.

Jadi kalau Anda minum air tapi tidak mengganti elektrolit, cairan tubuh Anda akan langsung terbuang lagi. Entah lewat keringat atau urine

Jika kejadian-kejadian di atas dibiarkan, Anda dapat mengalami heat exhaustion, suatu kondisi di mana tubuh Anda sudah terlalu panas.

Kondisi ini dapat bertambah parah dan berlanjut menjadi heat stroke atau sengatan panas yang dapat mengancam nyawa.

Untuk mencegah kelahan akibat cuaca panas, hindari menghabiskan waktu terlalu lama di bawah sinar matahari.

Segera cari tempat untuk berteduh apabila memungkinkan. Menggunakan topi atau payung juga dapat membantu untuk mengurangi paparan sinar matahari yang langsung mengenai tubuh Anda.

Minum banyak air saat Anda berada di bawah sinar matahari dan makan makanan yang

Komentar