Tarif Kereta Bandara ke Kuala Namu Rp 80 Ribu

Penulis: Darmansyah

Sabtu, 6 Juli 2013 | 21:00 WIB

Dibaca: 7 kali

Manajemen Bandara Kuala Namu, Deli Serdang, Sumatera Utara, telah menyelesaikan standar ongkos moda transportasi Medan-Kuala Namu lewat simulasi yang berlangsung Sabtu, 6 Juli 2013, untuk memudahkan pengeluaran penumpang yang berangkat dari Bandar udara yang akan dioperasikan 25 Juli mendatang.

Hasil simulasi yang dipublikasikan secara luas ke masyarakat penumpang pesawat mematok argo taksi, bertarif berkisar Rp 130 ribu sekali jalan. Selain taksi, Bandara Kuala Namu juga bisa diakses memakai kereta bandara. Harga tiketnya kereta bandara berada di kisaran Rp 80.000 sekali jalan.

Dalam simulasi itu, ada empat moda transportasi yang diujicoba menuju Bandara Kuala Namu yang berada di Kabupaten Deli Serdang. Mulai dari kereta api, bus, mobil pribadi dan taksi.

Taksi Bluebird yang merupakan taksi bandara, menyertakan 7 taksinya dalam simulasi ini. Taksi-taksi itu berangkat dari berbagai lokasi di Medan, antara lain Hotel Grand Aston City Hall, Grand Angkasa dan dari Bandara Polonia, bandara yang akan digantikan Kuala Namu. Rata-rata argo taksi itu berakhir di angka Rp 130 ribu ketika taksi tiba di zona “drop off” bandara, tempat menurunkan penumpang.

Dari Hotel Grand Angkasa di Jalan Sutomo, Medan, taksi yang berangkat sekitar pukul 08.00 WIB, menempuh waktu sekitar 51 menit menuju Kuala Namu. Argo menunjukkan angka Rp 130.900, di luar biaya tol Rp 3.000. Taksi ini masuk melalui jalur tol Tanjung Selamat dan keluar di gerbang Tanjung Morawa.

Sementara taksi yang berangkat dari Bandara Polonia, membutuhkan waktu 1 jam 1 menit tiba di Kuala Namu dengan argo Rp 129.200. Taksi melalui jalur Jalan Mongonsidi, seterusnya masuk ke Jalan Sisingamangaraja dan masuk tol gerbang Amplas dan keluar di Tanjung Morawa.

“Total jarak tempuh dari Polonia hingga drop off penumpang di Kuala Namu sekitar 35,4 kilometer,” kata Febri S, pengemudi taksi yang berangkat dari Bandara Polonia.

Satu taksi lagi, yang juga berangkat dari Polonia namun melalui jalur Avros, kemudian lewat Jalan AH Nasution dan seterusnya masuk ke Jalan Sisingamangaraja tanpa lewat tol. Melalui jalur ini tarifnya Rp 132.000.

Sementara saat ujicoba jalur Kuala Namu–Medan yang berangkat pukul 12.47 WIB, taksi menempuh waktu 1 jam 3 menit sampai Bandara Polonia, tanpa masuk jalur tol. Argo taksi menunjukkan angka Rp 126.750.

Saat ini masih belum ada jalur tol dari Medan ke Bandara Kuala Namu. Rute yang bisa ditempuh, melalui pintu tol maupun tidak, menuju Simpang Kayu Besar, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang. Dari sana, tinggal menempuh jarak sekitar 18 kilometer jalan yang kadang menyempit dan belum rapi hingga ke bandara.

Jalan utama itu memang masih bermasalah karena pembebasan lahan terkendala. Selain rambu yang tidak jelas, lampu jalan juga belum dipasang sekitar 3 kilometer terakhir sebelum mendapatkan bandara. Jadi malam hari, jalanan masih gelap gulita, padahal 25 Juli rencananya Bandara Kuala Namu akan beroperasi penuh.

Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) saat ini sudah menyelesaikan seluruh pekerjaan fisiknya dan siap beroperasi pada 25 Juli mendatang. Baik kondisi landasan, gedung bandara maupun sistem operasi, semua sudah beres.

Direktur Utama Angkasa Pura II, Tri S. Sunoko menyebutkan, ketika operasi pertama nanti, semua sistem akan dijalankan. Sejauh ini, tidak ada kendala yang mungkin menjadi masalah saat operasi dimulai.

“Secara fisik, bangunannya sudah selesai 100%. Siap beroperasi. Paling ada sekitar 5% lagi untuk merapikan bagian-bagian di dalam,” kata Tri S. Sunoko kepada wartawan, Sabtu (6/7/2013) saat simulasi operasional bandara.

Kegiatan untuk membereskan yang 5% itu masih terus berlangsung, dan kemungkinan akan selesai sebelum hari pertama operasi yang disebut soft operation. Untuk seterusnya pada 9 September, saat grand opening bandara yang rencananya dilakukan Presiden SBY, maka pembenahan secara menyeluruh itu sudah selesai.

KNIA yang berada di Kabupaten Deli Serdang, Sumut akan menggantikan Bandara Polonia di Medan. Nantinya bandara baru ini akan mampu menampung 33 pesawat per jam, termasuk yang berbadan lebar semacam Airbus A-380.

Komentar