Sinabung Meletus Lagi Sore Minggu

Penulis: Darmansyah

Minggu, 3 November 2013 | 17:48 WIB

Dibaca: 3 kali

Sinabung mengulah lagi, tulis Arminsyah, kontributor “nuga.co di Medan dalam surat elektroniknya, Minggu siang, 03 November 2013, tentang erupsinya gunung di Kabupaten Karo, berdekatan dengan Kabanjahe dan Brastagi, Sumatera Utara itu, Minggu dinihari yang menyebab ribuan orang harus kembali mengungsi.

Gunung api yang sangat aktif itu selama tiga tahun terakhir telah meletus dan menyebabkan terjadinya pengungsian dari desa-desa yang berada di sekitarnya. Beberapa bulan lalu Sinabung juga mengalami erupsi dan menyemburkan abu vulkanik ke udara setelah meletus secara beruntun.

Menurut Arminsyah, pihak otoritas vulkanologi telah mengeluarkan peringatan siaga untuk penduduk di sekitar Sinabung. Peningkatan status ini di keluarkan sejak kemarin ketika aktifitas kegunungapian Sinabung bergolak.

Minggu dinihari WIB, menurut Arminsyah terjadi erupsi yang membuat penduduk di lereng barat gunung kucar-kacir berlarian. Tidak ada korban jiwa dan luka-luka dalam kejadian yang mendadak itu.

Setelah sehari ditingkat kembali pada status siaga, Gunung Sinabung, sore ini, Minggu pukul 16.15 kembali meletus. Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, yang dikutip untuk “nuga.co” oleh Arminsyah, Gunung Sinabung meletus tepat pukul 16.15 WIB.

“Petugas TNI yang berada di Desa Bekerah berjarak 2 km dari puncak kawah melaporkan letusan tersebut,” kata Sutopo, melalui pesan singkatnya. Dijelaskannya, sebanyak 1.293 jiwa warga sekitar Gunung Sinabung telah di evakuasi ke tempat yang lebih aman pascaletusan pada dini hari tadi.

“Pengungsi tersebut berasal dari Desa Mardinding ke Jambor di Kecamatan Tiga Dreket sebanyak 891 jiwa, dan pengungsi dari Desa Sukameriah ke Jambor GPKP Payung dan Masjid Payung sebanyak 402 jiwa,” tuturnya.

Sutopo menjelaskan jumlah pengungsi akan bertambah lagi karena warga di Desa Bekerah, Desa Simacem dan Desa Sukameriah sedang bersiap-siap mengungsi ke Namanteran. “Jumlah warga yang akan mengungsi masih dalam pendataan oleh petugas,” ujar lebih lanjut.

Dia juga mengimbau kepada semua warga di empat desa di radius 3 kilometer mengungsi sesuai rekomendasi PVMBG Badan Geologi. “Warga masih banyak yang berada di rumahnya. Aparat TNI dan Polri saat ini berpatroli di Desa Bekerah,” jelasnya.

Lebih jauh, dia menyampaikan BNPB sendiri telah menyampaikan beberapa saran ke Bupati Karo seperti mengadakan rapat dengan unsur terkait, tetapkan status darurat, menetapkan komando serta komandan tanggap darurat, dan melaksanakan rekomendasi PVMBG.

“Koordinasi dengan BPBD Sumut karena Kab Karo belum membentuk BPBD. Semua kendaraan penanggulangan bencana di BPBD Sumut dikerahkan ke Sinabung untuk melakukan penanganan darurat,” tambahnya.

Kondisi saat ini Gunung Sinabung masih mengeluarkan asap hitam dari puncak kawah dan tertutup oleh awan bercampur dengan asap kehitaman serta dibarengi gerimis.

Aktivitas gunung masih menunjukkan peningkatan. Hari ini saja sejak pukul 00.00-06.00 WIB terjadi 12 kali gempa vulkanik dalam, 3 kali gempa frekuensi rendah, 5 kali gempa hembusan asap, 4 kali gempa tektonik jauh, 2 kali gempa vulkanik dangkal dan tremor menerus.

Sehari sebelumnya, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, mengeluarkan kembali peningkatan status Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara menjadi Siaga atau level III.

Kenaikan status ini berlaku terhitung mulai pukul 03.00 WIB. Kenaikan ke status siaga tersebut telah dilaporkan kepada Kepala BNPB. Sebelumnya status waspada telah berlaku sejak 29 September 2013.

Sementara itu pihak vulkanologi menjelas, kenaikan status Gunung Sinabung ini karena adanya peningkatan kegempaan dan bertambah tingginya kolom letusan abu.

“Dilaporkan telah terjadi erupsi pada Minggu 3 November pukul 01:26:44 WIB. Tinggi abu vulkanik mancapai 7.000 m dengan arah angin ke barat,” ujarnya.

Tak hanya itu, kata Sutopo, terdengar juga suara gemuruh sampai ke Pos Pengamatan Simpang Empat slama 10 Menit. “Letusan Gn. Sinabung semakin sering dan ketinggian letusan semakin tinggi,” ujarnya lebih lanjut.

Dia mengimbau, kepada warga untuk tidak melakukan aktivitas di radius 3 kilometer dari kawah Gunung Sinabung

“Masyarakat di desa Sukameriah, Bekerah, Simacem dan Nardinding yang berada dalam radius 3 kilometer dan berada di depan bukaan kawah untuk diungsikan terlebih dahulu,” tegasnya.

Komentar