Sinabung Meletus, Kuala Namu Terganggu

Penulis: Darmansyah

Kamis, 9 Oktober 2014 | 14:45 WIB

Dibaca: 0 kali

dilaporkan wartawan “nuga” di medan, arminsyah

================

“Kuala Namu terganggu. Diselimuti debu vulkanik Sinabung Sudah enam penerbangan tertunda keberangkatannya,” itu yang dilaporkan wartawan “nuga “ di Medan dari Banda Kuala Namu, Deli serdang, lepas tengah hari, Kamis, 09 Oktober 2014, menjawab rumor yang mengatakan bandara internasional itu ditutup.

“Tidak ditutup. Tapi Ada beberapa penerbangan yang mengalami pembatalan,” tulis Arminsyah dalam surat elektroniknya.

Informasi dari pihak BMKG Kuala Namu menyebutkan, tebaran abu vulkanik intensitasnya sudah berkurang, namun embusan angin masih ke arah timur laut atau ke arah Bandara Kuala Namu di Deli Serdang.

BMKG Kualanamu memperkirakan, jika embusan angin kembali kencang ke arah timur laut, abu vulkanik bisa kembali menyelimuti Bandara Kualanamu. Saat ini jarak pandang sudah mencapai tiga ribu meter

Arminsyah mencatat, hingga pukul 11.00 WIB, sudah ada enam penerbangan di Bandara Kualanamu yang sudah dilaporkan gagal berangkat karena terimbas debu vulkanis akibat meletusnya Gunung Sinabung, Kamis 09 Oktober 2014.

“Penerbangan yang batal berangkat itu terdiri dari maskapai Valuair, Silk Air, dan Susi Air. Mereka batal berangkat karena debu,” tulis Arminsyah mengutip Airport Duty Manager Bandara Kualanamu Jasirin.

Jasirin mengatakan, pesawat yang batal berangkat, di antaranya, Valuair VF 281 tujuan Singapura, Silk Air NI 233 tujuan Singapura, Silk Air 237 tujuan Singapura, dan tiga penerbangan pesawat Susi Air untuk jurusan Silangit, Aek Godang, dan Nias.

“Ya ratusan penumpanglah ini yang gagal terbang. Yang jelas ada enam penerbangan untuk saat ini gagal berangkat,” ujar Jasirin.

Selain itu, ada beberapa penerbangan yang hingga kini masih delay, yakni Air Asia tujuan Penang dan Batam, Garuda tujuan Jakarta, Air Asia tujuan Jakarta, serta Sriwijaya Air tujuan Penang.

Landasan pacu Kuala Namu Internasional di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, diselimuti abu vulkanik usai letusan Gunung Sinabung, Kamis 9 Oktober 2014.

Abu yang menyelimuti bandara terjadi sejak dini hari dan para pekerja bandara terus secara langsung membersihkan. Angkasa Pura II menyiapkan sejumlah unit mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan landasan debu vulkanik.

“Kita siaga dan langsung dilakukan pembersihan, jika landasan tertutup abu vulkanik. Yang pasti, kita utamakan keselamatan,” ujar seorang petugas.

Selain terjadinya pembatalan keberangkatan, sejumlah penerbangan juga mengalami keterlambatan.
Dilaporkan, sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus menunjukkan peningkatan. Tercatat, sembilan kali guguran awan panas pada hari ini.

Luncuran awan panas mencapai jarak empat setengah kilometer dari puncak gunung ke arah selatan. Meski aktivitas vulkanik terus meningkat, status Gunung Sinabung masih siaga level tiga.

Sementara itu suasana di Medan juga terjadi hujan abu vulkanik. Masyarakat diimbau agar mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Abu vulkanik Gunung Sinabung dikhawatirkan dapat memicu penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas. Untuk itu masyarakat bisa mengurangi kegiatan di luar ruangan.

Di Medan seluruh puskemas diinstruksikan untuk tanggap terhadap keluhan masyarakat akibat abu vulkanik tersebut. Kota Medan sejak Kamis dinihari diguyur hujan abu vulkanik tipis. Abu tersebut, terlihat menempel pada kendaraan-kendaraan warga.

Diberitakan sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus menunjukkan peningkatan. Tercatat, sembilan kali guguran awan panas pada hari ini.

Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, sejak Rabu,08 Oktober 2014 kembali bergejolak dengan erupsi hingga sembilan kali. Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, letusan terjadi pada pukul 12.42 WIB disertai awan panas guguran dari puncaknya ke arah selatan, dengan ketinggian kolom letusan dua kilometer.

Daerah yang dihujani debu vulkanik antara lain kawasan Berastagi dan Kabupaten Deli Serdang yang berjarak lebih dari seratus kilometer dari Kabupaten Karo.

“Debunya lumayan tebal, jika keluar rumah terasa sesak,” kata Samuel, salah seorang warga Deli Serdang.

Menurut dia, sejak Gunung Sinabung kembali erupsi sepekan lalu, kawasan Deli Serdang kerap dihujani abu vulkanik. “Namun, kali ini lebih tebal dari biasanya,” katanya

Komentar