Selasa Siang Sinabung Meletus Lagi

Penulis: Darmansyah

Selasa, 17 September 2013 | 17:41 WIB

Dibaca: 2 kali

“Sinabung meletus lagi,” pesan pendek itu dikirim kontributor “nuga.co” di Medan, Arminsyah, pasca zuhur dari Brastagi. Letusannya, menurut Arminsyah menggelegar dan menakutkan sehingga para pengungsi tidak berani pulang ke desanya, seperti hari kamerin.

Meletusnya Sinabung Selasa siang, 17 September 2013, menurut Arminsyah, memang telah diprediksi dan sudah disampaikan ke pos-pos pengungsian. Para pengungsi, yang selama dua hari pulang pergi dari tempat posko pengungsian ke desanya diminta untuk tetap berada di posnya masing-masing.

Sejumlah pengungsi yang sudah pulang ke rumah pascaletusan pertama pada Minggu dini hari lalu pun kembali lagi ke pengungsian. Seorang warga, Jamuari, warga Desa Sukameriah, Kecamatan Naman Teran, mengaku terpaksa kembali lagi ke pengungsian.

“Kemarin pulang karena khawatir sama ternak lantaran sudah dua hari enggak dikasih makan. Takut ternaknya mati. Tapi sekarang kan udah dikasih makanan dan sengaja dilebihkan stok makannya. Makanya, lebih bagus kembali ke pengungsian,” aku Jamuari.

“Lagi pula ada petugas yang jaga di sini. Jadi sudah amanlah itu,” tambahnya.

Namun keputusan Jamuari di bertolak belakang dengan teman-temannya yang lain, para petani hortikultura asal Desa Kuta Ndebi.

Mereka memilih bertahan karena melihat letusan kedua tidak sehebat letusan pertama. Lagi pula dia lebih memilih tinggal untuk memanen kentang miliknya.

“Kalau saya enggak mengungsi lagi. Udah enggak ada uang. Besar juga pengeluaran di pengungsian itu. Lagi pula di sini enggak terlalu terasa kok semburannya. Tapi kami jaga-jaga juga. Beberapa anak muda sudah siaga kalau-kalau terjadi letusan besar,” kata seorang penduduk.

Seperti diberitakan, petugas pemantau Gunung Sinabung menyebut, letusan siang tadi tidak separah sebelumnya. Letusan hanya memuntahkan material diduga krikil, namun bumbungan asap cukup tinggi, yakni mencapai tiga kilometer. Selain itu, kegempaan akibat letusan juga tidak begitu terasa.

“Amplitudo tremornya sekira 3-6 milimeter. Enggak terlalu kuat, tapi tekanan asapnya mencapai tiga kilometer. Kandungan debu vulkaniknya pun enggak terlalu banyak karena asapnya relatif berwarna putih,” ungkap Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen.
Letusan susulan Gunung Sinabung siang ini memuntahkan abu vulkanik ke daerah sekitarnya. Salah satu yang diselimuti abu tebal vulkanik adalah kawasan wisata Berastagi, Karo, Sumatera Utara.

Sebagian besar kawasan yang merupakan daerah wisata itu terlihat memutih. Walau tidak terlalu tebal, abu menutupi atap rumah, sehingga pohon-pohon juga memutih.

“Ini sudah parah kondisinya. Bisa dibilang sebagian besar wilayah diselimuti abu,” kata Albert Keliat, salah seorang warga di Berastagi, Selasa.sore.

Banyaknya abu vulkanik membuat warga kebanyakan bertahan di dalam rumah. Tidak berani keluar karena khawatir mengalami sesak nafas, mata perih dan potensi penyakit lainnya.

“Udah repot kalau Berastagi sampai seperti ini. Letusan yang tahun 2010 abu tidak banyak sampai kemari,” kata Keliat.

Gunung Sinabung meletus lagi siang tadi sekitar pukul 12.00 WIB. Material berupa asap dan abu vulkanik membumbung hingga 3.000 meter dari puncak gunung.

Komentar