Polisi Belum Nyatakan Medan Plaza Dibakar

Penulis: Darmansyah

Selasa, 25 Agustus 2015 | 12:24 WIB

Dibaca: 1 kali

Pihak kepolisian kota Medan, hingga hari ini, Selasa, 25 Agustus 2015, belum menyimpulkan apakah pusat perbelanjaan Medan Plaza di Jalan Sulthan Iskandarmuda terbakar atau di bakar.

Seperti dilaporkan wartawan “nuga” di Medan, Arminsyah, yang mengutip petugas Sub Direktorat Fisika, Komputer dan Forensik Mabes Polri Cabang Medan, hingga kini kepolisian masih bergulat dengan observasi mendalam di bangunan tersebut.

Medan Plaza di Jalan Iskandar Muda, Medan, yang terbakar pada Sabtu 22 Agustus 2015 dinihari.

“Belum bisa simpulkan. Masih asumsi-asumsi dasar saja. Ini kita masih melakukan observasi menyeluruh sampai ke lantai VI. Dalam beberapa hari ini lah,” ujar‎ Kasubbidt Fiskomfor Cabang Medan AKBP Jhonius Hutabarat seperti dikutip Arminsyah.

Namun Jhonius mengaku, pihaknya sudah melakukan lokalisasi tempat yang akan dijadikan tujuan utama pemeriksaan. Tempat itu diduga menjadi sumber kebakaran.

“Ya ada satu lokasi yang kita sudah minta untuk dilokalisasi. Karena berdasarkan keterangan saksi, dan fakta-fakta awal, tempat itu diduga menjadi sumber awal api,” tukasnya.

Pada pendalaman awal penyebab kebakaran pusat perbelanjaan Medan Plaza terbakar akibat i korsleting listrik yang terjadi di lantai dasar gedung.

“Laporan dari warga dan petugas keamanan ke saya. Api berasal dari lantai dasar. Dugaan sementara korsleting listrik karena saat terbakar gedung sedang kosong,” ujar seorang sumber.

Kepolisian juga pernah menerima laporan yang menyatakan api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu restoran di lantai dasar pusat perbelanjaan tersebut.

“Sumber api kita duga dari Restoran Ayam Penyet Jakarta. Namun untuk memastikan, kita masih harus menunggu hasil dari puslabfor. Tapi ini juga belum padam, kita belum bisa buat apa-apa,” jelasnya.

Kebakaran melanda Gedung Medan Plaza di Jalan Iskandar Muda, Kecamatan Medan Petisah, Sumatera Utara, pada Sabtu dini hari sekira pukul 01.00 WIB.

Si jago merah dengan cepat berkobar dan menghanguskan seluruh barang-barang yang ada di dalam gedung.

Dikarenakan besarnya api, pihak Petugas Dinas Pencegah dan Pemadam Kebakaran Kota Medan mengerahkan seluruh mobil pemadam kebakaran yang ada di seluruh pos di Kota Medan.

Dari kebakaran medan Plaza itu, dua unit mesin Anjungan Tunai Mandiri milik Bank Mandiri, ikut hangus. Akibatnya, Bank Mandiri kehilangan aset lebih dari miliiar rupiah.

Deputi Regional Manager PT Bank Mandiri Region I Sumatera I, Martono menyebutkan, kedua ATM itu berada di lantai dasar bangunan Medan Plaza. Selantai dengan lokasi yang diduga sebagai sumber api.

Selain mesin ATM, aset bank mandiri yang juga ikut ludes adalah sebanyak 56 mesin pembayar elektronik (EDC) yang berada di tenant-tenant mall tersebut.

“Dua ATM itu masing-masing kapasitasnya Rp400 Juta dan Rp800 Juta. Jadi estimasi kita yang hilang sekitar Rp1,1 Miliar,” ujar Martono

Namun Martono mengaku, terbakarnya aset tersebut tak membuat pihaknya merugi. Pasalnya, seluruh aset tersebut telah diasuransikan.

“Enggak rugi lah, kan kita asuransikan. Pelayanan di sekitar lokasi itu juga tidak terganggu, karena hanya beberapa ratus meter dari lokasi ada kantor kita. Tepatnya di Jalan Kirana,” tukasnya.

Selain Bank Mandiri, sejumlah bank lain juga memiliki mesin ATM di mall yang telah adai sejak tahun tiga puluh tahun lalu. Namun belum diketahui berapa total kerugian bank-bank lain atas kebakaran tersebut.

Tentang konstruksi Gedung Medan Plaza, pihak kepolisian menegaskan masih aman untuk dimasuki.

Ge‎dung berlantai enam itu sudah berumur lebih dari tiga puluh tahun. Bangunan itu terbakar hebat lebih dari sembilan belas jam.

“Kita sudah melakukan uji dengan Hummer-Kit, dan hasilnya masih aman. Kita harus pastikan itu dulu agar penyidik yang melakukan tugasnya tidak justru menjadi korban,” ujar rilis kepolisian.

Sementara terkait kemampuan konstruksi gedung menampung kembali kegiatan perdagangan, Jhonius belum dapat memastikannya.

“Kalau itu butuh observasi lebih mendalam. Kita tidak berwenang untuk itu,” tukasnya

Komentar