Medan Diselimuti Debu Vulkanik Sinabung

Penulis: Darmansyah

Rabu, 17 Juni 2015 | 12:42 WIB

Dibaca: 1 kali

==================================================
Laporan wartawan “nuga” di Medan, Arminsyah
===================================================

Letusan Gunung Sinabung yang mengeluarkan debu vulkanik dari erupsinya, hari ini, Rabu, 17 Juni 2015, telah sampai ke Kota Medan dan membuat warga panik serta berbondong-bondong mendapatkan masker untuk menghindari penyakit saluran pernapasan.

Wartawan “nuga,” di Medan, Arminsyah, Rabu siang, 17 Juni 2015, melaporkan dari pusat kota bahwa di sejumlah ruas jalan di Kota Medan, terlihat kendaraan yang melintas diselimuti abu berwarna putih yang berasal debu vulkanik Gunung Sinabung.

Kondisi ini sempat membuat warga ketakutan keluar rumah. Pejabat vulkanologi membenarkan jika debu vulkanik telah terbang hingga ke Kota Medan dan sekitarnya berasal dari erupsi Sinabung.

Debu vulkanik tersebut dibawa angin dari arah Kabupaten Karo yang memiliki kecepatan sekitar lima belas hingga dua puluh knot per jam menuju arah barat daya Sumatera.

Dengan kecepatan angin yang tergolong kencang tersebut, debu itu sudah sampai ke Kota Medan sejak pagi hari Rabu.

Bahkan, seperti dilaporkan Arminsyah, debu vulkanik itu juga menyebar kesejumlah daerah di pantai timur Sumut seperti Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kabupaten Deli Serdang.

BMKG memperkirakan debu vulkanik itu bisa hilang dengan kemungkinan turunnya hujan pada sore hingga malam hari di Medan.

Semula, tulis Arminsyah, pejabat vulkanologi telah merilis bahwa Kota Medan dinyatakan aman dari sebaran debu vulkanik Sinabung.

Letusan gunung ini juga dibantah bakal memicu erupsi gunung lain di Pulau Sumatera.

“Kota Medan aman dari sebaran debu Sinabung,” tulis Arminsyah mengutip rilis pejabat vulkanologi.

Untuk diketahui Gunung Sinabung meletus untuk pertama kalinya, Minggu, 15 September 2013.

Jangkauan sebaran abu vulkanik dari letusan gunung itu memang semula cukup jauh.

Namun, dampaknya kini hanya tersisa di sekitar gunung.

Tentang adanya rumor bahwa letusan Gunung Sinabung akan memicu serangkaian letusan gunung di Pulau Sumatera, pejabat vulkanologi mengungkapkan itu hanya isu.

Jika untuk memicu gempa tektonik di sekitar gunung, mungkin terjadi. Tapi erupsi Sinabung sampai saat ini belum ada tanda-tanda kemungkinan akan memicu gempa tektonik. Secara ilmiah, letusan gunung berapi tidak memicu gunung-gunung berapi lainnya, apalagi yang letaknya berjauhan.

Akibat letusan dan erupsi Sinabung terbaru ini, ribuan warga desa di lereng Gunung Sinabung diharuskan mengungsi. Memang ada sebagian dari mereka menolak meninggalkan rumah meski peringatan meningkatnya aktivitas erupsi gunung tersebut.

Sampai tulisan ini ditulis, baru sepuluh ribu dari tiga puluh tiga ribu warga yang tinggal di zona bahaya mengungsi ke tenda pengungsian atau gedung pemerintahan.

Belum ada laporan tentang korban luka dalam erupsi yang terakhir.

Warga desa bersikeras untuk tinggal dan merawat ladang mereka. Mereka yakin bisa menyelamatkan diri jika ada erupsi besar. Yang kami bisa lakukan hanya meminta mereka untuk segera mengungsi.

Gunung Sinabung ditetapkan dalam level aktivitas paling berbahaya dalam dua minggu ini.

Pada hari Selasa, kemarin, Gunung Sinabung mencatatkan empat puluh delapan kali menyemburkan awan panas, paling jauh mencapai tiga kilometer kilometer ke arah tenggara. Gunung ini juga menyemburkan asap dan debu vulkanik setinggi tujuh ratus meter di udara.

Ribuan orang, termasuk para perempuan dengan bayi di gendongan mereka, meninggalkan tempat tinggal mereka sejak Senin setelah aktivitas Gunung Sinabung terus meningkat.

Sejumlah orang yang mengungsi dengan sepeda motor tiba dengan wajah yang dipenuhi debu vulkanik.

Komentar