Kuala Namu Sudah “Sih Oke”

Penulis: Darmansyah

Minggu, 21 Juli 2013 | 19:53 WIB

Dibaca: 8 kali

Kuala Namu International Airport, sih oke!! Itu yang tertulis di situs resmi bandara Medan yang akan menggantikan Polonia, Kamis malam 25 Juli 2013, nanti. Ya Kuala Namu sih oke! Dalam hitungan mundur empat hari mendatang, bandara “paling” modern di Indonesia dan merupakan salah satu bandara terbaik di Asia Tenggara itu akan operasional penuh.

Berkejaran dengan waktu, secara pelan tapi pasti, Kuala Namu kini menurunkan “tensi” kesibukan Polonia, yang akan pensiun di usia hampir delapan puluh tahun.

Pergeseran kesibukan ke Kuala Namu sangat dirasakan oleh Polonia, tanpa harus menurunkan frekewensi landing dan take off. Seorang penumpang yang datang dari Singapura ketika bertemi “nuga.co” mengatakan, ada suasana lain yang ia rasakan di Polonia. “Suasananya sangat magis. Saya bergidik menunggu hari-hari ditutupnya Polonia. Empat puluh tahun saya hilir mudik kemari. Saya tahu sudut dan lorong bandara ini,” kata sang penumpang yang bernama Mister Chee itu.

Polonia memang akan tutup buku, dan nantinya akan jadi pusat perbelanjaan, taman raya dan bagian lainnya dikelola menjadi Lanud TNI-AU.

Pergeseran kesibukan ke Kuala Namu makin terasa bersamaan dengan dikebutnya pekerjaan finishing di semua sisi. Stasiun kereta bandara yang sudah rampung. Ruang tunggu keberangkatan dan kedatangan yang sudah “stand bye.” Toko-toko dan gerai restoran yang berbenah atau pun lapangan parker yang sudah tertata.

Memang masih ada yang berantakan. Taman, lampu-lampu penerangan dan jalan akses. Tapi itu tidak merupakan masalah prinsip. Sebab untuk landasan dan apron yang dilengkapai gabarata sudah seratus persen.

Bandara Kuaala Namu adalah adalah sebuah bandara baru baru untuk kota Medan.. Lokasinya merupakan bekas areal perkebunan PT. Perkebunan Nusantara II Tanjung Morawa, terletak di Kuala Namu, Desa Beringin, Kecamatan beringin, Kabuoaten Deli Serdang.

Saat dioperasikann, Kuala Namu langsung t menjadi bandara pangkalan transit internasional untuk kawasan Sumatra dan sekitarnya, akan menjadi bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Cengkareng.. Saat ini progress pembangunan bandara sudah tuntas 100%. Bandara ini siap dipakai pada tanggal 25 Juli nanti.

Pemindahan bandara ke Kuala Namu telah direncanakan sejak tahun 1991. Dalam kunjungan kerja ke Medan, Azwar Anas, Menhub saat itu, berkata bahwa demi keselamatan penerbangan, bandara akan dipindah ke luar kota.
Pembangunan Tahap I disertai pula oleh pembangunan jalur kereta api dari Stasiun Aras Kabu di Kecamatan Beringin ke bandara yang berjarak sekitar 450 meter. Stasiun Aras Kabu sendiri terhubung ke Stasiun di Pusat Kota Medan. dengan jarak 22,96 km. Diperkirakan jarak tempuh dari Medan hingga Kuala Namu akan berkisar antara 16-30 menit. Saat ini stasiun ini sudah jadi dan siap dioperasikan.

Harga kereta Kuala Namu-Medan PP akan berkisar sekitar 80.000 Rupiah. Saat diperasikan nanti kereta yang dipakai adalah KRDE buatan INKA. Direncanakan pada bulan September akan datang kereta dari Korea Selatan yang akan dilengkapi wi-fi service.

Selain kereta bandara, bandara ini akan dilayani oleh bus Damri. Masih ada jalan non-tol. Jalan ini sudah rampung 100%.. Jalan Tol Medan-Kuala Namu saat ini sedang dalam tahap pembuatan. Direncanakan jalan tol ini akan selesai pada thaun 2014. Jalan tol ini adalah termasuk jalan tol Trans-Sumatera.

Tahap I bandara diperkirakan dapat menampung tujuh hingga 10 juta penumpang dan 10.000 pergerakan pesawat per tahun, sementara setelah selesainya tahap II bandara ini rencananya akan menampung 25 juta penumpang per tahun.

Luas terminal penumpang yang akan dibangun adalah sekitar 6,5 hektar dengan fasilitas area komersial seluas 3,5 hektar dan fasilitas kargo seluas 1,3 hektar. Bandara International Kuala Namu memiliki panjang landas pacu 3.750 meter, dan mempunyai 8 skybridge.

Walaupun fasilitasnya belum terpasang, bandara ini sanggup didarati oleh pesawat penumpang terbesar di dunia saat ini Airbus A380. Bandara ini juga adalah bandara ketiga di Indonesia yang bisa didarati Airbus A380 selain Hang Nadim di Batam dan Soekarno-Hatta Cengkareng.

Komentar