Di Medan, Warga Memakai Masker

Penulis: Darmansyah

Senin, 25 November 2013 | 10:17 WIB

Dibaca: 0 kali

Warga Medan, sejak Sabtu malam hingga Senin, 25 November 2013, pagi, masih dikhawatirkan oleh abu vulkanik dari Gunung Sinabung yang dihembuskan angin dari kawasan dataran tinggi Karo.

Sejak Minggu kemarin, pemerintah Kota Medan bersama sejumlah yayasan sosial menggelar pembagian masker secara gratis kepada para pengguna jalan menghindarkan mereka dari paparan abu vulkanik yang sangat membahayakan kesehatan.

Kepala BPBD Medan, Anna Lore Simanjuntak, mengatakan, pembagian masker gratis akan terus dilakukan, sebagai langkah antisipasi gangguan kesehatan pada warga kota, akibat dampak debu vulkanik. Pembagian ini sendiri akan terus dilakukan, selama hujan debu vulkanik masih terjadi.

“Hari ini yang kami bagikan 10-20 ribu lembar. Tapi ini akan terus ditambah kalau hujan debu vulkaniknya masih terjadi,” ujarnya di Medan kepada Arminsyah dari “nuga.co.”.

Anna juga mengatakan, pembagian masker akan diperluas. Rencananya BPBD akan melibatkan kecamatan, puskesmas hingga sekolah, untuk pembagiannya. “Hari ini kami bagikan khusus untuk pengguna jalan. Karena kami sarankan, yang tidak berkepentingan untuk tinggal di rumah sementara waktu. Puskemas juga sudah disiagakan dua puluh empat jam untuk menampung warga yang mengalami gangguan pernapasan,” ujarnya.

Anna mengimbau kepada masyarakat yang terpaksa melakukan aktivitas di luar ruangan, untuk menggunakan pelindung. Masyarakat juga diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan saat berkendara. “Pakailah topi, kacamata dan masker jika memang terpaksa keluar. Tapi kalau bisa tinggal lah dulu di rumah,” ujarnya.

Sementara itu Dinas Kesehatan Sumatera Utara mengimbau agar warga kabupaten dan kota di sekitar Gunung Sinabung untuk mewaspadai dampak abu vulkanik yang semakin menyebar luas. Masyarakat diminta menggunakan masker dan kacamata bila berada di luar rumah atau meminimalisir aktivitas di luar.

Kepala Dinas Kesehatan Sumut Raden Roro Siti Hatati Surjantini menyatakan, pihaknya sudah mengirimkan surat edaran untuk mewaspadai dampak erupsi Gunung Sinabung ke sejumlah daerah. Antara lain Dinas Kesehatan Kabupaten Dairi, Pakpak Bharat, Kota Medan, Langkat, Binjai, Deliserdang dan Serdang Bedagai.

Selain itu, lanjutnya, untuk anak-anak dan bayi sebaiknya dijauhkan dari paparan abu karena anak dan bayi sangat rentan dibanding orang dewasa. Sebaiknya orang tua tidak membiarkan anak bermain di luar untuk meminimalkan paparan juga menerapkan pola hidup bersih dengan membiasakan cuci tangan pakai sabun.

Disebutkan Surjantini, penyebaran abu vulkanik saat semakin meluas, sehingga warga yang terpapar oleh debu vulkanik Gunung Sinabung juga semakin banyak. Masyarakat yang terpapar debu vulkanik dapat mengalami keluhan pada mata, hidung, kulit dan gejala sakit pada tenggorokannya.

Gejala pernapasan akut yang sering dilaporkan oleh masyarakat setelah gunung mengeluarkan abu atau debu seperti iritasi selaput lendir dengan keluhan pilek dan beringus, iritasi dan sakit tenggorokan yang kadang disertai batuk kering, batuk dahak, sesak napas, iritasi pada jalur pernapasan dan juga napas menjadi tidak nyaman.

Debu vulkanik dengan berbagai ukuran juga dapat mengiritasi selaput lendir mata, sehingga mengganggu penglihatan dan dapat terjadi infeksi sekunder pada mata.

Wakil Ketua DPRD Medan, Sabar Samsurya Sitepu, mengatakan, pembagian masker harusnya dilakukan saat hujan debu terasa cukup tebal pada dini hari tadi, bukan setelah hujan debu vulkanik mulai reda.

“BPBD menurut saya lambat. Semalam hingga dinihari tadi tidak ada pembagian. Padahal sudah ada peringatan dari BMKG. Kalau sudah siang begini baru dibagikan, seolah tidak punya tanggungjawab pada keselamatan warga kota,” tukasnya.

Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Tano Karo, Sumatera Utara sejak Sabtu malam, menyebabkan Kota Medan yang jaraknya sekira 70 kilometer, ikut terkena dampak hujan abu vulkanik. Nyatanya, keberadaan abu tidak hanya membuat warga khawatir, tapi juga membawa berkah bagi pengusaha pencucian kendaraan.

Seperti yang diakui Ramli pedagang burger di Jalan Sisingamangaraja Menurutnya akibat hujan debu vulkanik, kunjungan pelanggan ke tempat usahanya menurun..

Komentar