Bandara Kuala Namu Sudah Beroperasi

Penulis: Darmansyah

Kamis, 25 Juli 2013 | 07:17 WIB

Dibaca: 1 kali

Bandara Kualanamu beroperasi. Dan Garuda Indonesia, menjelang tengah malam, Rabu, 24 Juli 2013, menjadi flight pertama yang “landing”. Dan Garuda juga, Kamis pagi, pukul 05.03 WIB, yang pertama “take off” dari bandara paling modern dan paling lengkap fasilitasnya di tanah air itu.

Dengan kondisi sekarang, Kuala Namu menjadi bandara paling modern, paling lengkap dan paling “oke” untuk mengalahkah bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jakarta.

Bersamaan dengan mendaratnya Garuda di Kuala Namu, pesawat Air Asia sebelumnya juga menjadi flight terakhir yang landing di Polonia. Air Asia yang terbang dari Husein Sastranegara, Bandung, adalah Air Bus 320 A. Air Asia menutup penerbangan komersial di Polonia pukul 23.51 WIB.

Dengan mendaratnya dan berangkatnya pesawat Garudadari Kuala Namu berarti seluruh fasilitas seperti navigasi, runway, navigation light, pemadam kebakaran, bahan bakar, imigrasi, bea cukai dan lainnya semuanya sudah siap seratus persen. Dan Garuda juga yang menandai berlangsungnya alih tugas Polonia, yang diikuti maskapai penerbangan lainnya.

Semua sistem dan fasilitas operasional suatu bandara sudah siap semua, namun di luar operasi sampai saat ini memang masih belum full, artinya belum maksimal. Artinya pelayanan kepada masyarakat yang menggunakan Bandara ini masih belum maksimal,seperti kebersihannya, sirkulasi udara, tenant dan lainnya.yang belum selesai.

Bersamaan dengan perjalanan waktu, baru akhir tahun semuanya bisa beroperasi full. Baik itu service, security, maupun safety..
Operasional perdana Kuala Namu Internatiomal Airport memang berjalan berjalan lancar tanpa hambatan berarti, Kamis pagi, 25 Juli 2013. Pesawat pertama pun terbang sesuai jadwal.

“Saya perkirakan awalnya akan banyak pesawat yang terlambat, penumpang tidak tahu bagaimana check in tapi ternyata tidak. Pesawat pertama on time, pesawat kedua dan ketiga juga on time,” kata Menteri BUMN Dahlan Iskan di KNIA.

Pesawat pertama yang berangkat adalah Garuda Indonesia GA 181 tujuan Jakarta. Pesawat jenis Boeing 737-800 itu lepas landas sekitar pukul 05.15 WIB. “Semuanya lancar, saya jadinya ingin pulang lebih pagi karena tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Hebat ini Angkasa Pura II antisipasinya,” katanya dengan wajah ceria..

Memang ada beberapa catatan, misalnya masalah penunjuk arah yang belum jelas. “Tapi yang terpenting saat ini penerbangan berjalan lancar, dengan demikian pengelola bandara bisa fokus pada aspek yang lain,” harapnya.
Walaupun sudah operasi, seperti kondisi akses jalan menuju Kualanamu masih dalam penyelesaian. Soal akses jalan yang belum selesai karena proses ganti rugi, dia menyatakan bukan masalah. Jalan akan selesai beriringan dengan beroperasinya bandara.

Bersamaan dengan beroperasi penuhnya bandara ini untuk menggantikan Polonia di pastikan pula Kualanamu telah menarik investor. KNIA menjadi bandara pertama di Indonesia yang terkoneksi dengan jaringan kereta bandara. Dan yang pasti bandara KNIA mengalahkan Bandara Soekarno-Hatta untuk urusan fasilitas prasarana layanan kereta ke bandara.

Bandara Kualanamu secara resmi menggunakan kode penerbangan International Air Transport Association WIMM dan location indicator KNO. Sementara untuk kode penerbangan WIMK dan MES yang selama ini dipakai untuk Bandara Polonia Medan masih diberlakukan.

Berpindahnya operasional penerbangan ke Kualanamu, beberapa maskapai penerbangan seperti Lion Air dan Air Asia sudah mempersiapkan perpindahannya. Bahkan Garuda Indonesia sudah terlebih dahulu pindah operasional.

PT Garuda Indonesia Tbk sejak Kamis, 25 Juli 2013 mengoperasikan rute-rute penerbangan baik domestik maupun internasional, dari dan menuju kota Medan dari Kualanamu International Airport. Penerbangan perdana dari bandara Kuala Namu dilayani pesawat GA 181 yang akan lepas landas pada pukul 05.00 WIB menuju Jakarta.

Demi kenyamanan penumpang dan untuk menghindari keterlambatan penerbangan, Garuda Indonesia menghimbau kepada para penumpang yang akan melakukan penerbangan dari Medan untuk berangkat lebih awal menuju bandara dan tiba di bandara dua jam sebelum waktu keberangkatan.

Untuk kemudahan dan kenyamanan pengguna jasa yang melakukan penerbangan di pagi hari, Garuda Indonesia menyediakan fasilitas transportasi gratis berupa satu buah buah shuttle bus selama 30 hari ke depan, yaitu pada periode 25 Juli 2013 hingga 25 Agustus 2013..

Bus tersebut disediakan khusus bagi para penumpang Garuda Indonesia yang akan melakukan perjalanan dengan pesawat GA 181 yang lepas landas dari Kualanamu International Airport pada pukul 05.15 WIB. Bus akan berangkat dari kantor Garuda Indonesia di Jalan Wolter Monginsidi No. 34 A, Medan, menuju Kuala Namu International Airport pada pukul 02.30 WIB.

Selain itu, Garuda Indonesia juga akan memberlakukan kebijakan pembebasan biaya “cancellation fee” dan “rebooking fee” bagi penumpang yang melakukan perubahan atau penjadwalan ulang penerbangan akibat terlambat tiba di bandara. Kebijakan tersebut diberlakukan selama 30 hari, pada periode 25 Juli 2013 hingga 25 Agustus 2013. Garuda Indonesia juga memfasilitasi penumpang yang tertinggal pesawat untuk diterbangkan dengan penerbangan selanjutnya yang tersedia.

Medan merupakan hub keempat Garuda Indonesia setelah Jakarta, Denpasar, dan Makassar. Penetapan kota Medan sebagai “hub” dilaksanakan untuk mendukung “national connectivity” di wilayah regional Indonesia Barat sesuai program

Saat ini, Garuda Indonesia melayani penerbangan Jakarta – Medan (pp) sebanyak 9 kali per hari dengan menggunakan pesawat Boeing 737-800 NG dengan kapasitas 156 penumpang yang terdiri dari 12 penumpang di kelas bisnis dan 150 penumpang di kelas ekonomi.

Garuda Indonesia juga melayani penerbangan Medan – Aceh (pp), Medan – Batam (pp), Medan – Pekanbaru (pp), Medan – Padang (pp), Medan – Palembang (pp) dan Medan – Penang (pp), dengan total 20 penerbangan setiap hari, dengan pesawat Bombardier CRJ1000 NextGen dengan kapasitas 96 kursi, terdiri dari 12 kursi di kelas eksekutif dan 84 kursi di kelas ekonomi.

Komentar