Aneh Bang, Ulah Sinabung”

Penulis: Darmansyah

Rabu, 20 November 2013 | 13:19 WIB

Dibaca: 0 kali

Ulah Sinabung, gunung api, yang memendam misteri itu selama sepekan terakhir menjadi aneh. Erupsi yang terjadi secara terus menerus, mengisayatkan makin gawatnya kondisi gunung merapi yang meletus sejak 2010 dan berulang secara terus menerus hingga dua periode berikut.

Dalam letusan sebulan terakhir, menurut laporan contributor “nuga.co,” di Medan, Arminsyah, Sinabung sudah susah diprediksi. Pihak pengamat vulkanologi juga sedang mencari tahu apa penyebab Sinabung tidak mau berdamai.

Menurut laporan Arminsyah, yang dikirim siang ini lewat surat elektronik, malam tadi, Rabu dinihari WIB, Sinabung kembali erupsi yang menyebabkan kepanikan penduduk di seputar gunung. Walau pun penduduk desa sudah mengungsi sejak sebulan lalu, Sinabung tetap membahayakan.

Jangkauan abu panas dan laharnya kini meluas, tidak hanya mengancam desa-desa yang selama ini menjadi langganan abu panasnya.

Arminsyah, mengutip sumber penduduk di seputar Sinabnung, menuliskan ada yang aneh kali ini dari gunung api yang sangat aktif itu.. Saat terjadi letusan pada pagi ini, pukul 07.00 WIB, bentuk lontaran abu vulkanik setinggi delapan kilometer itu, seperti seekor hewan melipat tangan dan berdoa.

Menurut salah seorang warga yang ditemui Arminsyah di Brastagi, ia sempat takjub melihat langsung ledakan Sinabung yang bentuk abu vulkaniknya seperti hewan berdoa itu. Warga sekitarnya heboh.

“Iya benar bang, bentuk abu vulkaniknya seperti seekor singa yang berdoa. Aneh ya, entah pertanda apa ini bagi warga Tanah Karo,” ujarnya penduduk yang enggan disebut namanya itu.

Lebih lanjut dikatakannya, fenomena alam ini menjadi buah bibir di masyarakat. Apalagi warga banyak yang mengabadikan foto letusan Sinabung yang kali ini lontaran abu vulkaniknya paling dahsyat dibanding pekan sebelumnya.

Jumlah p[engungsi yang tercatat dari enam belas desa hingga kemarin, sudah berjumlah i 6.155 jiwa yang tersebar di 16 titik “Memang terjadi penambahan jumlah pengungsi, desa yang tidak direkomendasi juga ikut mengungsi dengan alasan takut. Sosialisasi sudah dilakukan,” ujar seorang petugas BNPD.

Sementara itu petani yang berada di seputar Sinabung kini menjadi sangat menderita. Kondisi tanaman mereka sudah porak poranda. Bahkan panen hasil tanaman mereka juga harus dilakukan pembersihan karena di selimuti abu yang tebalnya sangat menganggu.

“Kondisi masyarakat sangat memp[rihatinkan. Kehidupan mereka sangat terganggu. Padahal mereka adalah petani yang ulet,” ujar petugas bencana Kabupaten Karo.

Komentar