25 Juli 2013 Polonia Tutup dan Digantikan Bandara Kuala Namu

Penulis: Darmansyah

Kamis, 13 Juni 2013 | 11:33 WIB

Dibaca: 25 kali

Para penumpang pesawat yang tujuannya, atau transit di Medan, mulai 25 Juli 2013 mendatang, atau bulan depan, tidak akan pernah lagi mendarat atau singgah di bandara Polonia. Bandara, yang kini di kepung oleh perumahan dan berada di “pusat” kota itu, serta sudah beroperasi selama hampir delapan puluh tahun, akan ditutup untuk penerbangan komersial dan fungsinya digantikan Bandara Kuala Namu.

Kuala Namu, yang terletak 30 kilometer dari pusat kota, akan berfungsi penuh pada saat pengoperasian nantinya dan penumpang akan dilayani angkutan dengan tiga pilihan jalan akses, jalan tol dan kereta bandara.

Untuk tahap awal, menurut otoritas Angkasa Pura I, pengelola bandara, angkutan penumpang akan dilayani melalui jalan akses yang kini mendekati rampung. Untuk dua bulan mendatang, penumpang akan dilayani kereta bandara, yang menurut catatan, merupakan layanan satu-satunya kereta api antara bandara dan pusat kota di Indonesia.. Khusus untuk jalan tol pekerjaannya sudah dimulai bersamaan dengan pembebasan tanah.

Kuala Namu adalah bandara paling modern ketika dioperasikan nanti. Selain dihubungkan dengan kereta bandara, Kuala Namu memiliki hampir seratus “chek point” bagasai yang dikendalikan secara otomatis. Juga untuk layanan “ticketing” bandara ini sudah menyiapkan “counter” yang “full” elektronik.

Sebagai bandara yang dirancang dengan fasilitas modern, Kuala Namu juga menghilangkan hambatan kepastian sampai di Bandara. Dengan beroperasinya kereta bandara nantinya, jarak tempuh antara pusat kota, Stasion Kereta Api di depan Lapangan Merdeka dengan Kuala Namu, akan berlangusng selama 30 menit.

Ujicoba kereta bandara ini telah dilakukan secara rutin dalam bulan ini. Pengoperasian penuhnya akan dilaksanakan setelah satasion utama di kawasan bandara diselesaikan. Pekerjaan penyelesaian stasion hanya tersisa di bagian “finishing.”

Selain berfungsi sebagai bandara, Kuala Namu nantinya akan menjadi kota satelit bagi Medan. Kini para investor sedang merancang pembangunan kluster perumahan dan pusat kotanya.
Kini makin banyak pengusaha yang menjajaki bisnis dan investasi di Sumut dengan alasan Kuala Namu yang menjadi hub barat di Sumatera akan memiliki ‘multiplier effect’.

Investor yang berminat berinvestasi di Sumut mulai dari China, Jepang, Belanda, dan Jerman sedangkan nasional antara lain dari Jawa Timur.

“Luar biasa antusias calon investor yang mau berinvestasi di Sumut. Kadin Sumut hampir setap hari didatangi calon investor baik secara resmi dan tidak resmi untuk mencaritahu prospek pasti bisnis di Sumut,” katanya Arminsyah seorang pengamat investasi di Medan.

Calon investor itu minat di berbagai sektor mulai dari transportasi, energi, hotel, properti dan industri,”katanya.

Operasional Kuala Namu yang menurut rencana diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, September mendatang, bukan hanya menambah besar arus keluar-masuk orang tetapi juga barang sehingga diyakini iklim bisnis di daerah itu semakin membaik.

Apalagi, kata dia, nyatanya PT. Kereta Api Indonesia (KAI) sudah membuktikan bisa menjadi sarana transportasi andalan ke Kuala Namu di tengah operasional jalan tol belum bisa terlaksana. “Karena masih satu-satunya dan yang pertama di Indonesia, bandara memiliki sarana transportasi kereta api, maka itu juga semakin menjadi daya tarik juga,”katanya.

Kuala Namu juga menjadi nilai tambah bagi kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei.

Kepala Seksi Hukum, Humas dan Umum Bandara Kuala Namu, Wisnu Budi Setiianto, mengatakan, semua terkait di Kuala Namu kerja ekstra untuk benar-benar bisa siap saat bandara itu beroperasi 25 Juli.

“Secara total pengerjaan di Bandara Kuala Namu sudah selesai 97 persen dan sisanya yang tinggal tiga persen tidak terkait dengan operasional seperti pembangunan musholla dan lainnya,”katanya.

Dia memastikan, sesuai rencana, pada 25 Juli, penerbangan terjadual yang selama ini di Polonia sudah dilakukan di Kuala Namu. Kualanmu juga sudah mendapat sertifikasi layak dioperasikan dari Direktorat Keamanan Penerbangan Kementerian Perhubungan. Masih adanya renovasi di sana-sini di Bandara Kuala Namu juga pascadilakukannya sertifikasi tersebut,”katanya.

Deputi Vice President PT KAI Regional I Sumut-Aceh, Saridal, menegaskan, dewasa ini tinggal sedikit lagi pengerjaan untuk tersambungnya rel kereta api hingga ke pintu masuk bandara.

“Pengerjaan sudah bisa dikatakan 100 persen.Sudah beberapa kali diujicoba termasuk hari ini sehingga tidak ada masalah saat Kualanamu beroperasi,”katanya. Lama waktu tempuh Stasun Kereta Api Medan ke Kualanamu selama 30-35 menit dengan tarif awal Rp80.000 per sekali jalan per orang.Budi Suyanto

Komentar