Wanita Itu Lebih Panjang Umurnya Dari Pria

Penulis: Darmansyah

Rabu, 6 Maret 2019 | 11:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Penelitian selama ini menyebutkan bahwa dibandingkan lelaki, perempuan cenderung lebih panjang umur. Di Amerika, lelaki biasa hidup sampai usia tujuh puluh enam tahun, sementara perempuan bisa hidup hingga usia delapan puluh satu tahun.

Lalu mengapa perempuan lebih panjang umur dibandingkan lelaki? Disampaikan Dr. Perminder Sachdev, seorang profesor neuropsikiatri di Universitas New South Wales di Australia, mengatakan ada beberapa teori populer yang bisa menjelaskan alasan dibaliknya.

“Lelaki lebih sering merokok, minum alkohol berlebihan, dan kelebihan berat badan. Mereka juga cenderung mencari bantuan medis lebih awal, dan, jika didiagnosis dengan penyakit, mereka lebih cenderung tidak patuh pada pengobatan. Itu sebabnya lelaki lebih rentan mengalami kematian lebih dini,” ujar Sachdev dikutip dari suara.com.

Selain risiko yang berkaitan dengan penyakit, lelaki juga memiliki risiko yang mengancam jiwanya saat kecelakaan mobil, perkelahian, atau gencatan senjata.

Tak hanya itu, kadar hormon testosteron lelaki yang meningkat juga dapat menempatkannya ke dalam risiko yang dapat mempersingkat hidupnya.

“Hormon seks lelaki yang berlebihan dapat mengurangi fungsi kekebalan tubuh dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular,” kata Kyung-Jin Min, seorang profesor ilmu biologi di Universitas Inha di Korea Selatan.

Di sisi lain, ada juga penelitian yang menghubungkan kadar testosteron rendah dengan risiko penyakit jantung dan kondisi kesehatan yang buruk pada lelaki, sehingga hubungan antara testosteron dan kesehatan lelaki sangat kompleks.

Mungkin saja hormon lelaki tidak bisa disalahkan; sebagai gantinya, hormon perempuan dapat menawarkan beberapa manfaat umur tambahan.

“Estrogen tampaknya bersifat melindungi, telah terbukti memiliki peran antioksidan,” kata Sachdev.

Sebuah penelitian enam tahun lalu yang dipublikasikan dalam Jurnal Internasional Endokrinologi menemukan bukti bahwa estrogen dapat mencegah jenis kerusakan DNA yang mengarah pada risiko berbagai penyakit. Penelitian itu juga menemukan bukti bahwa estrogen dapat membantu mempertahankan fungsi sel yang normal dan sehat.

Ya, umur wanita lebih panjang daripada pria, bukan hanya mitos.

Berbagai faktor, seperti biologis dan sosiologis turut memengaruhi hal ini. Dari awal wanita dan pria tercipta sudah ada perbedaan, ditambah lagi dengan faktor gaya hidup. Biasanya wanita memiliki gaya hidup sehat yang lebih baik dibandingkan dengan pria.

Dari awal kehidupan, tampaknya wanita lebih panjang umur dibandingkan dengan pria.

Hal ini mungkin berhubungan dengan genetik atau kromosom. Saat kerusakan sel terjadi pada salah satu gen dari kromosom X, wanita yang memiliki dua kromosom X lebih bisa untuk mengimbanginya dibandingkan dengan pria yang hanya memiliki satu kromosom X.

Perbedaan ini mungkin dapat memengaruhi umur sel yang kemudian dapat memengaruhi risiko seseorang terkena penyakit. Sel-sel pada tubuh wanita memiliki ketahanan yang lebih besar terhadap penuaan biologis.

Selain itu, komposisi hormon antara wanita dan pria juga berbeda. Wanita memiliki hormon yang lebih bisa mendukungnya untuk hidup lebih lama.

Hormon yang berkaitan dengan reproduksi wanita dihubungkan dengan umur yang lebih panjang pada wanita.

Contohnya adalah hormon estrogen yang dapat membantu wanita dalam menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Sehingga, risiko wanita terhadap penyakit jantung yang menyebabkan kematian menjadi lebih kecil. Hormon estrogen setidaknya dapat melindungi wanita sampai menopause.

Selain faktor biologis, faktor lingkungan atau perilaku wanita juga dapat memengaruhi umur. Wanita biasanya memiliki pola hidup yang lebih sehat dibandingkan pria.

Pada umumnya, lebih banyak pria yang mempunyai kebiasaan merokok dan minum-minuman beralkohol. Kebiasaan buruk ini tentu memengaruhi kesehatan pria.

Ditambah lagi dengan kebiasaan pria yang cenderung menyangkal penyakit dan urung untuk memeriksakan dirinya ke dokter.

Selain itu, paparan bahaya di tempat kerja, seperti kecelakaan kerja juga biasanya lebih banyak menimpa para pria. Pria mungkin cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita.

Wanita biasanya memiliki lebih banyak teman atau kehidupan sosial. Di mana, kehidupan sosial ini berhubungan dengan tingkat kematian yang lebih rendah sebesar lima puluh persen , berdasarkan penelitian oleh Brigham Young University

Wanita cenderung berbagi kekhawatiran atau stres mereka dengan teman-temannya, sedangkan pria cenderung menyimpan atau menahan sendiri stresnya. Sehingga, pria lebih mungkin menderita penyakit yang berkaitan dengan stres.

Namun, faktor lingkungan ini masih dapat diubah. Jadi, tidak selamanya pria memiliki umur yang lebih pendek dibandingkan dengan wanita.

Dengan menerapkan pola hidup yang sehat, maka Anda (termasuk pria) dapat lebih terhindar dari berbagai penyakit, sehingga Anda lebih mungkin untuk hidup lebih lama. Jadi, jangan

Komentar