Teror Las Vegas dan Kesedihan Lady Gaga

Penulis: Darmansyah

Selasa, 3 Oktober 2017 | 10:49 WIB

Dibaca: 0 kali

Lady Gaga mendesak para pemimpin Amerika Serikat untuk bertindak cepat mempererat peraturan terkait kepemilikan senjata, menyusul insiden penembakan di Las Vegas yang menewaskan lima puluh sembilan jiwa dan melukai lima ratus dua puluh tujuh orang.

Gaga menyampaikan pesan tersebut melalui akun Twitter miliknya di tengah hujan simpati yang datang dari para selebritas Hollywood.

“Ini aksi terorisme terang-terangan dan sederhana. Teror tidak butuh ras, gender, ataupun agama.  Demokrat dan Republik tolong bersatulah saat ini,” tulis Gaga dalam akun yang diikuti lebih dari tujuh puluh satu juta penggemarnya itu.

Berdoa itu penting namun @SpeakerRyan @realDonaldTrump adalah mereka yang memiliki kekuasaan untuk melegalkan peraturan senjata api secara cepat,” kata Gaga

Di sisi lain, Taylor Swift memilih menulis rasa simpati yang terbebas dari nuansa politis melalui akun Twitter resminya.

“Tidak ada kata untuk mengungkapkan ketidakberdayaan dan kesedihan yang saya rasakan bagi para korban di Vegas dan keluarganya,” tulis Swift.

Rihanna dan sejumlah pesohor lain pun menuliskan ucapan duka atas kejadian di Las Vegas dan mengirimkan doa terbaik bagi para korban juga keluarganya.

Sebelumnya, insiden penembakan membabi-buta terjadi dalam sebuah konser yang diadakan di Mandalay Bay, Las Vegas, Amerika Serikat, hari Minggu, o1 Oktober  malam waktu setempat.

Penembakan dilakukan oleh Stephen Paddock, pria enam puluh empat tahun yang melakukan perbuatan teror itu dari lantai tiga puluh dua hotel Mandalay Bay, di dalam sebuah kamar yang disewanya sejak 28 September lalu.

Jason Aldean, penyanyi country yang tengah bernyanyi di atas panggung saat insiden itu terjadi mengisahkan suasana tersebut “luar biasa mengerikan”.

Sebuah video yang diunggah di media sosial menangkap momen saat berondongan peluru menyerang para penonton festival musik.

Kejadian itu memaksa Aldean dan bandnya menyetop penampilan di tengah lagu dan meninggalkan panggung seketika.

Video itu menampilkan orang-orang yang tengah berteriak dan berlarian, sementara pelaku tetap menembaki mereka.

Sementara itu, penyanyi genre country asal Amerika Serikat Jason Aldean tengah bernyanyi di atas panggung saat seorang pria bersenjata menembakkan pelurunya secara membabi buta di kerumuman festival musik di Las Vegas, pada Minggu  malam waktu setempat.

Aldean menggambarkan tragedi mematikan tersebut “luar biasa mengerikan.”

Sebuah video yang diunggah di media sosial menangkap momen saat berondongan peluru menyerang para penonton festival musik.

Kejadian itu memaksa Aldean dan bandnya menyetop penampilan di tengah lagu dan meninggalkan panggung seketika.

Video itu menampilkan orang-orang yang tengah berteriak dan berlarian, sementara pelaku tetap menembaki mereka.

“Malam ini luar biasa mengerikan. Saya masih tidak tahu apa yang harus saya katakan, tapi saya ingin memberitahu semua orang bahwa saya dan kru saya selamat,” tulis Aldean dalam akun Instagram miliknya.

“Pikiran dan doa saya untuk mereka semua yang terlibat malam ini. Hati saya terluka mengetahui ini bisa terjadi kepada siapa saja yang hanya ingin menikmati apa yang seharusnya menjadi malam yang menyenangkan,” kata Aldean.

Sementara itu, Sheriff Las Vegas Joseph Lombardo menyebut bahwa sejauh ini korban tewas bertambah

Ini menjadi tragedi penembakan dengan korban jiwa terbanyak sepanjang sejarah Amerika Serikat.

Stephen Paddock, sang pelaku teror, menembak secara brutal ke arah kerumuman penikmat konser musik di Las Vegas.

Ia melakukan perbuatannya di lantai tiga puluh dua hotel Mandalay Bay

Setelah menjalankan aksinya, Paddock membunuh dirinya sendiri

Komentar