Takut Tak Dapat Kerja Kalau Tak Menyuap

Penulis: Darmansyah

Selasa, 12 Februari 2019 | 10:08 WIB

Dibaca: 0 kali

Direktur PT Kenpura Alam Nangro Dedi Mulyadi mengaku pernah menyerahkan uang satu miliar rupiah untuk keperluan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf.

Dedi terpaksa memberikan uang agar mendapatkan proyek pekerjaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Aceh.

Hal itu dikatakan Dedi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Dedi bersaksi untuk terdakwa Gubernur nonaktif Aceh Irwandi Yusuf dan dua terdakwa lain, yakni Teuku Saiful Bahri dan Hendri Yuzal.

Menurut Dedi, sudah menjadi rahasia umum bahwa perlu ada pemberian uang sebagai tanda jadi. Jika uang tidak diberikan, maka sebagai konsekuensi, kontraktor tidak akan dimenangkan dalam lelang. Selain itu, nama perusahaan akan di-blacklist, dan tidak akan dapat pekerjaan pada periode selanjutnya.

“Saya tahu dari media massa. Itu kata kawan-kawan kontraktor juga,” kata Dedi.

Dalam kasus ini, Irwandi Yusuf didakwa menerima suap  dari Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Suap tersebut diberikan melalui staf dan orang kepercayaan Irwandi, yakni Hendri Yuzal dan Teuku Saiful Bahri.

Menurut jaksa, uang tersebut diduga diberikan agar Irwandi mengarahkan Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Provinsi Aceh memberikan persetujuan terkait usulan Bupati Bener Meriah Ahmadi.

Adapun, proyek tersebut akan menggunakan anggaran yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus Aceh (

Menurut jaksa, DOKA untuk Kabupaten Bener Meriah sebesar seratus delapan miliar rupiah. Selain itu, Irwandi juga didakwa menerima gratifikasi

Menurut jaksa,  Irwandi menerima uang melalui rekening bank atas nama Muklis.

Sementara Teuku Fadhilatul Amri mengaku pernah menerima uang satu miliar rupiah  dari ajudan Bupati Bener Meriah.

Sebagian uang tersebut kemudian dikirim ke rekening milik

Dia bersaksi untuk terdakwa Irwandi Yusuf dan dua terdakwa lain, yakni Teuku Saiful Bahri dan Hendri Yuzal.

“Pernah terima dari Muyassir kawannya Pak Saiful. Dia  ajudan Bupati Bener Meriah,” ujar Fadhil.

Menurut Fadhil, dia diperintah oleh Saiful yang merupakan teman bisnisnya. Adapun, Saiful merupakan teman lama Irwandi Yusuf. Fadhil mengaku diberikan sejumlah nomor rekening.

Salah satunya, rekening atas nama Irwandi Yusuf. Selanjutnya, kata Fadhil, Saiful memerintahkan dia mengirimkan uang ke empat rekening, termasuk rekening Irwandi.

Fadhil mengatakan, Teuku Saiful diberitahu oleh orang dekat Irwandi, Steffy Burase, bahwa gubernur membutuhkan uang

Komentar