Siang Tadi Sinabung Meletus Lagi

Penulis: Darmansyah

Rabu, 24 September 2014 | 16:43 WIB

Dibaca: 1 kali

Laporan wartawan “nuga” di Medan, Arminsyah

============

Gunung Sinabung tak pernah benar-benar “tidur” Tepat pukul 13.43 WIB, siang tadi, Rabu, 24 September 2014, wartawan “nuga” dari Medan Arminsyah melaporkan Gunung Sinbanung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali meletus.

Arminsyah mengutip rilis dari Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi menyatakan, terjadi letusan disertai hembusan awan panas guguran sejauh dua kilometer dari puncak yang mengarah ke arah tenggara Sinabung.

“Lama erupsi,” rilis pengawas Sinabung, seperti dikutip BNPB,” sembilan ratus tujuh detik.”

Secara visual,lapor Arminsyah, letusan itu tidak terlihat karena tertutup oleh awan. Pantauan sejak pukul pagi hingga tengah hari telah terjadiempat puluh empat kali gempa frekuensi renda. Sellain itu juga terjadi gempa hybrid, tremor menerus, dan gempa guguran.

“Status masih Siaga . Aktivitas kegempaan masih terus tinggi, pembentukan dan guguran kubah lava masih berpotensi tinggi,” tulis Arminsyah dalam laporan terbarunya..

Dipastikan, erupsi Sinabung yang baru saja terjadi tidak menambah jumlah pengungsi yang ada. Saat ini masih ada pengungsi empat ribu lebih orang pengungsi yang tersebar di sejumlah titik pengungsian.

Sebagian besar pengungsi dari dua puluh satu desa telah dipulangkan ke rumahnya hingga saat ini. Sedangkan pengungsi yang tinggal di hunian sementara sebanyak sekitar enam ribuan jiwa. Pengungsi ini disewakan rumah dan lahan untuk pertanian oleh pemerintah.

Tiga desa yang warganya harus direlokasi yaitu Desa Sukameriah, Desa Bekerah, dan Desa Simacem masih dalam proses penyiapan lahan.

Bupati Karo dan Gubernur Sumut saat ini masih menyiapkan lahan untuk relokasi di di kawasan hutan produksi tetap Siosar di Kecamatan Merek Kab. Karo.

Setelah terjadinya erupsi dengan durasi yang cukup lama pada 11-18 Januari 2014, Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali memperlihatkan aktivitas vulkaniknya.

Pada sepekan terakhir ini, atau periode 5 – 11 September 2014, gunung ini kembali memperlihatkan aktivitas kegempaan. Meski begitu, selama bulan September 2014, grafik suhu mata air panas secara umum terlihat mendatar.

Kepala Badan Geologi, Kementerian ESDM, Surono, pada waktu itu menyampaikan, dari puncak Gunung Sinabung terlihat asap putih tebal kebiruan..

Tremor di Gunung Sinabung masih terjadi secara menerus dengan amplituda maximum. Dapat disimpulkan aktivitas kegempaan vulkanik masih tinggi.

“Maka status Gunung Sinabung masih harus tetap Siaga level III,” katanya.

Gempa guguran yang berkaitan dengan ketidakstabilan kubah lava-lidah lava terekam antara 60-129 kejadian per hari. Gempa Vulkanik Dalam (VA) yang mengindikasikan adanya tekanan akibat intrusi magma terekam rata-rata lebih dari tiga kejadian per hari.

Sementara itu, gempa low frequency (LF) yang mengindikasikan adanya aliran fluida terekam menurut kejadian per hari. Gempa Tektonik Jauh yang mengindikasikan adanya sesar/pergerakan lempeng, terekam kurang dari dua kejadian per hari. Tremor menerus masih terekam dengan amplituda bervariasi.

Komentar